TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
entahlah


__ADS_3

della ke dalam ruangan satrio dengan wajah di tekuk karena jengkel dengan para stafnya,saat masuk della tak menyapa suaminya alhasil sang suami tak menyadari jika della sudah masuk dalam ruangannya.


della hanya dian tak bersuara saat satrio selesai mengecek berkasnya dia kaget karena istrinya sudah berada di ruangannya dengan wajah yang tak bersemangat.


"lho del kok kamu sudah sampai dari kapan"


"dari tadi"


"kok kayak gak bersemangat gitu ada apa"


"kesel sama pegawaimu"


"siapa yang mana"


"semuanya"


"hmmmm,oh ya kamu sama silsil itu apa hubungannya"


"silsil siapa?"


"itu yang kemaren ada di sini"


"ooh sesilia,dia itu teman ku waktu kuliah emang kenapa"


"kayaknya dia cemburu tu kamu menikah sama gadis kampung kayak aku"


"siapa yang bilang"


"banyak,tapi bener si kata mereka kalau kamu itu cocoknya sama dia bukan sama aku,kalau aku lebih cocok jadi babu"


"memang siapa yang bilang jika dia yang lebih pantas dan bukan kamu hmmmm"


"mereka semua"

__ADS_1


"mereka siapa"


"para pegawaimu tadi bisik bisik begitu"


"kalau bisik bisik kok kamu bisa dengar"


"khan telinga aku tajam"


"hmmmm,lebih baik kita makan aja aku sudah lapar"


"oh iya ayuk"


akhirnya mereka memilih makan dari pada terus membahas masalah calon pelakor yang sebenarnya sudah mulai masuk jadi pelakor.


selsai makan siang della tidak di ijinkan pulan oleh satrio dia di minta untuk menemani satrio sampai jam pulang kantor.


"mas,nanti mang ujang nungguin kan kasian"


dan di sinilah della di ruang istirahat suaminya dia merasa bosan tak melakukan apapun, della.merasa sejak dia menikah dengan satrio hidupnya berubah total dari della yang selalu apa apa sendiri sampai jadi della yangnsudahnberubah jadi seorang putri yang selalu di layani.


"huuuuuuft,sudah terbiasa melakukan apapun sendiri sekarang apapun di layani,coba aja punya rumah sendiri khan jadi bebas"


"kamu mau kita punya rumah sendiri"


"iya,eh mas kapan kamu masuknya"


"tadi saat kamu bilang pengen punya rumah sendiri"


"sebenernya si iya karena sudah terbiasa melakukan apapun sendiri jadi gak enak jika terus di layani tapi, jika punya rumah sendiri kasian eyang tidak ada yang menemani"


"gapapa kan eyang ada mbok sum"


"iya tetap saja mbok sum juga sudah tua membiarkan dua orang tua tanpa orang muda itu gak tenang mas takut terjadi apa apa"

__ADS_1


"ya sudah kita pulang yuk sudah hampir malam"


"eh yang bener" della melihat jam yang berada di hp nya benar saja hari sudah mulai gelap karena keasikan nonton drakor jadi gak ke ingetin waktu.


mereka pulang ke mansion berdua tanpa sopir karena satrio ingin merasakan momen berdua dengan istrinya.


"dell,kamu gak kepikiran buat kuliah"


"sejujurnya pengen si mas tapi karena gak ada biaya jadi gak kuliah"


"hmmmm sekarang kan kamu sudah punya suami jadi kamu mau gak lanjut kuliah"


"mau,tapi untuk biayanya gimana"


"della sekarang kan kamu istri aku jadi semua kehidupan kamu dan kebutuhan kamu sudah jadi tanggung jawabku termasuk biaya kuliah kamu"


"beneran mas,makasih ya mas"


della merasa senang akhirnya keinginannya untuk jadi sarjana terwujud dan dia bisa memenuhi janji pada mendiang sang ibu bahwa dia kan jadi sarjana.


"kamu mau ambil jurusan apa"


"belum tau si mas karena aku hanya ingin jadi sarjana"


"gimana kalau kamu kuliah jurusan bisnis saja kan kamu bisa nadia sekertaris ku atau jadi asisten pribadiku"


"terserah mas aja,kan yang bayar kuliahnya mas rio"


"ok,akan akuburus semuanya"


lama di perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion kedatangan mereka sudah di sambut oleh eyang ratih.


mereka langsung masuk dan langsung menuju kamar untuk membersihkan diri setelah itu lanjut makan malam.

__ADS_1


__ADS_2