
sudah hampir dua bulan lamanya satrio berada di lampung wangi dia berencana untuk pulang ke kota beserta istri, mbok sarti dan juga suami mbok sarti.
"dek, rencana mas mau ngajak kamu dan juga si mbok untuk pulang ke kota besok"
"iya mas apakah mbok sarti akan bersedia ikut kita mas pekerjaan si mbok kan di sini mas"
"kamu tenang saja ya aku sudah menyiapkan mereka pekerjaan yang lebih layak buat mereka"
"apakah mereka akan jadi art di rumah kita"
"huuust kamu ini mana mungkin aku akan membiarkan mereka menjadi art di rumah kita, mereka akan sama dengan kita yaitu sebagai nyonya dan tuan"
"maksud mas rio?"
"kamu akan tau nanti saat kita sudah di kota"
setelah obrolan itu meraka memutuskan untuk tidur agar tidak terlalu siang saat bangun.
pagi hari kabar mengenai satrio dan Della akan pulang ke kota sudah menyebar bahkan ningsih juga sudah mendengarnya.
dia berusaha untuk mengungkapkan isi hatinya pada satrio.
"mas rio apakah ningsih boleh bicara dengan mas Rio berdua saja"
satrio menoleh pada sang istri dan istrinya mengijinkan karena Della sangat percaya kepada kesetiaan sang suami.
"ada apa ningsih? "
__ADS_1
"mas, mau pulang hari ini ke kota"
"iya, saya sudah cukup lama tinggal di desa ini dan pekerjaan saya pasti sudah menunggu"
"apakah mas tak ingin membawa ku serta"
"apakah kalau ingin ikut? "
"iya mas aku ingin ikut kemanapun mas Rio pergi"
"maksud kamu?"
"aku mencintai kamu mas, aku tak mau jauh dari kamu"
"apa? "
"maaf ningsih tapi aku yang tak mau memberiadu pada istriku, aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidup dan itu artinya aku hanya akan punya satu istri ningsih"
"kenapa mas?, kenapa kau tak memberi ku kesempatan untuk bersamamu, aku jugaenginhikanmu mas Rio"
"maaf ningsih jika aku memberimu kesempatan maka sama saja aku akan menyakiti hati istriku"
"terus apa bedanya dengan aku saat ini kamu menyakitiku mas hiks kamu menyakitiku dengan kamu menolakku hiks"
"ningsih bukan aku yang menyakiti hatimu tapi kamu sendiri yang mencari sakit itu, jika kamu takenempatkan perasaan yang salah padaku mungkin saat ini kamu tak merasa patah hati ningsih, ingat ningsih rasa sakit takkan pernah tercipta jika perasaan kamu dapat kamu kendalikan"
setelah mengucapkan itu satrio langsung pergieningvalkan ningsih yang masih menangis, memang ini bukan salah satrio ataupun ningsih karena rasa cinta itu akan datang kapan saja di mana saja dan pada siapa saja, bahkan rasa cinta itu akan tumbuh pada orang yang sudah memeliki status istri ataupun suami contohnya ningsih yang mencintai suami dari wanita lain, rasa cinta itu akan abadi jika orang yang di cintai akan membalas maka sebaliknya jika rasa cinta itu tak terbalas maka rasa cinta itu akan hilang seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
jadi perselingkuhan tak akan terjadi jika salah satu dari mereka takenanggapi rayuan rayuan yang ada.
bertahanlah kalian pada pasangan kalian terutama pada seorang suami karena istri akan menemani suami dari nol sampai sukses maka selingkuhan akan menemani dari sukses hingga kembali ke nol.
dan untuk para istri temanilah suamimu jangan mengeluh temani dia suka maupun duka.
skip
sore harinya anak buah satrio tiba di desa itu mereka datang untuk membawa pulang sang atasan.
"permisi pak apakah anda tau kediaman mbok sarti"
"oh mbok sarti tau mas, ada apa ya mas apakah mbok sarti memiliki hutang pada anda"
"oh tidak pak saya hanya ingin menjemput tuan muda dan nona muda"
"ah baiklah mari ikut saya"
dengan penuh tanda tanya besar warga tersebut mengantarkan anak buah satrio ke rumah mbok sarti.
para warga sekitar juga merasa aneh karena mereka datang tidak hanya menggunakan satu mobil saja bahkan mereka membawa tiga mobil dan mobil itu terlihat sangat mahal di mata mereka.
saat semua mobil itu parkir tiba tiba ada anak juragan teh lewat dan melihat mobil mewah ada tiga biji parkir di halaman rumah pak rt dia sangat mengagumi mobil mobil itu maka dia putuskan untuk meminta pada sang ayah untuk membelikan mobil yang sama.
Hai maaf ya jika dalam cerita ada kata kata mutiara hehehehe...
jangan lupa like dan komennya dan dukung author terus ...
__ADS_1
Terima kasih.....