TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
Della 2


__ADS_3

selasai membersihkan diri Della langsung duduk di ruang tengah sambil bermain boneka kesayangannya. Della berfikir jika nanti ibunya bekerja apakah Della akan di lupakan dan bisakah Della jauh dari sang ibu?


Della terus memikirkan itu.


"Bu, kapan ibu akan berangkat bekerja?" tanya Della pada sang ibu


"ibu belum tau sayang,ibu masih perlu biaya yang tidak sedikit" ucapa sang ibu


"ibu jika nanti ibu sudah bekerja jangan lupain Della ya, selalu kasih kabar pada Della" ucap Della deng air mata yang sudah mengalir.


pagi pun berganti siang Della bersama sang ibu kini sudah mulai menyibukkan diri di dapur untuk mengolah makan siang untuk mereka berdua mereka memasak tumis kangkung


"Bu kenapa kita masak kebalik ya?" ucap Della


"kebalik kenapa nduk?" heran sang ibu


"iya, tadi pagi masak sayur bening sekarang tumis kangkung apa itu gak kebalik Bu? kan seharusnya sayur beningnya di masak sekarang bukan tadi"ucapa Della


"udah gak apa apa tadi pagi Khan memang ibu blanja bayam nduk, sekarang kangkung ini di kasih sama budhe Marni tetangga sebelah kita"ucapa sang ibu


"oh ya, yang tadi pagi panen itu ya Bu" ucap Della


"iya," singkat sang ibu


akhirnya masakan mereka telah usai kini mereka menyusun makanan itu di atas meja dapur karena di rumah itu tidak memiliki meja makan sendiri.


mereka menikmati makan siang dengan damai.


tiga bulan sudah berlalu dan Miranti pun sudah bercerai dengan Bagas dan bagaspun sudah sudah menikah lagi. Miranti yang memutuskan untuk pergi merantau ke negri orang pun sudah mendaftar di PT khusus untuk TKW dan dia tinggal berangkat dua hari lagi.


sekarang Miranti dan Della berada di rumah di sana sudah ada Danang dan juga Rini sepupu Miranti


"mbak,mas, Mira nitip Della Yo mbak" ucap Miranti pada sodaranya itu


" iya mir, kamu gak usah mikirin Della, biar Della sama mbak aja," ucapa Rini


"kamu cukup fokus cari uang suapaya bisa menyekolahkan Della sampai ke perguruan tinggi" ucapa Rini kembali


"injih mbk,Mira terimakasih sekali,dan maaf Mira harus ngerepotin mbk dan mas untuk merawat Della" ucapa Miranti

__ADS_1


"iya Ndak papa, oh ya kapan kamu berangkate mir" tanya Rini


"besok Sabtu mbk"jawab Miranti


"Yo wes,kamu istirahat sana sekarang sudah malam,kasian Della itu sudah tidur" ucap rini


Miranti menggendong Della masuk kedalam kamar


Miranti merebahkan anaknya dan juga dirinya dia mengusap pelan pucuk kepala anaknya.


"nduk, kamu harus jadi anak yang kuat ya,semoga kelak kamu mendapat jodoh yang baik dan jodoh yang sayang kepadamu"ucap Miranti lirih


(ya Allah berikanlah kekuatan dan ketabahan untuk hamba agar hamba bisa melewati segala ujian-Mu) ucapa Miranti dalam hati.


diapun akhirnya mengikuti sang putri berkelana harta Karun di alam mimpi.


kini tiba saatnya Miranti berang ketempat sekolah khusus TKW.


dia nekat pergi mencari rezeky kenegri orang hanya dengan bermodalkan nekat dan keyakinan yang kuat.


sedangkan Della tinggal bersama bulek dan paklenya.


Della yang dulunya adalah anak yang ceria kini berubah jadi anak yang pendiam karena didikan keras dari bulek dan pakleknya.


