
Della telah sampai rumah dia langsung mengganti baju seragamnya dengan baju main setelah itu Della langsung pergi ke dapur untuk makan siang, naas saat berada di dapur Della tak menemukan apapun hanya ada nasi dan juga timun alhasil Della hanya makan nasi dan timun itu dari pada dia merasa kelaparan.
sungguh tega paman dan bibi Della mereka menghabiskan uang kiriman ibu Della demi kesenangan sendiri dan tidak membelikan apa yang Della butuhkan Bahakan baju yang Della kenakan setiap hari itu adalah baju bekas kerabatnya yang lain.
seharusnya paman dan bibi Della itu sayang terhadap Della karena mereka tak bisa memiliki anak dan mereka di beri tanggung jawab merawat Della.
selesai makan Della langsung mencari tali terus dia berangkat ke kebun,mungkin bagi mereka itu adalah kebun tapi jika berjalan lebih dalam lagi itu bukan lagi kebun melainkan hutan dengan banyak pohon dan juga tanaman liar lainnya dan jika berjalan lebih dalam lagi maka banyak binatang liar yang nampak
Della sudah terbiasa dengan hal itu bahkan dia juga sudah memasuki kebun itu lebih dalam lagi bersama teman temannya.
Della juga sempat pulang hampir tersesat karena salah memilih jalan tapi Della tak menyerah dia terus berjalan dan akhirnya berhasil menuju persimpangan jalan yang sudah dekat dengan perkampungan dan saat tiba di rumah sudah hampir mendekati waktu magrib.
saat sampai rumah Della langsung mandi setelah itu sholat magrib selesai sholat dia ingin makan malam akan tetapi makanan di meja sudah habis tak Tersisa paman dan bibinya tak menyisakan makan untuk Della karena gara gara terlambat pulang.
"bibi, kok makanannya sudah habis?"tanya Della pada sang bibi
"hari ini gak ada makan malam buat kamu"ucap sang paman
"tapi kenapa paman?,Della sudah sangat lapar" ucap Della dengan memegangi perutnya yang lapar
"itu urusanmu, siapa suruh terlambat datang sampai tidak membersihkan rumah" ucap sang bibi
"pokoknya gak ada makan malam buat kamu,terserah kamu mau giman aku gak perduli" ucap sang bibi kembali
akhirnya Della mulai masuk kamarnya disana dia hanya bisa menangis kenapa paman dan bibinya tega dengan dia
"ibu hiks hiks Della lapar Bu hiks hiks,ibu kapan pulang hiks Della kangen masakan ibu hiks hiks"ucap Della dengan derai air mata
"ayah hiks hiks,apa ayah lupa dengan Della hiks hiks, Della pengen di peluk ayah Della kangen yah" ucap Della kembali
hingga malam Della tak dapat tidur karena perutnya sakit menahan laparnya,akhirnya Della memutuskan untuk keluar dari kamar dan mencari makanan apa yang masih tersisa dan akhirnya Della menemukan nasi dan juga wadah tempat sayur yang di masak sang bibi lalu Della mengambil nasi di wadah itu untuk di makan.
"akhirnya masih ada nasi, sama sisa sayur tadi,meskipun gak ada sayurnya tapi masih ada sisa kuahnya dikit" Della pun memakan makanannya itu setelah selesai dia kembali ke dalam kamar dan kembali tidur.
__ADS_1
pagipun datang dan sang matahari menggeser sang bulan karena kini waktu sang matahari untuk menyinari bumi.
akan tetapi Della tak kunjung bangun dan itu membuat sang bibi marah, sang bibi pergi kedalam kamar Della dengan membawa rotan sampai di dalam kamar dia mendapati Della yang masih tidur dengan amarahnya sang bibi memukuli Sandra menggunakan rotan.
"dasar pemalas, jam segini belum juga bangun, ayo bangun mau jadi apa nanti, cepat bangun."ucap sang bibi dengan tangan yang masih memukuli Della
"ampun bi,... iya Bi Della bangun hiks hiks sakit bi hiks hiks" ucap Della menahan rasa sakitnya
"huuuch, cepat bangun, pagi ini gak ada sarapan buat kamu"ucap sang bibi lalu pergi meninggalkan kamar Della
Della langsung bangun untuk mandi setelah itu Menganti bajunya dengan seragam sekolah taukah seragam Della seperti apa? seragam Della bisa di bilang sudah tak layak pakai dengan baju atasan yang tak lagi berwarna putih dan rok merah yang penuh dengan bekas jahitan bukan hanya sekali di jahit bahkan sudah berkali kali, sebenarnya paman dan bibi Della mampu untuk membelikan baju sekolah baru untuk Della akan tetapi mereka tak pernah membelikan jika mereka merasa baju Della masih layak di pakai maka mereka cuek saja.
bahkan sepatu della sudah ada yang bolong.
"Bu, Della berangkat sekolah dulu"pamit Della
"ya sudah berangkat sana" jawab sang bibi dengan malas
"uang aja yang ada di otak kamu ya,"
"gak ada, gak ada uang jajan hari ini bibi udah gak punya uang"
"uangnya udah habis buat kebutuhan makan" ucap sang bibi padahal di dalam dompet sang bibi masih ada uang untuk jajan Della
sampai sekolah Della langsung masuk dalam kelas tak lama bel sekolah berbunyi menandakan waktu belajar segera di mulai, saat guru memulai pelajaran Della tidak fokus karena dia menahan rasa laparnya.
Della berfikir jika dia makan tak teratur takutnya Della akan sakit dan akan merepotkan paman dan bibinya.
dan benar saja saat pulang sekolah badannya terasa lemas dan dia berharap dia tidak sakit tapi harapannya sia sia karena badan Della sudah demam.
merasa aneh dengan Della karena tak keluar kamar sejak pulang sekolah tadi sang bibi menghampiri Della di kamarnya.
"dell, kamu kenapa kok gak biasanya"ucap sang bibi
__ADS_1
Della hanya diam saja tidak menjawab karena merasa lemas.
sang bibi mendekat ke arah Della bibinya terkejut saat memegang tangan Della terasa panas.
"ya ampun dell kamu panas" panik sang bibi
"mas mas, Della demam kita bawa ke bidan ayok cepet" ucap sang bibi kepada suaminya
" ya sudah ayo, bikin repot saja" ucap sang paman dengan malas
Sampainya di bidan Della di periksa lalu di beri suntikan dan juga vitamin.
"gimana dengan ponakan ku Bu bidan" tanya sang bibi khawatir
"dia demam karena telat makan Bu, saya minta ibu lebih memperhatikan pola makan dari keponakan ibu" ucap sang bidan
"baik Bu bidan terimakasih" ucap sang bibi dan akhirnya mereka semua pulang.
"dengerkan kamu gak boleh telat makan" ucap sang bibi
sang bibi kedapur mengambilkan makanan Della
"ini cepat di makan dan di minum obatnya biar cepet sembuh dan gak jadi beban kami saja" ucaap sang bibi
"dasar menyusahkan saja kamu" ucap sang paman pada Della
merekapun pergi meninggalkan Della di dalam kamar.
Della merasa kenapa tidak ada yang sayang padanya dia merasa hanya menjadi beban saja
"hiks hiks ibu kapan pulang" ucap Della.
saat ini Della sangat membutuhkan pelukan sang ibu dan dukungan dari sang ibu.
__ADS_1