TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
rencana perjodohan


__ADS_3

selesai makan siang mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga,mereka sesekali bercerita tentang keseharian mereka saat asik bercerita sambil nonton tv tiba tiba eyang ngomong yang membuat rio dan juga della kaget.


"rio,della" panggil eyang


"iya eyang" jawab mereka berdua


"bagai mana kalau kalian berdua menikah" ucap eyang


"apa?menikah" ucap mereka berdua


"iya menikah" ucap eyang lagi


"tapi kan eyang,rio kan masih pengen sendiri dulu,dan eyang juga memberi kesempatan rio untuk cari calonnya kan" bantah rio


"iya,tapi mana rio man?,ini sudah lebih dari waktu yang sudah di tentukan dan kamu juga setuju dengan calon pilihan eyang" ucap eyang


"tapi eyang"


"tidak ada topi tapian,pokoknya kamu harus menikah dengan gadis pilihan eyang" tegas eyang

__ADS_1


"baiklah asal eyang bahagia apapun akan rio lakukan" ucap rio pasrah


"gitu dong itu baru cucu kesayangan eyang"


"bagai mana della apakah kamu mau menikah dengan cucu eyang ini" tanya eyang pada della


"maaf eyang,apakah della patas eyang,eyang kan tahu sendiri kondisi della seperti apa" ucap della ragu


"kamu pantas nak sangat pantas karena kamu anak baik,della eyang tak memandang kamu dari kasta mana yang penting itu hati nak,jika dia baik kenapa tidak" ucap eyang meyakinkan


"baiklah eyang asl eyang bahagia apapun akan della lakukan" ucap della


"baik eyang" ucap mereka berdua


di tempat lain dear sebuah desa sepasang suami istri tengah kebingungan karena mereka merasa sumber uang mereka sudah tidak ada,ingin bekerjapun mereka sangat malas,male dengan rasa capek yang membuat badan menjadi remuk,dan selama ini mereka akan hanya mengandalkan uang dari della dan jga uang pinjaman dafi juragan tanah itu dan saat ini mereka tengah kebingungan ingin meminjam uang ke pada siapa adapun yang meminjamkan akan tetapi mereka akan menjaminkan apa apakah mereka akan membuat rumah itu jadi jaminannya.


"pak,gimana ini pak ibu pengen bell perhiasan lagi pak" ucap sang istri


"bu,sudahlah kita ini sudah tidak punya apa pa lagi sumber keuangan kita sudah lenyap di bawa orang" ucap sang suami

__ADS_1


"bapak pinjam kek ke juragan baron lagi" ucap sang istri


"terus kita akan menjaminkan apa, rumah ini?" tanya sang suami


"itu juga tak masalah,toh rumah ini kan punya mendiang adil kamu" ucap enteng sang istri


"terus jika kita tidak mamou bayar lagi rumah ini di kita kita mau tinggal diman" ucap sang suami lagi


"mending ibu bu aja itu perhiasan kamu itu buat makan kita sehari hari"


"enak aja ya gak bisalah nanti gi mana kata teman temankau jika perhiasanku di jual," tolak sang istri


"terus mau gi mana lagi bu,kita mau makan apa jika tak punya uang jala. satu satunya ya jual perhiasan kamu itu,apa kamu mau memanfaatkan si della lagi" ucap sang suami


"pak dia itu kan keponakan mu masak dia gak ngasih uangnya ke kamu sebagai pamannya"


"kamu jangan berharap pada della lagi sekarang bu,apa kamu lupa perkataan lelaki itu tempo hari bahwa dia tidak akan membiarkan della bertemu dengan kita lagi" teman suaminya


dan akhirnya mereka berdebat cuma gara gara tak memiliki uang dan tak ada niatan untuk mencari pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2