
saat ini hari yang di tunggu telah tiba karena hari ini adalah hari pernikahan della dan rio della menikah dengan menggunakan wali hakim karena tak dapat menemukan sang ayah.
"dell,kamu sekarang menikah menggunakan wali hakim tidak apa apa khan nak" ucap eyang pada della
"tidak apa apa eyang toh ayah juga gak tahu rimbanya" ucap della
della menggunakan kebaya pengantin warna putin di padukan dengan kain jarik segai bawahannya della terlihat cantik dan anggun apalagi dengan balutan make up yang tak terlalu menor membuat kecantikan della bertambah dua kali lipat.
tak lama di luar ada suara ketukan pintu meminta untuk segera keluar kamar karena acara ijab qobul akan segera di mulai
tok
tok
tok
"buu acara akan segera di mulai silhkan mempelai wanitanya untuk di bawa ke tempat acara" art yang di tugaskan untuk memanggil mempelai wanita
della di dampingi oleh eyang ratih trun dari tangga semua mata tertuju pada sosok cantik bak bidadari yang terlihat anggun dan juga elegant dari semua mata yang memandang ada sepasang mata yang tak henti untuk memandang karena kecantikan dan keanggunan yang terpancar.
__ADS_1
"luar biasa cantik" gumam pria itu yang tak lain adalah calon mempelai pria.
"sudah nak satrio mandangnya nanti lagi kalo sudah sah" ucap pak penghulu
"ah iya maaf pak" ucap rio
"bagai mana sudah bisa di mulai nak satrio" tanya penghulu kembali
"oh bisa pak bisa silahkan" ucap rio
"baik to long jabat tangan saya" tak menunggu lama rio langsung menjabat tangan penghulu dan penghulu langsung mengucapkan ijab qabulnya
dan akhirnya mereka berdua telah sah menjadi sepasang suami istri setelah ijab qabul itu sepasang pengantin hari itu mendapat wejangan yang bermanfaat untuk bekala masa depan rumah tangga mereka
"nak satrio dan nak della kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri bapak minta jika ada masalah kedepannya kalian hadapi dengan kepala ding in dan jika salah satu dari kalian menjadi api salam artian sudah ada masalah ayah sedang maraj maka yang satunya varus bisa jadi air untuk bisa meredam kemarahan tangan sampai dua duanya jadi api manan masalah itu tidak akan pernah terselesaikan" ucap pak penghulu
"dan lagi temanilah pasangan kalian saat suka maupun duka saat sudah ataupun senang dan saat kaya ataupun miskin karena sejatinya rezeki sudah di atur oleh than tinggal kita yang harus berusaha mencarinya,kalian pada kan" imbuh pak penghulu
"paham pak,terimakasih sudah memeberi wejangan yang bermanfaat untuk bekal kami" jawa rio
__ADS_1
"sama sama nak satrio,dan alahamdulillah jika kalian sudah mengerti apa yang bapak katan,kalau begitu bapak pamit undur dari dulu" pak penghulu langsung pergi.
dalam benak mereka,mereka akan selalu mengingat perkataan pak penghulu tadi.
di hari bahagia ini tiba tiba della menagis,dia menagis bukan karena pernikahannya melainkan di hari bahagia ini seharusnya dia memeluk sang ibu untuk berbagi kebahagiaan akan tetapi sang ibu lebih memelih pergi menhadap sang pencipta.
"hiks hiks" tangis della pecah kala mengingat sang ibu
"dell kamu kenapa apa aku berbuat kesalhan" tanya rio pada della
"ada apa della kenapa kamu menagis,apakah kamu tidak bahagia" kali ini sang eyang yang bertanya
"bukan della tidak bahagia eyang,della tanya rindu ibu hiks seharusnya ibu ada disini bersama della berbagi kebahagiaan bersama kita semua hiks" ucap della
"sudah nak kamu harus sahar,ibu kamu di atas sana pasti tengah melihat anaknya yang saat ini telah bahagia bersama keluarga barunya dan pasti ibu kamu juga ikug bahagia jika kamu juga bahagia" ucap sang eyang
"terimakasih eyang sudah mau menerima della menjadi bagian keluarga ini della sangat bahagia" ucap della sambil memeluk eyang ratih
"ibu della sudah menikah bu restui della ya dan doakan della semoga langgeng sampai maut memisahkan" ucap della dalam hati.
__ADS_1