TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
della


__ADS_3

Della Candra puspita anak tunggal dari pasangan Bagas Adi candra dan Miranti Dwi purwati, Della termasuk anak yang ceria gadis kecil itu kini masih berusia 4 tahun.


gadis itu hidup bersama ayah ibunya yang menyayanginya akan tetapi dia tidak pernah tau bahwa sang ayah sangat keras pada ibunya ayahnya kerap kali memukuli ibunya hanya karena masalah sepele.


della tak pernah mengetahui perbuatan ayahnya sampai suatu saat sang ibu melarang suaminya untuk mencharger hp nya karena di luar sedang hujan lebat dan di sertai petir.


"mas jangan mencharger hp dulu di luar sedang ada petir takutnya nanti kesabar petir"


ucapa sang istri kepada suaminya


" ah sudah kamu tenang saja gak mungkin ada apa apa"ucapa sang suami.


benar saja tak lama setelah itu petir menyambar dengan sangat keras, tanpa pikir panjang sang istri mencabut kabel charger karena merasa takut.


Sang suami yang baru kembali dari kamar mandi kaget melihat hp nya sudah tergeletak di atas meja beserta kabel chargernya.


"lho kenapa hp aku di lepat, kan hp itu sedang di charger" ucapa sang suami


"maaf mas tadi saya yang melepasnya,soalnya tadi petirnya menyambar dengan sangat keras,dan juga pohon kelapa yang di sebelah rumah Bu Marni itu terkena Sambaran petir sampai rumah Bu Marni juga terkena imbasnya karena anaknya Bu Marni mencharger hp" jelas sang istri


"itu kan di rumahnya Bu Marni bukan di rumah kita" ucap sang suami sedikit marah


"ya mas maaf karena saya takut terkena imbasnya juga jadi kabel chargernya juga saya lepas"ucapa sang suami


tanpa pikir panjang sang suami langsung memukul istrinya karena merasa kesal.


plak


plak


dua kali pukulan itu mendarat di pipi sang istri


"maaf mas hiks saya hanya tidak mau terjadi sesuatu pada kita" ucap sang istri


"sekali lagi kamu seperti itu aku akan memukulmu bahkan lebih dari ini" ucapa sang suami langsung pergi masuk kedalam kamar.


sang istri pun hanya bisa diam memendam semua ini dia mencoba bertahan hanya demi sang buah hati.


sudah satu Minggu sejak Bagas memukul istrinya bahkan Bagas tak sekalipun meminta maaf pada istrinya.


kini hujan turun dengan deras tapi kali ini tak di sertai petir, Bagas ,Miranti dan juga Della sedang berada di ruang televisi mereka menonton televisi saat asik menonton tiba tiba saluran televisinya menghilang karena orang dulu menggunakan antena jadi Bagas menyuruh istrinya keluar untuk memutar tiang antena yang terbuat dari bambu itu.


"dek coba putar dulu antenanya siapa tau bisa normal lagi televisinya" ucap sang suami memrintah istrinya untuk keluar rumah saat kondisi sedang hujan lebat


"tapi kan masih hujan mas" ucapa sang istri

__ADS_1


"udah sana bawa payung kan bisa" ucapa sang suami


akhirnya Miranti pergi keluar dengan membawa payung akan tetapi kedua tangannya sulit untuk bekerja karena yang satu pegang payung dan yang Yas satu harus memutar tiang antena yang menurutnya itu berat.


" aduch mas susah tanganku gak kuat kalo harus memutar tiang antena."ucapa Miranti pada suaminya


"dasar gak becus" marah sang suami


plak


plak


di tamparan mendarat di pipi Sandra


"kamu hanya menyusahkanku saja,"


bug


bug


bug


"mas ampun jangan pukul aku lagi sudah mas sakit hiks hiks hiks" ucap Miranti


"kamu kenapa selalu memukuli aku mas apa salahku " tanya Miranti pada sang suami dengan isakan tangis


mendengar keributan Della akhirnya terbangun dari tidurnya dan di menyaksikan ibunya di pukuli oleh sang ayah


"hiks hiks ibu" tangis Della melihat ibunya di pukuli oleh ayahnya


"cukup mas, aku sudah gak tahan lagi selalu kamu siksa,lebih baik aq pergi kerumah orang tuaku" ucap miranti


malam itu Miranti pulang kerumah orang tuanya,dirumah itu sudah sangat sepi karena orang tua Miranti sudah meninggal dua tahun lalu dan itu hanya rumah peninggalan orang tuanya.


miranti masuk kedalam rumah dan membersihkan diri beserta anaknya karena mereka pergi saat hujan sedang lebat.


Miranti memandikan anaknya menggunakan air hangat agar anaknya tidak masuk angin.


selesai membersihkan diri dan anaknya Miranti langsung merebahkan dirinya dan juga anaknya di tempat tidurnya mereka akhirnya tidur dengan Miranti masih menyimpan sedih di hatinya dia tak menyangka lelaki yang amat di cintanya tega menyiksanya.


Miranti memutuskan untuk bercerai dengan suaminya dia takut di tidak hanya akan menyiksanya dia takut jika nanti suaminya juga akan menyiksa anaknya.


sinar matahari telah nampak dan memaksa sang bulan untuk segera meninggalkan kenyamanannya.


Miranti pun bangun dari tidurnya dia langsung pergi ke warung seberang rumahnya untuk membeli keperluan dapat.

__ADS_1


"lho mir kamu pulang, mana suami dan anakmu?" tanya pemilik warung.


"iya bulek Della masih tidur, dan suami saya tidak ikut bulek" jawab Miranti


"oh iya sudah, oh ya mau cari apa?" ucapa sang pemilik warung


"mau cari tempe,sayur bayam,tomat sama trasi bulek" ucapa Miranti


"mau bikin sayur bening to mir" ucapa pemilik warung "injih bulek soalnya itu favorit Della" ucap Miranti..


"ini nduk sudah semuanya 7000 saja" ucap pemilik warung.


"injih bulek ini uangnya,kalo gitu Mira permisi bulek"pamit Miranti


Miranti memasak menu kesukaan putrinya setelah selesai memasak Miranti membangunkan putrinya untuk segera sarapan


"Della nduk bangun sudah pagi" ucap Miranti dengan lembut


"iya Bu" Della bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi yang berada di halaman belakang rumahnya


setelah itu Della memakan sarapannya bersama dengan ibunya.


"Del jika ibu kerja apa Della mau tinggal bareng paklek Danang dan bulek Rini" Tanaya Miranti pada Della


"ibu mau kerja di mana? apa ibu kerjanya lama?" tanya Della pada sang ibu


"ibu masih belum tau nduk nanti kita kerumah bulek ya" ucapa Miranti


"iya ibu"


setelah sarapan Miranti dan Della membersihkan sisa makanan mereka setelah itu mereka membersihkan rumah yang sudah lama tidak di tempati itu.


setelah membersihkan bagian dalam kini mereka membersihkan bagian luar rumah yang sudah mulai di tumbuhi rumput liar.


selesai membersihkan mereka istirahat untuk sekedar menghilangkan rasa lelahnya.


"Bu kita jadi kerumah bulek?" tanya Della


"kayaknya di tunda dulu Del, kamu gak capek apa" ucapa sang ibu


"hehe capek Bu"


.Della merebahkan badannya di atas kursi teras rumahnya


"Bu, apa ayah tidak.menyusul kita?" tanya Della pada ibunya

__ADS_1


"ibu tidak tau Del, lebih baik sekarang kamu istirahat saja ya,terus mandi sudah bau asem" ucapkesabara


__ADS_2