
"Kalau begitu, kenapa tidak besok atau lusa saja. Karena kita berada jauh dari kampung halaman, tidak usah mengadakan pesta terlebih dahulu. Nanti jika kami pulang, barulah di adakan pesta besar-besaran," usul Xavier menatap semua orang di sana bergantian.
***
"Dia benar, nanti pestanya berbarengan saja dengan pesta pernikahan Gerry dan Arsyila," ucap seseorang yang baru saja memasuki apartemen Angel.
Mendengar suara yang tak asing, Mayang langsung berdiri dan menghampiri asal suara tersebut. Wanita paruh baya tersebut langsung memeluk laki-laki tersebut dengan sangat erat, karena sudah lama tidak bertemu.
"Sayang, kamu kapan sampai? Kenapa tidak memberi tahukannya kepada kami hmmm," ucap Mayang masih memeluk laki-laki tampan tersebut. Disampingnya juga berdiri seorang wanita cantik berdarah Arab-Indonesia dengan senyuman yang mengembang sedari tadi.
"Baru saja ma. Mama apa kabar?" jawab laki-laki tersebut yang ternyata adalah Gerry Mahendra, anak sulung Derry dan juga Mayang.
"Baik sayang. Ayo kumpul, dan siapa wanita ini?" tanya Mayang melihat wanita cantik disebelah Gerry.
"Dia Arsyila ma. Calon menantu mama," jawab Gerry tersenyum lebar.
"Perkenalkan nama saya Arsyila Romeesa tante," ucap Arsyila memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya kepada Mayang.
"Oooouuuu cantiknya.. Kenalkan saya Mayang, mamanya Gerry. Ya sudah, kita duduk dulu. Kalian pasti capek," ajak Mayang membawa putra dan calon menantunya ke ruang tamu.
"Kak Gerry?" pekik Angel saat Gerry masuk kedalam ruangan tamu apartemen tersebut.
"Angel, adek kakak. Bagaimana kabar mu ha? Apa kamu baik-baik saja," tanya Gerry memeluk sang adik tercinta.
"Angel baik kak. Kakak apa kabar? Angel kangen sekali," jawab Angel melepas pelukannya.
"Kakak baik. Katanya kamu sudah punya anak, mana dia? Keponakan kakak itu?" tanya Gerry penasaran.
"Itu dia kak lagi tidur di tangan mamanya Xavier," jawab Angel sembari melihat kearah Selena.
Gerry pun melihat dan mencium Bulan sejenak, lalu memperkenalkan dirinya dan juga Arsyila kepada semua yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
Setelah berkenalan satu sama lain, mereka akhirnya berkumpul, dan membahas acara pernikahan Angel dan juga Xavier. Tak lupa juga mereka membahas pernikahan Gerry dan juga Arsyila.
"Jadi, kita sudah sepakat ya, acaranya akan di adakan di Indonesia sebulan lagi. Untuk pernikahannya kalian akan menikah Minggu depan. Kita adakan saja acara kecil-kecilan disini. Kita bisa mengundang para penghuni apartemen yang ada disini untuk merayakan pesta pernikahan kalian," ucap Raharja antusias.
Satu Minggu kemudian, tepatnya hari Minggu, sesuai perjanjian, Xavier dan juga Angel akhirnya melangsungkan pernikahannya. Begitu juga dengan Gerry dan Arsyila. Kini kedua pasang insan itu telah resmi menjadi suami istri.
Sementara itu, dilain tempat, Heru sedang mengamuk menghancurkan semua benda yang ada di hadapannya. Ia tak bisa terima jika Angel dan Xavier hidup bahagia.
Heru melupakan arti sahabat yang sebenarnya. Laki-laki tampan yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu sangat-sangat frustasi saat melihat postingan Angel di media sosial miliknya.
Di tengah-tengah rasa frustasinya itu, Heru melihat tali tambang dan berpikir akan mengakhiri hidupnya dengan menggantung dirinya.
Sesaat akan melakukan aksi nekatnya itu, Heru mencoba menghubungi Angel. Beberapa kali tak di angkat, Heru sama sekali tak menyerah hingga akhirnya panggilan video nya di angkat oleh Angel.
