
sudah satu Minggu sejak Della sakit dan kini Della sudah kembali ke rutinitas seperti biasa pergi sekolah saat pagi dan pergi ke kebun setelah pulang sekolah begitu terus setiap harinya,Della tak pernah mengeluh capek karena Della melakukan itu bersama dengan teman yang lain jadi itu sudah menjadi kesenangan tersendiri untuknya.
hari ini Della berangkat sekolah seperti biasa dan mengikuti pelajaran Della termasuk anak yang pandai di kelasnya dan dia selalu mempunyai teman teman yang baik.
sore ini ada seseorang yang datang ke rumah Della...
"assalamu'alaikum Bu" ucap orang tersebut.
"wa'alaikumsalam siapa?" saut bibi Della..
"saya rum Bu, mau ngasi kabar ada telpon dari ibunya Della" ucap orang itu yang bernama Arum
."iya nanti tak kesana" ucap bibi Della
"njjeh Bu, oh ya nanti sekalian Della di bawa ya soalnya tadi bilangnya gitu" ucap rum
"iya sudah nanti sehabis magrib s saya datang" ucap bibi Della.
" ya sudah kalo saya permisi dulu Bu assalamu'alaikum" pamit rum
"Yaya wa'alaikumsalam"...
sang bibi langsung masuk ke dalam rumah di dalam ada suami yang sudah menunggu.
."siapa Bu?" tanya sang suami
" yu rum, dari kampung sebelah" ucap sang bibi
" ada perlu apa kok sore sore datang kesini" ujar sang suami
" dia cuma bilang kita nanti suruh kesana karena ibunya Della nelpon"
"ooh kirain, oh ya tumben ibunya Della nelpon apa dia mau kirim uang lagi sudah lama dia gak kirim uang" ucap sang suami
"iya juga, sudah lama dia gak kirim uang, memangnya kita menghidupi anaknya gak pakek uang apa bikin repot saja" ucap sang bibi jengkel pasalnya ibunya della sudah beberapa bulan ini tidak pernah mengirim uang lagi jadi paman dan bibi Della sudah tidak punya uang lagi padahal uang hasil taninya cukup untuk memberi makan Della.
mereka merasa terbebani dengan adanya della di sisi mereka.
mereka telah tiba di rumah bu rum dan kini mereka sedang berbincang sembari menunggu telpon dari ibunya della.
gak lama suara telpon berbunyi bu rum langsung mengangkatnya.
__ADS_1
" halo assalamu'alaikum" salam bu rum
"wa'alaikumsalam yu rum ini mira" jawab mira di seberang sana
"iya mir, ini kakak mu sudah di sini bersama della juga" ucap bu rum
"iya yu, maaf merepotkan yu, mana mbk rini yu mira pengen ngomong sebentar" ucap mira pada bu rum
" rin adikmu pingin bicara" panggil bu rum pada rini
"baik yu" rini langsung menghampiri bu rum dan mengambil tlpknnya
"halo mir" sapa rini pada mira
"halo mbk rin,gimana kabarnya mbk" ucap mira
"kabar semua baik baik saja mir, kamu sendiri gimana" ucap rini
"mira juga baik mbk, oh ya mbk maaf ya beberapa bulan ini mira gak pernah masih kabar dan juga gak kirim uang buat della, mira disini habis kena musibah mbk" ucap mira menjelaskan
"iya mir gak apa apa kamu disana hati hati ya mir, keluarga disini selalu mendoakan mun mir" ucap rini
"oh ya mbk mana della, mira kangen sama della mbk" ucap miranti
della dengan antusias menghampiri budhenya dan mengambil telponnya
"assalamualaikum ibu" ucap della dengan nada lirih menahan air matanya
"wa'alaikumsalam sayangnya ibu, gimana kabarnya nak" ucap mira juga menahan air matanya
"della baik ibu, ibu gimana kabarnya" ucap della
"ibu juga baik nak" ucap mira
"hiks hiks hiks" akhirnya tangis della pecah karena della sudah sangat merindukan sang ibu
"kenapa sayang, kenapa della menangis nak" ucap mira pada della
"della kangen sama ibu hiks hiks, della pengen di peluk ibu lagi hiks"
"sabar ya sayang ibu usahakan untuk pulang agar ibu bisa memeluk della lagi" ucap sang ibu
__ADS_1
"bener ya bu hiks, della tunggu ibu pulang" ucap della dengan sedikit lebih tenang
"iya nak, ya sudah della baik baik di sana ibu mau kerja lagi ya, oh ya tolong telponnya kasih ke bibi nak ibu mau bicara sebentar"
"baik ibu" della langsung memanggil sang bibi dan memberikan telponnya ke sang bibi
"halo mir" ucap rini
"iya mbak, mira sudah kirim uang di rekening mbk, semoga itu cukup untuk beberapa bulan ke depan ya mbk, soalnya mira gak bisa selalu bisa keluar mbk" ucap mira
"iya mir gak apa apa" ucap rini, padahal dia kegirangan karena dapat uang kiriman dari adiknya dengan begitu dia bisa berbelanja apa saja keinginannya tanpa harus menghabiskan uangnya sendiri,
"ya sudah mbk mira mau lanjut kerja dulu, kalian jaga diri ya" pamit mira
" iya mir kamu juga hati hati di sana, jagan lupa sempatkan beri kabat pada kami ya" ucap rini
"iya mbk, ya sudah ya assalamualaikum" pamit mira
"waalaikumsalam mir" jawab rini
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang setelah membayar uang ongkos nelpon.
sampai di rumah della langsung masuk dalam kamarnya untuk lanjut belajar sementara paman dan bibinya masih berada di teras rumahnya.
"mas tau nggak, mira akhirnya mengirim uang lagi " ucap rini pada sang suami
"benarkah itu, akhirnya kuta bisa beli apapun yang kita mau" ucap sang suami
" iya mas untuk si della, dia kan bisa cari uang sendiri dari menjual lagi bakar yang dia cari itu, " ucap rini
jadi selama ini della membayar uang sekolahnya dengan hasil menjual kayu bakar yang selama ini dia cari dan uang kiriman dari ibunya di habiskan sendiri oleh paman dan bibinya karena mereka merasa uang itu pantas untuk mereka karena della sudah tinggal bersama mereka selama bertahun tahun.
dan selama hidup bersama paman dan bibinya della tak pernah sekalipun tersenyum karena mereka selalu di caci maki oleh bibinya mereka menganggap della sebagai beban hidup mereka padahal apapun della lakukan sendiri tak pernah sekalipun dia meminta pada sang bibi atau pamannya.
della hanya bisa bersabar menunggu kepulangan sang ibu agar dia bisa mencurahkan rasa rindu yang selama ini dia pendam.
Della juga hanya bisa berdoa semoga sang ibu baik baik saja di sana.
harapan della hanya kepada sang ibu saja karena ayahnya sudah tak pernah mengingatnya semenjak dia menikah kembali.
sejujurnya della amat sangat merindukan sang ayah akan tetapi dia gak pernah tau di mana sang ayah tinggal , della rindu dengan belaian sang ayah, rindu dengan dongengan sang ayah yang selalu bisa membuat diatertawa lepas tanpa beban.
__ADS_1
"tuhan semoga ayah dan ibu baik baik saja, lindungi mereka tuhan, karena aku sangat menyayangi mereka" itulah doa della saat della merasa rindu pada ayah dan ibunya.