
sisil yang melihat satrio sudah sampai di kantornya dia langsung berjalan menuju ruangan satrio dengan pakaian yang seksi dan belahan dada yang rendah sehingga memperlihatkan dua pepaya yang sangat menggiurkan.
Sisilia sengaja berpakaian layaknya wanita penghibur demi bisa mendapatkan satrio.
dia merias wajahnya dengan lipstik yang begitu merona.
sampai di depan pintu ruangan satrio Sisilia langsung mengetuk pintu.
tok
tok
tok
"masuk"
"pagi Rio, apakah kamu begitu sibuk"
"tidak terlalu, ada apa kau menemui ku"
"ah tidak, aku hanya ingin tau keadaanmu, aku dengar istrimu menghilang, apakah sudah di temukan"
"entahlah sil, rasanya aku ingin menyerah, aku sudah mengerahkan seluruh anak buahku dan aku sudah mencari keseluruhan penjuru kota bahkan di tengah hutan sekalipun akan tetapi istriku tak juga ku temukan"
bagaikan mendapat emas sisil akan terus mendekati bahkan dia akan merayu satrio karena sisil yakin satrio sama dengan pria di luaran sana yang akan mudah tergoda oleh kemolekan tubuhnya.
jika perlu sisil akan melakukan cara yang kotor supaya bisa mendapatkan satrio.
__ADS_1
"bersabarlah Rio mungkin saja suatu saat nanti istrimu akan segera kembali, aku akan selalu ada untuk menghiburmu"
"terimakasih sil, aku memang butuh teman untuk saat ini"
"kamu jangan sungkan untuk memanggilku di saat kau sedang butuh teman"
########
saat sore hari saat pulang kantor satrio menghampiri istrinya di rumah bu sarti, untuk memastikan bahwa istrinya baik baik saja.
"assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam, mas kamu sudah pulang"
"iya sayang, mas rindu sama kamu"
"mas akan selalu merindukan mu sayang, karena tanpamu semenit saja sama dengan satu bulan"
"gombalnya mas tolong di kondisikan"
mereka mengobrol ringan sampai menjelang waktu makan makan malam.
tinggalah satrio sendiri bersama pak munip yang tengah asik ngobrol tentang pekerjaan, sedangkan para wanita sedang menyiapkan makan malam.
"pak, nak Rio mari sini makan malam ngobrolnya di lanjut lagi nanti"
selesai makan malam satrio memutuskan untuk pulang, karena demi membongkar kasus penculikan sangat istri dia harus rela jika berjauhan dengan sang istri walau dalam hati sangatlah berat sebab tak lagi memeluk sangat istri saat tidur nanti.
__ADS_1
"bu, pak aku pulang dulu ya, aku juga nitip Della sama bapak dan ibu"
"iya nak, kamu tenang saja nak Della pasti aman bersama kami"
"mas pulang dulu ya sayang, assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
sampai di rumah satrio di suguhkan dengan kehadiran wanita tak ingin dia temui, ya Sisilia datang kerumah satrio dengan berdandan sangatlah cantik dan berpakaian kurang bahan sedikit.
"Hai Rio, bukannya kamu sudah pulang dari tadi sore kenapa beru sampai"
"oh Hai, aku habis dari rumah kawan, kami keasikan mengobrol hingga lupa waktu"
"oh apakah kau sudah makan malam"
"oh, sudah baru saja"
"yah, padahal aku kesini ingin mengajakmu keluar makan malam"
"sorry ya"
"gak papa kok lain kali kamu janji ya makan malam bareng aku"
satrio hanya mengangguk saja, jujur dia sebenarnya tak ingin mengiyakan ajakan wanita di hadapannya itu sekali lagi demi rencana untuk bongkar topeng dari wanita
cantik kayaknya sih.
__ADS_1
satrio memutuskan untuk masuk dalam kamarnya, sebenarnya satrio ingin membawa Della di mansion nya sendiri yang masih belum ada yang tahu letaknya di mana, akan tetapi itu akan semakin membuat curiga jika ada yang mengetahui Della lebih aman bersama si mbok sarti dengan membuat Della pura pura lupa ingatan sepertinya akan memepermudah usahanya untuk membongkar kejahatan Sisilia.