
anak juragan teh itu sangat menginginkan mobil yang berada di depan rumah pak rt dan dia meminta pada sang ayah untuk mencari pemilik mobil itu untuk di beli karena dia tahu jika dia membeli di dealer harganya pasti sangatlah mahal jadi dia meminta kepada sang ayah untuk membeli mobil yang terparkir di halaman rumah pak rt dengan harga sangat murah.
"dad, ya beliin mobil itu dad" ucap anaknya
"tapi nak harga mobil itu sangatlah mahal daddy gak sanggup buat beli" ucap sang ayah
"mobilnya sudah di parkir di halaman rumah pak rt dad kita tinggal beli aja di orangnya "
"emang kamu tahu siapa orangnya dan apa boleh mobil itu kita beli"
"kalau tidak boleh kita ancam aja dad, anak buah daddy kan banyak"
mereka tidak tau jika masih ada tiga mobil yang menunggu tidak jauh dari rumah pak rt.
"kamu benar, hahahahaha"
sore hari itu satrio memboyong mbok sarti beserta suaminya untuk ikut tinggal bersama mereka di kota dengan rayuan dan bujukan akhirnya mereka mau ikut dengannya ke kota bahkan Della juga kan mengajak ningsih agar dia bisa melanjutkan kuliah dan bisa menggapai impiannya.
meskipun Della tau bahwa ningsih menyukai suaminya akan tetapi Della yakin bahwa ningsih bisa melepaskan rasa sukanya dan lebih fokus pada pendidikan dan masa depannya, karena sejatinya ningsih adalah gadis yang baik dan lembut.
"kita bawa serta ningsih ke kota"
"apakah kamu yakin sayang, apa kamu gak keberatan kamu tau sendiri kan ningsih itu sangat menyukai suamimu ini"
"iya mas aku tau, tapi aku yakin ningsih itu sebenarnya gadis yang baik"
"ya sudah kita ajak serta dia"
__ADS_1
setelah siap semuanya della dan suaminya langsung bergegas pergi tak lupa juga dia mampir ke rumah pak rt untuk pamit pulang serta juga meminta ijin untuk membawa ningsih ke kota agar dia juga mempunyai pengalaman dan juga dapat mengejar mimpinya.
"assalamualaikum pak"
Wa'alaikumussalam oh nak satrio sudah mau pulang?"
"iya pak saya kesini mau pamit dan terimakasih untuk semuanya"
"iya nak gak papa itu sudah kewajiban manusia untuk saling menolong"
"oh ya pak maksud kedatangan saya bukan hanya sekedar pamit ke bapak dan ibu saya juga ingin meminta ijin untuk membawa ningsih ikut serta bersama kami"
ningsih yang mendengar itu langsung merasa bahagia dia merasa bahwa cinta ningsih telah di Terima.
"apa mas satrio serius ingin membawaku juga, apakah ini adalah jawaban yang kemarin"
ningsih yang mendengar itu menjadi terharu dia bodoh sekali telah menaruh hati kepada suami orang bukanlah di dunia ini masih banyak lelaki lanang sungguh bodoh sekali dia karena mencoba untuk menyakiti seorang perempuan yang sangat baik.
"hiks maaf mas, mbk hiks maafkan ningsih"
"ya sudah tidak apa apa untuk tawaran mas satrio apakah kamu mau ikut dengan kami ke kota"
"mau mbak ningsih mau sangat mau"
"tidak, ningsih tidak akan kemana mana dia kan tetap di desa ini"
"tapi bu ningsih ingin ke kota ibu hiks ningsih ingin melanjutkan kuliah ningsih, ningsih juga ingin meraih cita cita ningsih untuk jadi seorang dokter"
__ADS_1
"tidak ningsih, biaya kuliah di kota itu sangat mahal nak, bapak dan ibu tak memiliki uang sebanyak itu"
"tapi bu... "
"tidak sekali ibu bilang tidak, tidak"
ningsih hanya bisa menangis karena jujur dia merasa terkekang dia ingin melanjutkan kuliahnya dan meraih impiannya untuk menjadi seorang dokter, akan tetapi restu ibu juga ningsih perlukan karena jika sang ibu tak meridhoi maka Allah pun tak meridhoi.
"ehhhh maaf Bu pak jika masalah biaya tak perlu memikirkan itu saya yang akan menanggung sua biaya kuliah ningsih sampai dia jadi sarjana dan sampai dia menjadi seorang dokter"
mendengar penuturan itu sang ibu berfikir akan akibatnya jika ningsih tetap berangkat ke kota.
dia sudah terlanjur menjanjikan untuk menjodohkan ningsih dengan anak juragan teh.
"maaf nak satrio ibu tidak bisa mengijinkannya"
"apa alasan ini tidak memberi ijin,adalah biaya sudah di tanggung suami saya"
"jujur sebenarnya kami memiliki hutang pada juragan teh dan untuk melunasi itu ibu dan bapak harus menikahkan ningsih dengan anak juragan teh"
"astaghfirullah jadi ningsih sebagai jaminannya bu"
bu romlah dan pak rohmat hanya bisa mengangguk saja, jujur dia tak ingin anaknya jadi korban akan tetapi hutangnya sangat banyak dan dia merasa tak sanggup untuk membayar.
Hai guys jangan lupa like dan komenya ya...
terimakasih....
__ADS_1