
satrio dan Della merasa kaget kenapa orang tua tak bisa melindungi anaknya mereka bilang tak tega akan tetapi mereka malah mendorong anaknya ke dalam jurang yang dalam dan bahkan mereka menggali lubang kembali sungguh tega mereka membuat anaknya sebagai jaminan hutang.
"memang bapak dan ibu memiliki hutang berapa pada juragan teh itu"
mereka mengjela nafas dalam seakan enggan untuk memberi tahu nominal hutang yang mereka miliki.
"pak, bu, tolong jawab pertanyaan dari suami mbk Della bapak dan ibu memiliki hutang berapa sehingga kalian tega menjadikan aku sebagai jaminan hutang kalian"
mendengar putrinya berkata seperti itu merasa sakit dalam hati mereka jujur saja mereka tak pernah mau untuk menjadikan anak mereka sebagai jaminan hutang.
"ningsih kami tidak pernah menjadikan kamu sebagai jaminan hutang kami nak"ucap pak rt
" lantas sebagai apa pak, sudah jelaskan hutang bapak sama ibu akan lunas jika aku mauenikah dengan anaknya juragan teh itu, dan itu sama saja dengan kalian menjadikan aku sebagai jaminan hutang kalian dan itu sama saja dengan kalian telah sudah menjual anak kalian sendiri"
"ningsih bapak dan ibu bingung mau bayar hutang itu dengan cara apa, ningsih tolong mengerti ke adaan bapak dan ibu"
ayah dan anak itu terus berdebat hingga tiba tiba ada satu makhluk Allah yang membawa rombongan datang ke rumah pak rt.
dengan ke angkatan dan kesombongannya dia berteriak.
"pak rohmat mobil siapa itu di luar"
dengan tak sopannya dia masuk rumah pak rt langsung duduk tanpa di persilahkan bahkan kakinya sudah diam santai di atas meja.
"maaf itu mobil saya" ucap satrio
"oh, itu mobil kamu berapa harganya" tanpa malu langsung menanyakan harga
"oh, murah kok"
saat mendengar kata murah dia langsung sumringah jadi dia bisa membeli mobil itu dengan harga sangat rendah.
"memangnya berapa"
"apa, kok mahal katanya murah"
"ya memang murah, kenapa sih nanyain harga mobil, mau beli? "
"iya tapi mahal, beli mobil kamu aja gimana?
" emang mau kamu beli berapa? "
"50 juta"
"murah banget, gak gak bisa enak aja mobilku gak di jual"
__ADS_1
merasa gak puas dengan perkataan satrio anak juragan teh yang biasa di panggil tejo itu langsung menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan rumah pak rt.
"lho lho tejo kok rumah saya yang di hancurkan"
"biar pak, biar dia tau rasa dan juga ini juga peringatan untuk pak rt agar cepat melunasi hutangmu"
"ok, kamu yang bernama tejo tolong hentikan"
"tidak mau"
"kalau kamu tidak mau maka jangan salah saya"
"memang kamu mau apa hah"
tejo tidak tau kalau di luar sudah ada empat mobil yang di kendarai anak buah satrio.
"baik jika mau lihat, kalian masuklah dan ringkus mereka semua"
tak lama anak buah satrio masuk dan langsung meringkus tejo beserta anak buahnya.
tejo yang melihat anak buahnya kalah jumlah merasa kaget.
"lho kok kalah, harusnya gak gini, haaaaa dady tolong tejo dady"
"kamu, panggilkan orang tua tejo sekarang juga" ucap satrio pada salah satu anak buah tejo
"mau apa kamu panggil dadyku"
"mau beli budak siapa tau bapakmu mau jual kamu pada ku"
"sialan kamu"
tiga puluhemit kemudian ayahnya tejo datang dan dia merasa geram karena anaknya yangenjadi tawanan orang.
"apa apaan ini kenapa anak saya di ikat begini"
"tanyakan saja pada anak bapak kenapa dia sampai di ikat begini"
"tejo apa yang kamu lakukan"
"tejo cuma acak acak rumah pak rt dad, karena orang itu tidak mau menjual mobilnya pada tejo"
merasa geram karena keinginan anaknya tidak di penuhi ayah tejo marah.
"heh kamu orang kota kan kenapa tak kau jula saja mobilmu pada anakku, "
__ADS_1
"memang mampu beli mobilku, memang sanggup"
"berapa harganya cepat katakan"
"1, 5 milyar"
"kur*ng aj*r kamu mauembodohi saya hah mana mungkin mobil jelek begitu sampai semahal itu, jangan macam macam kamu ya"
"ya memang harganya segitu kalau tidak percaya silahkan cari tahu di internet atau datangi saja tokonya"
"saya tidak mau tahu pokoknya mobil itu harus jadi milik anak saya, oh dan kamu rohmat mana kata kamu mau bayar hutangmu kamu sudah nunggak lagi ini"
mendengar ayahnya tejo mengkhawatirkan hutang satrio mengikhlaskan mobilnya mobil sedan warna hitam untuk membayar hutang pak rohmat mengingat dia sudah berjasa telah mauenerima satri dan istrinya di desa ini.
"begini saja bapak...... "
"ah diman panggil aku diman"
"Annisa pak dimana, begini saya akan berikan mobil saya yang warna hitam itu yang di bwah pohon mangga secara GRATIS pada anda tapi ada syaratnya"
melihat mobil yang di tunjuk satrio dia agakbtak menerima sebab dia menginginkan mobil yang di sebelahnya yang lebih terlihat berkelas. sebelum menjawab dia menoleh pada anaknya.
"bagai mana tejo apa kamu mau mobil hitam. itu"
"tak apa lah dad dari pada tejo tak punya mobil, lumayanlah dapat gratis"
"baik, memang apa syaratnya"
"mobil itu akan saya kasih ke anda secara GRATIS dengan syarat hutang pak rohmat lunas, dengan kata lain mobil itu sebagai penevus hutang pak rohmat"
"lho kok gitu"
"mau atau tidak"
"baiklah, dari pada harus beli mobil di toko pasti sangat mahal"
tak tau dari mana datangnya tiba tiba saja satrio sudah membawa kertas pena dan di kertas itu sudah terdapat materai.
"kalau gitu pak diman ttd di atas materai ini"
tanpa pikir panjang pak diman menandatangani surat itu tanpa curiga sedikitpun.
"sudah pak, jika sidak bapak dan anak bapak silahkan pergi dan ini kunci mobil beserta STNK nya silahkan di bawa"
pak di. an dan tejo langsung bergegas pulang membawa mobil pemberian dari satrio, walaupun tak sesuai dengan apa yang di inginkan akan tetapi dia merasa puas karena mendapat mobil bagus dan mewah.
__ADS_1