Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun

Takdir Yang Merubah Si Gadis Culun
Episode 32


__ADS_3

Namun siapa sangka, saat Ana sudah membasahi seluruh tubuhnya, ia kemudian berjalan menuju bathtub untuk berendam juga.


***


Heru dan juga Ana sama-sama kaget dan seketika itu juga ana berteriak karena pada saat itu Ana sama sekali tidak menggunakan sehelai pakaian pun.


"Brengsek lo Heru, lo sengaja ya diam disitu dari tadi," teriak Ana yang sudah berlari kembali menuju shower.


"Gue ketiduran, mana gue tau kalau lo juga ada disini," jawab Heru berbohong.


"Ya udah lo keluar dulu. Gue masih mau mandi," ucap Ana berteriak.


"Gak. Gue juga mau mandi. Lo aja yang keluar," balas Heru.


"Gak mau," jawab Ana singkat.


"Ya udah. Kalau gitu kita mandi barengan aja," usul Heru dengan senyuman liciknya


"Enak aja. Gue gak mau. Ya udah. Gue yang keluar," teriak Ana lalu meraih handuk putih yang ada di dinding.


Ana meninggalkan kamar mandi dengan kesal. Ia terus menggerutu sambil memasang baju yang baru saja ia keluarkan dari dalam koper bawaannya.


Sedangkan Heru masih mengingat kejadian barusan. Sudah lama sekali Heru tidak melihat tubuh indah seperti itu sejak kepergian kekasihnya.


"Lumayan," gumam Heru tersenyum lalu bangkit untuk membersihkan tubuhnya.


Tak lama kemudian, Heru juga keluar dari kamar mandi. Ia melihat Ana yang sedang mengeringkan rambutnya didepan cermin besar.


"Lo lapar An?" tanya Heru melihat ke Ana sejenak.


"Ya iyalah gue lapar. Lo gak liat gue belum makan dari tadi," jawab Ana judes.


"Ok. Tunggu sebentar. Gue ganti pakaian dulu. Setelah itu kita makan diluar," ucap Heru lalu masuk ke dalam walk in closet.


Kini Ana dan Heru tengah menyantap makanan yang ada didepan mereka. Mereka sengaja memilih cafe yang berada di ruang tertutup agar Xavier atau yang lainnya tidak mengetahui keberadaan mereka.

__ADS_1


"Jadi kapan kita akan memulainya," tanya Ana di sela-sela makannya.


"Kita akan tunggu Xavier tidak bersama dengan Angel. Selanjutnya lo masuk lalu bicara seolah Xavier mencampakkan lo dan juga bayi lo. Sedangkan gue akan pergi ke rumah mamanya Xavier dan akan membuat cerita di sana," jawab Heru lalu meminum minumannya.


"Tapi kalau Angel gak percaya gimana?" tanya Ana menatap Heru.


"Gue yakin seribu persen kalau Angel bakal percaya, karena Angel masih belum percaya sepenuhnya kepada Xavier. Dan satu lagi, gue udah siapin semua bukti pendukung agar Angel percaya sama lo," ucap Heru tersenyum licik.


"Ok. Kalau gitu lo kabari gue aja untuk rencana selanjutnya," jawab Ana tersenyum licik.


Sedangkan di apartemen, Angel tengah berbahagia dengan kehadiran kedua orang tuanya.


"Angel aku pamit dulu mau ke rumah mamaku buat membicarakan tentang pernikahan kita," ucap Xavier pamit kepada Angel.


"Baik. Kamu hati-hati dijalan," jawab Angel mengangguk pelan.


"Bulan sayang, papa pergi ke tempat Oma dulu ya sebentar. Nanti papa akan kesini lagi. Bulan jangan nakal ya sayang," pamit Xavier kepada anak semata wayangnya.


"Angel, aku pergi dulu," ucap Xavier sekali lagi kepada Angel.


Kemudian Xavier berjalan meninggalkan kamar dimana bayinya tengah tidur.


"Kamu mau kemana nak,?" tanya Mayang mamanya Angel.


"Saya mau pamit pulang dulu Tante. Kebetulan orang tua saya juga tinggal disini. Saya akan menemuinya untuk membicarakan soal pernikahan saya dengan Angel. Selain itu saya juga akan memberi tahukan kepadanya jika mereka sekarang telah menjadi seorang kakek dan nenek," jawab Xavier kepada calon mertuanya itu.


