
kini Della sudah menginjak bangku kelas tiga SD Della menjadi anak yang pandai juga selalu mendapat nilai tinggi di sekolahnya dan di juga sudah memiliki sepeda sendiri, sepeda yang di belikan ayahnya dua tahun satu tahun lalu.
kenapa sang ayah bisa membelikan sepeda itu karena sang ayah yg tau jika putrinya sekolah tidak membawa sepedah melainkan jalan kaki jadi sang ayah berinisiatif membelikan sepeda anaknya setelah itu dia sudah menghilang kembali seperti tak pernah ada di situ.
Della sering pulang terlambat karena kerja kelompok meskipun selalu di larang oleh bibinya Della tetap menyempatkan diri belajar bersama temannya dan dia akan pulang sebelum sang bibi pulang.
hal itu berhasil di lakukan oleh Della sampai suatu hari Della setelah pulang sekolah dia bermain bersama temannya di sungai hingga dia lupa waktu.
alhasil Della di marahi habis habisan bahkan dia mendapat pukulan karena bermain di sungai.mungkin banyak orang tua yang merasa khawatir saat anak mereka bermain di area sungai, anak anak akan mengerti jika cara penyampaian larangan itu dengan kalimat yang lebih halus yang bisa di mengerti anak anak.
tidak harus dengan kekerasan yang malah akan menimbulkan trauma bahkan rasa benci yang sudah tertanam sejah dini.
plak
plak
plak
"ampun paman,jangan pukul Della, sakit paman" rintih Della saat sang paman memukulinya
"dasar anak gak tau diri,bukannya beresin rumah malah kelayapan aja,kalo terjadi sesuatu dengan kamu siapa yang tanggung jawab bikin repot saja" bukan sang paman yang berbicara melainkan bibinya.
"hiks hiks Della minta maaf bibi,hiks Della janji hiks gak akan mengulangi lagi" ucap Della dengan sesenggukan
"awas saja kamu sampai berteman dengan mereka,mereka itu anak yang di manja sama orang tua dan taunya hanya main saja" ucap sang bibi lagi
Della mengerti jika dia harus nurut apa yang di katakan oleh sang bibi dan juga sang paman,tetapi Della juga ingin belain bersama teman sebayanya,bercanda berlari menikmati masa kecil yang begitu menyenangkan.
__ADS_1
dan Della juga tau dia bekerja full di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga akan membawa dampak baik baginya di masa depan.
di wilayah tempat tinggal Della sebagian besar adalah perkebunan jati bahkan juga kebun karet saat ada penebangan pohon Della merasa senang karena dengan adanya itu Della jadi bisa mencari kayu bakar dan juga Della bisa bermain bersama teman temannya meskipun tempat bermain mereka di tengah kebun. dan itu cukup membahagiakan untuk Della.
setiap hari setiap pulang sekolah Della selalu berangkat mencari kayu untuk bahan bakar memasak karena di rumah Della dapur masih belum menggunakan kompor gas.
Della menikmati hari harinya karena meskipun di kebun dia bisa punya banyak teman.
Della tak hanya satu kali pergi cari kayu bahkan dia bisa bolak balik sampai tiga kali dalam sehari hingga kayu yang Della cari sampai menggunung bahkan tempatnya gak muat.
dengan begitu Della bisa kembali ceria seperti saat bersama ibunya, Della mencari kayu menggunakan sepeda pemberian sang ayah jika tidak menggunakan sepeda maka dia harus jalan kaki dengan jarak hampir satu kilometer.
lama Della tak pernah mendengar kabar dari sang ibu hingga Della bertanya pada paman juga bibinya apakah ada kabar dari sang ibu.
"bibi, apakah tidak ada kabar dari ibu" tanya della
"gak ada,ibumu itu pasti wes lupa sama kamu dan sudah berapa bulan ibumu itu gak kirim" ucapa sang bibi
Della hanya bisa diam dan berfikir kenapa ibunya tak memberi kabar apakah ibunya baik baik saja?
Della hanya bisa berharap suatu hari sang ibu pulang menemuinya.
"ibu, apakah ibu baik baik saja?" gumam Della di dalam kamarnya.
"Della kangen Bu,Della kangen pengen di manjain ibu"
"hiks hiks hiks kapan ibu pulang,Della kangen Bu"
__ADS_1
akhirnya Della tertidur setelah lelah menangis.
pagi telah menyapa,Della mulai membuka matanya dan mulai pergi ke kamar mandi untuk mandi,selesai mandi Della mengganti bajunya dengan seragam sekolah,selesai ganti baju Della langsung berangkat sekolah dan tidak sarapan terlebih dahulu.
saat berada di sekolah Della lupa tidak meminta uang jajan pada sang bibi alhasil dia kelaparan karena tadi tidak sarapan terlebih dahulu.
"hmmmmm lupa Ndak sarapan laper kah" ucap Della pada dirinya sendiri
"ya weslah diam di kelas saja" ucapnya lagi
diam di kelas dia hanya berfikir kapan dia bisa bertemu dengan sang ayah sudah lama sekali Della tak bertemu apakah dia tak merindukan Della.
Della tidak tau bahwa sang ayah sudah jauh pergi ke pulau sebrang bersama istri barunya.
"kata orang ayah sudah menikah lagi?, tapi kenapa ayah tidak memberi tau ku,apa ayah sudah melupakanku?" gumam Della
tak lama kelas mulai masuk kembali dan guru sudah masuk untuk memberi pelajaran, Della termasuk anak yang pandai dia selalu mendapat juara kelas meskipun bukan juara satu akan tetapi itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri untuk Della, dia bisa membuktikan jika dia bisa pandai meskipun tidak pernah duduk di bangku sekolah TK seperti temannya yang lain.
setiap selesai makan malam Della selalu menyempatkan untuk belajar agar saat ujian dia tidak merasa bingung.
sekolah telah usai kini Della mengayuh sepedanya dengan santai agar dia bisa menikmati pemandangan persawahan meskipun kondisi sangat terik dan menyengat.
sebenarnya Della malas untuk pulang karena saat pulang dia akan bertemu dengan sang paman dan juga bibinya. Della merasa paman dan bibinya tak pernah menunjukkan rasa sayangnya kepada Della,mereka hanya akan memukuli Della saat ibunya Della tak mengirim uang pada mereka dan mereka akan baik kembali saat ibu Della mulai mengirim uang lagi begitu seterusnya, sampai saat ini pun Della tidak pernah tau jika uang kiriman dari sang ibu habis di buat foya foya paman dan bibinya mereka selalu bilang bahwa uang itu hanya cukup untuk makan sehari hari dan juga membayar uang sekolah Della.
mungkin mereka akan terus seperti itu sampai nanti.
Della hanya bisa berdoa semoga sang ibu bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi agar bisa membangun rumah mereka.
__ADS_1
tapi sayang dia hanya di manfaatkan oleh saudara sepupunya sendiri.
Della telah sampai depan rumah dia heran kenapa sepi biasanya saat siang begini paman dan juga bibinya sudah ada di rumah kenapa sekarang masih sepi,Della terus berfikir sampai dia masuk di dalam rumah.