
ningsih adalah gadis yang masih berusia 22 tahun lebih tua dua tahun dari della gadis itu tamatan sma dia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena kendala biaya sebenarnya ningsih ingin melanjutkan kuliahnya akan tetapi ibunya melarang lawan tidak ada biaya dan yang sebenarnya adalah ibu ningsih melarang anaknya untuk melanjutkan kuliah karena ningsih adalah anak perempuan dan tugas anak perempuan hanya menikah dan mengabdi pada sang suami.
ningsih ingin sekali memberontak pada ibunya akan tetapi sang ibu akan selalu mengancam akan mengakhiri hidupnya jika ningsih memaksa akan pergi lanjut kuliah dia lebih suka anaknya berada di rumah dan tidak pergi kemana mana.
bayangkan saja jika ini terjadi pada kita apa yang kita rasakan saat ada dalam posisi ningsih di kekang bak terkurung dalam sangkar emas.
tak bisa bebas untuk meraih mimpi bahkan mimpi ningsih telah terkubur saat penolakan sang ibu untuk melanjutkan kuliah.
hari ini satrio berada di rumah pak rt dia merasa berterimakasih sekali karena sudah sudi menolong dia dan sang istri terutama pada mbok sarti dan suami sudah sudi menampung mereka.
"saya ucapkan terimakasih pada pak rt dan juga warga desa sini terutama pada mbok sarti sudah bersedia menampung dan menolong kami"
__ADS_1
"tidak apa apa nak Rio itu sudah tang jawab kami sebagai manusia yang harus saling tolong menolong"
di sisi rumah itu ada sepasang mata yang melihat satrio dengan tatapan kagum dia ingin sekali berlari dan duduk manja di sebelahnya dan mengungkapkan isi hatinya akan tetapi dia melihat gadis yang selama ini dia benci ada di sebelahnya.
alasan kenapa dia membencinya adalah karena dia merasa gadis itu lebih unggul dari segala hal bahkan kecantikannya tak bisa di bandingkan dengan gadis itu.
"kenapa sih dia yang harus jadi istrinya mas Rio kenapa bukan aku" ucapnya lirih
dia tidak menyadari jika ibunya mendengarkan apa yang dia ucapkan barusan.
"ibu, jika aku ingin mendapatkan lelaki seperti dia aku harus ke kota bu biar ada wawasan dan juga kenalan lelaki kaya"
__ADS_1
"memang kamu yakin jika suami si Della itu kaya"
"ningsih yakin bu soalnya di lihat dari tampangnya saja sudah tampan dan sepertinya dia perawatan"
"anak juragan teh juga tampangnya tampan ningsih kamunya aja yang sok sok an nolak"
ningsih tak menggibris ucapan ibunya, memang ningsih di jodohkan dengan anak dari juragan teh di desa ini dan dia juga anak dari orang terkaya di desanya akan tetapi kekayaannya tak ada apa apanya di bandingkan dengan satrio seorang pebisnis muda yang sudah naik daun (haish kayak artis aja).
sudah satu minggu satrio berada di desa kampung wangi dan satu minggu pula ningsih mencoba mendekati satrio, bahkan ningsih mendekati satrio secara terang terangan di depan Della.
Della paham dengan maksud ningsih yang setiap pagi dan sore selalu memberi makanan pada satrio.
__ADS_1
tindakan ningsih di ketahuilah oleh sang ibu dan juga sudah terbaca oleh satrio akan tetapi satri memilih diam karena masih tahan normal.
beda dengan ibunya ningsih dia langsung memberi ultimatum pada sang anak bahwa tindakannya itu adalah dosa merusak kebahagiaan orang lain adalah dosa besar.