Tampak sekali dari layar ponsel milik Heru, Angel menggunakan riasan sederhana namun tetap cantik ala penganten tengah duduk di pelaminan sederhana dengan Xavier yang menggunakan jas serba putih senada dengan pakaian yang dikenakan Angel.
"Halo kak Heru. Bagaimana kabar kakak?" ucap Angel yang masih saja bersikap baik kepada Heru.
"Apa yang kakak bicarakan. Perasaan itu tak bisa dipaksakan kak. Lagian, bukankah Xavier itu sahabat kakak sendiri. Dan aku juga menganggap kakak sebagai kakak kandungku sendiri. Bukankah aku sudah pernah menjelaskan semuanya kepada kakak?" balas Angel dengan tenang.
Disebelahnya, Xavier hanya diam dan melihat Heru dari layar ponsel milik Angel.
"Ya sudah, tak usah dibahas. Aku mau kasih unjuk sesuatu kepadamu. Dan mungkin ini adalah terakhir kalinya kita berbicara," ucap Heru yang berjalan menuju untaian tali yang sudah ia gantungkan di plafon hotel tempat ia menginap. Sementara itu, ia menaruh ponsel di tripod yang berada tepat di depan ia akan mengakhiri hidupnya.
"Apa yang kakak lakukan? Aku mohon, istighfar kak. Jangan gila," ucap Angel panik saat melihat Heru mulai menaiki kursi dan mengalungkan lehernya di tali yang telah ia gantungkan.
Wajah frustasi Heru dan tatapan yang sangat hancur jelas sekali terlihat di layar ponsel milik Angel.
Xavier pun juga sangat terkejut saat melihat aksi nekat yang dilakukan oleh sahabatnya itu.
"Heru stop. Apa yang kau lakukan. Hentikan. Aku akan ke sana sekarang," ucap Xavier yang sangat-sangat mencemaskan keadaan sahabatnya itu.
__ADS_1
Melihat Xavier dan Angel yang panik, kedua orang tua mereka, Gerry dan juga Arsyila menghampiri Angel dan Xavier.
Selain itu, semua tamu juga heran melihat pengantin baru tersebut sangat histeris.
"Ada apa Angel, Xavier?" tanya Derry kepada pengantin tersebut.
"Ini pa, kak Heru mau bunuh diri," ucap Angel panik lalu melihatkan ponselnya kepada kedua orang tuanya.
"Astaga Heru apa yang kamu lakukan nak. Jangan lakukan itu," teriak Selena yang juga melihat panggilan video call tersebut.
Heru sama sekali tak menghiraukan apa yang di ucapkan semua orang yang ada di layar ponselnya.
"Dimana? Dimana Heru menginap? Papa akan suruh seseorang untuk mencegahnya," ucap Raharja tak kalah panik.
"Di hotel Hollywood pa. Ya, kak Heru menginap di hotel Hollywood. Semoga saja kita tidak terlambat," jawab Angel cemas.
Dengan cepat Raharja menelpon seseorang untuk menghentikan perbuatan nekat Xavier.
.
.
Sementara itu Heru mulai menendang kursi yang tadi ia sempat gunakan untuk berdiri dan mengalungkan lehernya di seutas tali tersebut.
Saat kursinya di tendang Heru, Angel dan yang lainnya berteriak histeris saat menyaksikan Heru mulai kejang-kejang dan kesulitan bernafas. Angel dan yang lainnya shock saat menyaksikan detik-detik Heru meregang nyawanya.
Begitu juga dengan penonton yang telah mengerumuni Angel dan juga Xavier. Mereka juga berteriak histeris melihat Heru yang mulai lemas dan tak sadarkan diri.
"Heruuuuuu," teriak Xavier frustasi. Xavier begitu shock melihat sahabatnya meregang nyawa di hadapannya tanpa bisa membantunya sama sekali.
Sedangkan Angel seketika itu juga menjadi lemas dan jatuh pingsan saat melihat Heru sudah tak bergerak lagi.
__ADS_1