TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
#kabar duka


__ADS_3

sepuluh tahun sudah sang ibu meninggalkan della kini della sudah menginjak usia 19 tahun di usia itu della di tuntut harus bekerja sendiri demi memenuhi semua kebutuhannya, della tidak pernah mengeluh dengan semua itu dia hanya bersyukur karena tuhan masih memberikan usia yang panjang dan fisik yang sehat.


malam itu della pulang dari tempat dia bekerja,della kerja di sebuah toko swalayan yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tempat dia tinggal.


saat tiba di rumah dia sudah melihat paman dan bibinya menangis di situ juga sudah ada bu rum, della mendekat dan bertanya kepada paman dan bibinya, kenapa mereka sampai menangis seperti itu.


"assalamualaikum paman,bibi della pulang" salam della saat hendak masuk rumah


"wa'alaikumsalam della" saut bibinya dengan suara seraknya


"lhoo bibi kenapa bibi menangis,apa terjadi sesuatu sama bibi"


" bu rum kok juga ada disini" ucap della merasa heran


"hiks hiks della kamu yang sabar ya nduk" ucap sang bibi


"sabar?, maksud bibi? ada apa ini bi?" ucap della dengan berbagai macam pertanyaan


kini bukan sang bibi yang menjawab melainkan bu rum yang dari tadi hanya diam saja


"della, maaf nduk bu rum kesini membawa berita duka" ucap bu rum


"berita duka apa bu rum?" tanya della


" barusan bu rum dapat telpon dari tempat kamu kerja katanya ibumu mengalami kecelakaan dan tak bisa di selamatkan lagi nduk"ucap bu rum.


" nggak, nggak mungkin bi yang di ucapkan bu rum gak bener kan bi? ibu pasti baik baik saja di sana kan"ucap della dengan air mata yang mulai membasahi pipi


"itu semua benar nduk, dan dua hari lagi jenazah ibumu akan tiba disini" ucap bibinya


"nggak bi,pasti bibi bohong kan, ibu sudah janji sama della kalau ibu akan pulang bi, hiks hiks hiks ibu hiks hiks gak mungkin ibu ninggalin della bi hiks hiks" della langsung pingsan karena merasa syok dengan kabar duka yang telah dia terima dia merasa sangat terpukul atas kepergian sang ibu pasalnya ibunya berjanji akan pulang menemui della dan akan mendengarkan semua cerita dari della dan kini tuhan berkata lain sang ibu telah berpulang kerumahnya yang sesungguhnya.

__ADS_1


dua hari telah berlalu.


pagi ini della beserta yang lainnya menunggu kedatangan ambulance yang mengantarkan jenazah sang ibu, della masih tidak percaya dengan ini semua seakan ini semua hanya mimpi, mimpi buruk yang harus dia lewati, sayangnya semua ini nyata della merasa dunianya sudah mulai gelap karena cahaya yang selama ini dia nantikan telah padam untuk selamanya.


mobil ambulance tiba di depan rumahnya dan para tetanggapun ikut menggotong jenazah sang ibu untuk di bawa, della menangis histeris karena kehilangan sosok ibu yang amat di sayangi dan juga dia rindukan.


"hiks hiks hiks ibu bangun bu, jangan tinggalin della hiks hiks ibu bangun hiks ibu pernah bilang kalau ibu ingin mendengarkan cerita della ibu bangun hiks hiks ibuuuuu" tangisan pilu sorang gadis yang di tinggalkan sang ibu untuk selama lamanya, hanya kenangan yang masih tersimpan di ingatannya.


setelah memakamkan sang ibu della tetap berada di di lam kamarnya dia enggan untuk keluar karena dia masih merasa sedih dengan kepergian sang ibu yang terlalu cepat menurutnya.


kini della hanya bisa memandang dan memeluk foto sang ibu,


"hiks hiks ibu kenapa ibu cepat sekali ninggalin della hiks hiks"


" apa ibu tau, della nyesel bu dengan semua ini, jujur della berharap suatu hari nanti saat della menikah ibu yang akan memuji kecantikan della dan saat ibu tua nanti della ingin sekali merawat ibu hiks seperti ibu merawat della saat della kecil hiks, tapi tuhan telah memanggil ibu terlebih dahulu hiks ibu maafin della belum bisa berbakti pada ibu" ucap della sambil memandangi foto sang ibu.


tujuh hari telah berlalu


karena perubahan itu della di pecat dari pekerjaannya karena di anggap tidak serius dalam bekerja.


della berjalan pulang dengan membawa uang pesangon terakhirnya dari tempat dia kerja.


sampai rumah paman dan bibinya merasa heran tumben jam segini sudah pulang.


"tumben dell jam segini kamu sudah pulang?" tanya sang bibi


"maaf bi, della di pecat" della menjawab sambil menunduk


"apa, kenapa sampai di pecat dell" ucap sang bibi


"karena ini salah della bi, della gak serius bekerja" ucap della pelan

__ADS_1


"dell ikhlaskan ibu mu dia sudah tenang di sisi allah biarkan dia bahagia di sana dell" ucap sang bibi


"iya bi, akan della coba untuk mengikhlaskan ibu" ucap della dengan air mata yang mulai keluar.


"terus apa rencana kamu sekarang, gak mungkin kamu gak kerja dell," ucap sang bibi kembali


karena bibinya sudahbtidak ingin membiyayai hidup della lagi, semenjak meninggalnya ibu della sang bibi merasa repot karena untukenhidupi dia dan suami saja masih merasa kurang apalagi harus menghidupi della.


"della akan mencari kerja fi kota bi" ucap della tiba tiba


"kamu serius dell"


"iya bi mungkin della akan berangkat ke kota minggu depan bi" ucap della kembali.


jujur saja sang bibi merasa senang karena akan terlepas dari tanggung jawab karena della memutuskan untuk pergi ke kota dengan begitu dia hanya akan memikirkan gimana cara menghidupi suaminya saja.


"dell jangan lupa kirim bibi uang ya kalo sudah dapat kerja di kota" ucap sang bibi tiba tiba


"iya bi, della akan mengirim uang untuk paman dan bibi di sini" ucap della


"ibu della memutuskan untuk pergi kerja di kota, ibu doain della ya semoga della cepat dapat pekerjaan di sana, san semoga ibu bangga pada della bu della sayang sama ibu" ucap della lada foto sang ibu


dan tiba tiba saja della teringat dengan sang ayah.


"ayah, ayah di mana della rindu dengan ayah, apakah ayah bahagia dan apakah ayah telah melupakan della"


della menangis dalam tidurnya mengingat saat bahagia bersama keluarganya bersama yah dan juga ibunya.


tak lama della sudah mengarungi mimpinya dia berharap di dalam mimpi itu dia bisa bertemu dengan sang ibu untuk mengurai rasa rindunya pada sang ibu.


della semoga kau hidup bahagia di masa depan nanti, semoga penderitaan tak menghampirimu dan jadilah gadis yang kuat yang bisa membanggakan orang tuamu, jadilah wanita yang tangguh untuk keluargamu kelak

__ADS_1


__ADS_2