TANGIS PILU SANG GADIS DESA

TANGIS PILU SANG GADIS DESA
menangis


__ADS_3

sebuah penginapan dua orang tengah merencanakan sesuatu untuk membuat sang keponakan mau pulang dan menikah dengan orang pilihannya demi melunasi hutangnya, dia lebih memilih mengorbankan masa depan keponakannya dari pada harus kehilangan uang untuk membayar hutang.


"pak,bagai mana ini pak della menolak menikah dengan juragan tanah itu" ucapan sang istri panik


"tenang bu, jangan panik bukannya kita punya nomor si tua itu" ucap sang suami


"ah, benar juga,kita tlpon sekarang biar si tua itu yang langsung menyeret si della"


"benar bu coba tlpon sekarang"


"baik pak"


tuuuuut


tuuuuuut


tuuuuuut


tak lama sambungan telepon tersambung dengan seorang lelaki tua yang usianya hampir 60 tahun dengan tiga atau empat istri


"hallo, ada apa" jawab sang pria tua


"halo, juragan anu Maaf si della menolak untuk pulang dan menikah dengan juragan" lapor sang bibi


"apa, aku gak mau tau pokoknya keponakanmu harus siap untuk saya nikahi kalau tidak cepat kau bayar hutang mu" tegas sang pria tua

__ADS_1


"baik juragan, hmmmm juragan apa tidak sebaiknya juragan saja yang kesini untuk membawa si della ke kampung" tawar sang bibi


"hmmmmm, ide bagus itu aq akan kesana besok dan membawa calon istriku pulang hahaha"


dengan semangat yang membara sang juragan tanah mempersiapkan anak buahnya untuk ikut ia ke kota demi menjemput della.


di sebuah cafe seorang gadis tengah melamun dia berfikir apakah masa depannya akan berlanjut untuk meraih impiannya ataukah harus berhenti dan menikah dengan seorang pria tua yang sudah memilikj banyak istri.


tanpa di sadari oleh della ada seorang wanita yang tengah memperhatikannya dari jauh dia menyadari bahwa della tengah memiliki masalah serius diapun langsung meminta salah satu pelayan di sana untuk memanggilkan della


"permisi mbk to long panggilkan gadis yang berada di kasir itu" pinta eyang ratih


"maksud nyonya si della?"


"iya tolong panggilkan ya soalnya saya ada perlu" ucapnya lagi


pelayan itupun langsung bergegas pergi untuk memanggil della.


"hey dell, long di panggilkan sama perempuan yang duduk di pojok sana" kata pelayan itu


" yang mana mas?"tanya della


"itu yang pakai baju coklat" tunjuk sang pelayan barusan


"oh yang itu" tunjuk della

__ADS_1


"iya yang itu" ucap pelayan itu


"oo,makasih ya" della langsung bergegas pergi untuk menemui orang yang di maksud oleh teman kerjanya itu.


"permisi nyonya, apakah anda memanggil saya" tanya della


"della apa kamu lupa sama eyang" ucap eyang ratih sambil membuka kaca matanya


"ah, eyang ratih, apa kabar eyang maaf della tidak.mengenali eyang" ucapa della


"iya nak tidak apa apa,gimana kabar kamu" tanya eyang ratih


"alhamdulillah eyang della baik baik saja" jawab della


"eyang lihat kamu murung dari tadi apakah ada masalah sayang" ucap sang eyang


"tidak apa kok eyang" della memjawab dengan raut wajah sedih


"coba cerita sama eyang mungkin eyang bisa bantu" bujuk sang eyang


akhirnya della menceritakan semua masalahnya pada sang eyang.


malam kian larut kini della sudah berada di kosannya dan dia tidak bisa memejamkan matanya karena paman dan bibinya sudah mengancamnya.


tidak terasa cair mata della mengalir dan dia mulai merindukan ayah dan ibunya.

__ADS_1


"hiks hiks ibu della rindu ibu seandainya ibu masih ada,della ingin sekali peluk ibu hiks hiks"


della menangis di malam sunyi,merenungi nasibnya yang seakan tak pernah henti memberi ujian.


__ADS_2