
malam kian larut dengan rasa kesal yang menyelimuti hati Sisilia langsung pergi ke apartemen miliknya yang di belikan oleh seseorang, hanya dia dan orang itu saja yang tahu bahasa Sisilia memiliki sebuah apartemen.
kini Sisilia tengah asik bercumbu dengan seorang pria dia melepaskan kekesalan dengan bermain asik dengan seorang pria.
"dad, suasana sekali sih menaklukan satrio"
"sisil sayang kamu harus terus lakukan apapun cara agar pria itu bertekuk lutut di hadapan mu kalau perlu" sambil melihat Sisilia dengan penuh nafsu
"daddy ngapain liatin sisil kaya gitu"
"ayolah, masa kamu gak ngerti si"
tanpa pikir panjang mereka langsung saja melakukan hubungan itu di ruang tamu.
satu jam mereka berhubungan mereka langsung membersihkan diri di kamar mandi.
"daddy sisil suka dengan permainan daddy"
"ok, lain kali kita lakukan lagi, sekarang tugasmu hanya membuat lelaki itu di bawah kendalimu"sambil memberikan suatu barang pada sisil.
" apa ini dad? "
"itu hanya obat yang akan membuat lelaki itu bertekuk lutut di bawah kakimu"
tanpa mereka sadari bahwa percakapan mereka di dengar oleh seseorang yang sudah menaruh penyadap suara.
tahukah di mana penyadap itu tersimpan.
__ADS_1
penyadap itu ada di ponsel milik sisil karena satrio tahu benda yang tak dapan lepas dari sisil adalah ponsel. dan penyadap itu berbentuk manik manik yang hampir sama dengan manik manik ponselnya hingga memudahkan satrio untuk menaruh alat penyadap itu.
apakah ada alat penyadap sekecil itu? othor sendiri juga tidak tahu pasalnya itu hanya imajinasi othor sendiri.
lanjut ke cerita
di lain tempat ada seorang pria dengan ketegasan dan ketampanan yang paripurna tengah merasa geram dengan apa yang ia dengar.
kenapa masih ada manusia selidik itu di muka bumi ini, kenapa manusia seperti itu tak langsung musnah saja ketika lahir.
sayangnya itu hanya keinginan pria itu saja realitanya di dunia banyak sekali berbagai macam variasi manusia.
tidak semua orang dapat di percaya termasuk diri sendiri.
pria itu lantas mematikan laptopnya akan tetapi sebelum itu dia telah menyimpan salinan percakapan tersebut.
"kita tunggu waktu yang tepat untuk kehancuranmu sisil"
Della dan satrio berkomitmen bahwa menikah cukup hanya satu kali maka jika sekarang belum saling jatuh cinta maka suatu hari pasti ada cinta di antara mereka.
cukup dengan selalu ada dan selalu mendukung satu sama lain. terbukti jika kini mereka saling jatuh cinta, bunga bunga yang semula hanya kuncup kini mekar meprlihatkan kelopak yang begitu indah.
satrio mamacu kendaraannya dengan kecepatan sedang ia yakin bahwa sangat istri juga pasti sangat merindukan dirinya.
"ah aku tak sabar ketemu dengan istriku,"
dengan pasti satrio menuju ke rumah yang di tempati Della. dia rasanya sangat rindu sekali sudah beberapa hari ini dia tak datang menemui istri tercintanya itu.
__ADS_1
sampai di depan rumah minimalis satrio langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah.
"assalamualaikum, buk pak Rio datang"
"waalaikumsalam, hmmmmm nak Rio datang ayo masuk"
satrio lantas masuk dan kepalanya menoleh kiri dan kanan melihat itu pak munip paham apa yang sedang di cari oleh lelaki itu.
"Della lagi di belakang sama ibu, dia habis panen sayur di pekarangan belakang"
mendengar ada tamu bu sarti langsung kedepan melihat Siapakah tamunya sore ini.
"waaah ternyata nak Rio, tunggu ya ibu bikinin minum dulu"
bu sarti bergegas ke dapur untuk membuatkan minum satrio.
"nduk, ini kopi bawa kedepan ada tamu"
"siapa bu, tumben sekali sore begini ada tamu"
"sudah bawa saja nanti kamu juga tahu siapa tamunya"
Della lantas kedepan untuk menyajikan minuman yang tadi telah bu sarti buat melihat siapa tamunya Della lantas bahagia karena orang yang selama ini dia rindukan akhirnya datang menemuinya.
🌹🌹🌹🌹
Hai Hai maaf ya mak othor jarang up hehe...
__ADS_1
jangan lupa dukung emak terus ya..
like dan komennya jangan lupa ...