"Ya sudah. Kamu hati-hati ya. Salam buat kedua orang tua kamu," balas Mayang dengan senyuman hangatnya.


"Baik Tante. Nanti akan saya sampaikan," jawab Xavier lalu mencium punggung tangan Mayang.


Xavier segera melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya. Suana hati Xavier saat ini sedang bahagia sekali. Ia sudah tidak sabar untuk menikahi gadis pujaannya itu. Gadis culun yang kini telah berubah menjadi lebih cantik dan memberikannya seorang anak perempuan yang cantik.


Sedangkan Ana kini tengah menuju apartemen Angel untuk memulai rencananya. Ia baru saja mendapatkan kabar jika Xavier sedang tidak berada di apartemen itu.


'Kita lihat saja nanti Angel. Aku pasti akan bisa merebut Xavier kembali. Chhh. Memangnya kau siapa? Kau itu hanya gadis culun yang memakai topeng,' Batin Ana sambil berjalan ke unit apartemen milik Angel.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen Angel, Ana menekan tombol bel dan tak butuh waktu lama, pintu pun dibukakan sendiri oleh Angel.


Saat melihat Ana, Angel sepertinya sedikit lupa, namun ia mencoba mengingat-ingat kembali dimana ia pernah bertemu dengan Ana.


"Apa kau sudah melupakan aku Angel?" tanya Ana dengan senyuman liciknya.


"Maaf aku lupa, tapi aku yakin kita pernah bertemu sebelumnya," jawab Angel tersenyum ramah.


"Ok kalau begitu mari kita berkenalan. Nama ku Ana. Joana Libra. Aku adalah kekasih Xavier. Dan kami telah berpacaran sudah sangat lama sekali. Apa kau ingat saat kau mengantarkan bubur ayam ke apartemen milik Xavier waktu itu. Dan aku yang membukakan mu pintu waktu itu," jelas Ana tersenyum smirk.


"Oh iya aku ingat. Ada apa?" tanya Angel yang sebenarnya kaget setelah mengetahui siapa wanita yang ada didepannya itu.


"Apa kita bisa bicara Angel?" tanya Ana melihat Angel dari atas sampai kebawah.


"Bi... Bisa. Silahkan masuk," jawab Angel mempersilahkan Ana masuk.


"Tidak.. Tidak. Kita akan bicara di taman apartemen ini saja. Apa kau bersedia?" tanya Ana menaikkan alisnya.


"Baiklah. Tunggu sebentar," jawab Angel setelah berpikir sejenak.


Angel langsung masuk kedalam lalu mencari keberadaan mamanya. Ia bermaksud untuk pamit sebentar dan menitipkan Bulan kepadanya.


Setelah mendapatkan izin, Angel kembali menemui Ana dan mereka sama-sama pergi ke taman buatan yang ada di apartemen tersebut.


"Kamu mau bicara apa?" tanya Angel yang sudah duduk di bangku taman tersebut.


"Aku gak akan banyak bicara kepadamu Angel. Aku kesini cuma mau memberikan ini kepadamu. Aku harap kamu bijak dalam mengambil keputusan. Disini kita sama-sama sebagai seorang perempuan. Aku hanya gak ingin kamu merasa disakiti oleh laki-laki," jawab Ana berbohong. Ia pura-pura peduli kepada Angel agar Angel mau percaya kepadanya.


Angel mengambil map yang diberikan oleh Ana. Dengan jantung yang berdebar ia membuka map tersebut dan mengeluarkan semua isi dalamnya.


"I.. Ini apa?" tanya Angel gugup melihat ke wajah Ana yang tertunduk sedih.


"Kamu baca saja dulu," jawab Ana berpura-pura sedih.


Angel kemudian membuka isi map tersebut dan mulai membaca helai demi helai. Tak terasa air matanya menetes. Jantungnya berdegup kencang. Di sana jelas dikatakan jika Ana tengah hamil anak dari Xavier. Tak hanya itu. Angel juga melihat foto-foto saat mereka melakukan USG disebuah rumah sakit. Angel juga melihat foto pernikahan siri antara Ana dan juga Xavier. Hatinya langsung teriris-iris melihat apa yang baru saja ia lihat. Angel menatap Ana yang menunduk sambil meneteskan air mata palsunya. Angel ingin sekali tidak percaya dengan ucapan Ana. Tapi bukti menunjukkan kalau Ana lah yang berhak atas Xavier saat ini.

__ADS_1


__ADS_2