TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
bertemu eyang


__ADS_3

setelah kejadian itu mereka memutuskan untuk segera pulang ke kota tanpa ningsih, karena ningsih tidak mendapat ijin dari orang tuanya akan tetapi dia akan jika suatu hari dia mendapat ijin dia kan langsung menyusul Della dan satrio.


"pak kami pamit dan terimakasih atas sambutan dan pertolongan warga disini, jika ada kesempatan kami akan berkunjung ke desa ini"


"sama sama nak Rio, dan semoga kalian sekeluarga selalu dalam lindungan Allah nak"


"terimakasih sekali lagi pak kami permisi, asslamaualaikum"


"waalaikumsalam"


rombongan satrio pun meninggalkan rumah pak rt, seiring berjalannya waktu akhirnya mereka keluar dari Desember tersebut.


"jika kamu cape kamu tidur saja dulu, nanti kamu sudah sampai akan aku bangunin"


"iya mas"


tak butuh waktu lama akhirnya Della terlelap,


mereka menempub waktu hampir empat jam untuk bisa sampai di perkotaan.


mbok sarti yang ikut serta merasa takjub dengan pemandangan yang mereke lihat


"ya Allah pak kok ya bagus banget to ini pak, apa ini yang di namakan kota pak, rame yo pak"


"iya bu, tapi bapak masih memikirkan kalau kita di kota ini terus akan kerja apa ya bu"


"iya juga ya pak, kalau makan tidur aja kan gak enak pak"


tak lama mereka terlelap karena memang hari sudah malam.


tepat pukul sembilan malam mereka sampai di mansion milik satrio tepatnya milik keluarganya.mbok sarti sampai menganga melihat berapa megah dan mewahnya rumah satrio,

__ADS_1


"ya Allah pak ini rumah apa istana kok besar banget"


belum selesai rasa kagum mereka, satrio sudah memanggil untuk segera masuk dalam rumah.


"mbok pak ayo kita masuk"


satrio langsung masuk saat art telah membukakan pintunya mereka.


"eyang kemana bi"


"ada tuan, nyonya selalu bersedih karena merasa kehilangan tuan muda dan nona tuan bibi kasian lihat nyonya seperti itu"


"tolong panggilkan ya bi aku ada kejutan buat eyang"


"baik tuan"


bi sum langsung masuk untuk menemui majikannya, dia merasa sedih karena majikannya selalu bersedih setiap malam selalu menangis berharap kedua cucunya segera pulang dan berkumpul seperti semula.


tak hentinya doa yang selalu dia minta di kala dia bersujud di hadapan Tuhan. memohon agar terkabulkan doanya.


tok


tok


tok


tok


"masuk"


"maaf nya di luar ada tuan satrio"

__ADS_1


"apa, cucuku sudah pulang bi alhamdulillah ya Allah kau sudahengabulkan doa ku"


"bi apakah dia bersama Della"


"saya kurang paham nya, nyonya tempat tuan muda aja beliau ada di depan"


dengan bahagia eyang Ratih bergegas keluar untukenemui sang cucu sudah beberapa hari tidak ada kabarnya.


saat berada di ruang tamu dia melihat sang cucu bahkan dia membawa serta istrrinya.


"satrio"


"assalamualaikum eyang"


"waalaikumsalam nak, ya Allah kamu pulang nak,hiks hiks Della kamu kembali nak hiks eyang rindu sekali Della"


tangis haru menyelimuti keluarga satrio.


"iya eyang Della pulang hiks, Della pulang untuk eyang, hik Della kangen eyang hiks"


melihat ada sepasang paruh baya eyang lantas bertanya pada sang cucu


"nak siapa mereka"


"oh iya eyang kenalkan ini mbok sarti dan ini suaminya pak munip, mereka yang telah menolong dan juga merawat Della layaknya anak sendiri"ujar Della


" subhanallah masih ada orang baik yang masih sudi menolong orang asing"


"tidak masalah nyonya itu sudah kewajiban kami sebagai umat manusia"


malam itu menjadi malam bahagia untuk mereka semua karena orang terkasih mereka ada dalam dekapan mereka.

__ADS_1


Hai hai jangan bosen ya untuk membaca karya aku...


jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2