TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
terkaget kaget


__ADS_3

pagi hari yang cerah secerah matahari yang tengah malu malu untuk menampakkan diri,sedangkan dua anak anak manusia yang masih berada di atas peraduan masih enggan untuk membuka mata.


semakin tinggi matahari semakin menyilaukan mata dua anak manusia itu perlahan lahan mata seorang gadis terbuka untuk menyesuaikan sinar matahari dia merasa ada hal aneh yang tengah di rasakan dia merasakan beban berat ada pada perutnya saat dia melihat alangkah terkejutnya dia saat tau bahwa ada seorang pria yang tengah memeluknya dengan erat.


"aaaaaaaaaaaaaaaaargh" teriaknya


"aduuuch apaan si teriak teriak berisik" ucap sang pria


"mas,mas ngapain tidur di sini,bukanaya mas tidur di sofa"


dan si pria tersadar jika dia tengah tidur satu ranjang dengan seorang gadis.


"astaghfirullah,maaf del aku gak sengaja"


"gak sengaja kon meluk,jangan jangan mas sudah"


"his kamu kalo ngomong jangan ngawur,aku gak apa Spain kamu tenang aja"


"beneran,gak lagi bohong kan"


"sumpah del aku gak bohong"


"tapi kan mas sudah meluk della tadi"

__ADS_1


"cuma meluk doang del,banti kalo kita nikah gak cuma meluk del"


"emang siapa yang mau nikah"


"kitalah siapa lagi,ya udah sana mandi terus kita sarapan abis itu pulang takutnay eyang khawatir"


"iya mas"


akhirnya mereka memutuskan untuk mandi(bergantian) setelah itu sarapan.


kini mereka telah sampai di depan rumah mewah milik eyang ratih,sebenarnya rio sudah memiliki rumah sendiri dan rumah itu juga tak kalah mewahnya dengan sang eyang.


saat sampai di depan rumah mereka sudah mendapatkan pertanyaan dari sang eyang pasalnya salam mereka tidak memberi kabar karena kehabisan batrai dan della juga belum memiliki hp baru.


"kita menginap di hotel eyang" ucap della


"apa,menginap di hotel,apa kalian ini sudah gak sabar mau begituan,udah gak betah nunggu halal dulu" ucap sang eyang


"bu bukan begituan eyang"ucap della


" ih mas bantuin ngomong dong malu diam saja"sunguy della pada rio


"sudah, pokoknya pernikahan kalian di percepat saja,karena kalian sudah berani berduaan di kamar hotel" putus eyang

__ADS_1


"tapi eyang" belum semept della melanjutkan sudah di potong oleh eyang.


"tidak ada penolakan" ucap eyang


setelah berkata demikian eyang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"mas,kok tadi gak bantuin della ngomong si" ucap della


"biarin aja,yang penting kita nikah cepat"


"ih mas kok gitu si"


"kan biar bisa bikinin eyang cicit yang lucu"


"bikin cicit but eyang,eyang gimana cara bikinnya?" ucap della


"kamu gak tau apa pura pura gak tau"


"yaaaa eyang gak tau"


"nanti setelah menikah kita praktekin ya" ucap dan berlalu pergi


diam diam eyang ratih sudah mempersiapkan pesta pernikahan buat cucunya tampa sepengetahuan mereka,karena della meminta untuk tidak membuat pesta mewah karena merasa tidak percaya diri dia merasa jauh di bawah kasta mereka jadi dia pikir lebih baik menikah secara diam diam agar tidak membuat mereka malu.

__ADS_1


eyang ratih menyanggupi permintaan della bahwa pernikahannya akan berlangsung sederhana itu banya untuk ijab qobulnya saja tidak untuk resepsinya karena eyang sudah menyewa hotel berbintang untuk acara resepsinya pernikahan mereka.


__ADS_2