Della tidak pernah punya waktu untuk bermain bersama teman sebayanya karena dia harus mengikuti bulek dan pakleknya pergi ke sawah, saat sebelum Della masuk sekolah dia selalu di bawa ke sawah alasannya adalah dia tidak ada yang menjaga.


dan saat di rumahpun della harus mengerjakan pekerjaan rumah meskipun itu untuk kebaikan Della di masa depan akan tetap semua pekerjaan berat juga di lakukan olehnya dan Della tak pernah mendapat jatah main dengan teman sebayanya.


Della tidak pernah keluar rumah dia hanya diam di dalam rumah saja bahkan keluar duduk di teras rumah pun tidak, karena bagi bulek nya tidak baik jika anak perempuan duduk di luar rumah sendirian. tidak hanya sendiri bahkan saat Della bermain bersama temannya di langsung di panggil dan di suruh pulang karena tidak baik anak perempuan kelayapan.


Della merasa hidupnya tak sama seperti dulu, dulu dia selalu bermain bersama teman sebayanya menghabiskan waktu masa kecilnya.


akan tetapi sekarang dia tinggal bersama bulek dan pak leknya waktu untuk bermainpun seakan tidak pernah ada untuknya.


Della sempat mendapat pukulan dari pak leknya karena sapu yang Della pegang tidak untuk menyapu lantai melainkan untuk mengusap kaca cendela rumahnya


disitulah pak leknya murka dia anggap Della tak niat menyapu lantai dan hanya bermain saja.


plak

__ADS_1


plak


"dasar anak gak tau diri disuruh bersih bersih malah mainan" bentak sang paman.


(lebih gampang paman dan bibi dari pada bulek pak lek)


"tapi paman, cendelanya kotor jadi Della bersihin hiks hiks" ucap Della yang sudah menangis


"alah alasan saja kamu"ucapa sang paman lagi


Della pun membersihkan rumahnya dengan perasaan sedih.


Della merindukan kebersamaan bersama dengan ayah ibunya.


akhirnya Della telah membersihkan pekerjaannya kini saatnya Della makan malam bersama paman dan bibinya.


saat Della tengah memakan makanannya sang bibi mengucapkan kata kata yang sungguh menyakiti hatinya.


"Della kamu harus nurut sama paman dan bibi ibu mu itu menitipkan kamu sama kami dan jangan coba coba membantah ucapan kami karena kami itu hanya numpang hidup disini mengerti" ucap sang bibi dengan pedas


"mengerti bibi" jawab Della dengan lirih


setelah makan malam sang bibi langsung menyuruh Della tidur karena tidak baik anak anak tidur terlalu malam.


"Del cepet tidur sudah malam, gak baik anak seusia kamu tidur terlalu malam"ucap sang bibi


"baik Bi" jawab Della


akhirnya Della masuk kedalam kamarnya dia langsung merebahkan dirinya, tapi Della tidak tidur melainkan menangis merindukan ayah dan ibunya.


"ayah,hiks hiks ayah kemana hiks Della kangen ayah hiks hiks" ucap Della dengan tangis yang tak bisa di bendung


"ibu hiks hiks apa ibu sudah brangkat kerja hiks hiks kenapa ibu tidak pernah memberi kabar pada della hiks hiks Della kangen ibu" ucapa Della kembali tak terasa akhirnya Della tertidur setelah lelah menangis.


usia Della sudah lima tahun dan dia seharusnya masuk ke sekolah TK karena paman dan bibinya yang tidak mau jadi Della tidak di sekolahkan bibinya bilang lebih baik masuk SD dari pada membuang uang.


Della baik nurut pada paman dan bibinya dari pada dia terkena pukulan lagi.


Miranti ibunya Della sudah terbang kenegeri orang sejah enam bulan lalu dan dia sudah bisa mengirim sebagian gajinya untuk anaknya akan tetapi Della tidak pernah merasakan uang ibunya karena uang itu di kelola oleh bibinya dan naasnya uang kiriman dari ibu Della di nikmati sendiri oleh paman dan bibinya dan Della tak pernah tau itu yang Della tau bibinya pernah bilang jika ibunya ngirim uang hanya untuk makan dia sehari

__ADS_1


__ADS_2