Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Tidak pantas untukmu


__ADS_3

Pagi ini Cinta sudah di sibukkan dengan pekerjaan rumahnya,tidak ada asisten rumah tangga lagi hanya dia seorang,dengan segala macam pekerjaan.Ia harus segera menyelesaikannya,sebab lengah sedikit saja maka ia akan terlambat berangkat ke tempat kerja.


Dan inilah waktu sudah mepet,jarum jam terus berputar.Andaikan ia punya uang maka bang ojekΕ• akan jadi kendaraan yang pas untuk saat ini.Tapi apalah daya,Tidak ada uang sepeserpun,jadi terpaksa ia harus berjalan kaki.


Perjalanan lumayan jauh,rasa lapar juga haus begitu ia rasakan,namun Cinta tahan.Ia hanya ingin agar cepat sampai.Sudah ada bekal makanan juga minuman yang ia bawa dalam tas kerjanya.Untungnya ada persedian makanan untuk di olah di dalam lemari pendingin itu.


Sampai,ia sudah sampai di depan cafe tempatnya bekerja.Tinggal menyeberang saja.Untung jalanan tidak begitu ramai."Bruk aduuuh,"rintihnya.Seseorang dari arah kanan menyerempetnya.Cinta terhuyung ke depan.Betisnya sedikit tergores aspal jalanan.Untung tidak terlalu parah,sebab terlindung kain panjang yang ia kenakan.


"Maaf,Saya sedang buru-buru.Apa kamu tidak apa-apa?"tanya seseorang itu.


"Ah tidak,pergilah saya yang salah.Saya berhenti mendadak sebelum sampai di pinggir jalan,"jawab Cinta yang belum menatap lawan bicaranya.


"Mari saya bantu berdiri,"tawarnya sambil mengulurkan salah satu tangannya.


Cinta pun melihat tangan itu,kemudian mendongak melihat pada seseorang yang mengulurkan tangannya.


Rio,Cinta."ucap mereka bersamaan.


Rio...lelaki itu merupakan cinta pertamanya,namun Cinta sama sekali tidak berani berdekatan dengan lelaki itu,itu di karenakan orangtua Rio yang begitu agamis,yang ia dengar Rio tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun,ia selalu menjaga jarak.Selain bukan mukrim,Rio di larang berpacaran waktu masih sekolah.Apalagi waktu kelas 2 SMA Rio pindah sekolah,ia terpaksa mengikuti kedua orangtuanya yang di tugaskan dinas ke luar kota.Sejak saat itu iatidak pernah lagi bertemu dengan Rio.


Akhirnya ia dekat dengan Cito yang merupakan mantan kekasihnya.Hampir tidak ada jarak antata keduanya,bahkan sering pula Cito menginsp di rumahnya.Karena ia pun tinggal sendirian tanpa saudara.


Masa lalu,semua Cinta anggap masa lalu,namun melihat lelaki itu kembali,hatinya kembali bergetar.Tapi ia sadar,ia sangatlah tidak pantas untuknya.Cinta jauh dari wanita yang di idamkan oleh orangtua Rio.


"Cin,kamu gak apa-apa kan?"tanyanya membuyarkan lamunan Cinta.


"Ya aku tidak apa-apa.Maaf aku harus segera pergi Rio,terimakasih dan maaf untuk kejadian barusan,"ucap Cinta.


"Tidak masalah, baiklah hati-hati,"ucapnya kemudian.

__ADS_1


Cinta kemudian masuk ke dalam cafe,ia tidak sadar sejak tadi ada yang memperhatikannya.Radit,lelaki itu mengepalkan tangannya begitu kuat.Ia sangat marah melihat Cinta berdekatan dengan lelaki lain.Bukan cinta,lelaki itu hanya sekedar terobsesi dengan apa yang di miliki Cinta.Karena hanya wanita itu yang mampu membuatnya terbang melayang.


Rio,dia begitu kaget melihat penampilan Cinta yang sekarang.Dulu,ia tidak seperti ini.Memang dia tidak begitu memperhatikan Cinta,namun ia sedikit tahu bagaimana penampilan Cinta waktu itu.Ia tersenyum tipis,bahkan hampir saja tidak terlihat.Tidak pernah ia berdekatan dengan seorang wanita.Kali ini meski masih berjarak beberapa langkah,namun ini pertama kalinya ia berbicara dan bertatapan langsung dengan lawan jenis.


"Cinta,"gumamnya.


Baru kemarin ia kembali ke kota kelahirannya setelah selesai dengan kuliahnya.Sedangkan kedua orangtuanya masih berada di luar kota untuk tugas dinas.Rumahnya tidak jauh dari rumah Cinta,hanya berjarak beberapa puluh meter saja.


Di tempat Cinta bekerja.


Radit menyuruh Cinta menyelesain tugas ini itu,ia pun marah-marah tak jelas pada karyawan yang melakukan sedikit kesalahan.Semua ia besar-besarkan.Seolah kesalahan itu begitu fatal.


"Ada apa dengan atasan kita,"tanya salah satu karyawan pada karyawan lain.


"Entahlah,seperti mau menelan orang hidup-hidup saja,"jawabnya.


Sedangkan Cinta hanya diam mendengarnya.Baginya tidak penting membicarakan orang.Ia hanya ingin bekerja dengan baik.


"Baik bu,"jawabnya kemudian.


Tok tok tok..


Hati-hati Cinta mengetuk pintu ruangan itu.Pintu ruangan terbuka otomatis,hanya dengan sebuah remot di tangan Radit yang sedang duduk dengan salah satu kaki bertumpu di atasnya.


"Bapak memanggil saya?"tanya Cinta.


Sedangkan Radit yang di panggil bapak pun memicingkan matanya."Sejak kapan aku jadi bapakmu?"


"Anda atasan saya,jadi saya hanya bersikap yang seharusnya saja,seperti karyawan yang lain,"jawab Cinta.

__ADS_1


Radit mendengus kesal,ingin rasanya ia menyeret Cinta kedalam kamar pribadinya,tapi ia menahannya.Dia tidak ingin Cinta keluar dari cafenya setelah ia menuntaskan keinginannya."Sabar hingga nanti kau sendiri yang akan datang padaku cin,"ucapnya dalam hati.


"Jadi ada apa bapak memanggil saya?"tanya Cinta lagi membuyarkan lamunannya.


"Hari ini kau terlambat masuk kerja kan,jadi peraturan di sini itu kalau terlambat maka gaji akan di potong sesuai lama waktunya setelah jam masuk.Dan khusus kamu,aku tidak akan memotong gajimu,"terang Radit.


"Jadi gaji saya tetap utuh gitu pak maksudnya?"tanya Cinta.


"Yaa,tapi sebagai gantinya kamu harus lembur sampai jam cafe tutup,"ucap sang atasan.


Sedikit tidak mengerti maksud atasannya,dia hanya telat beberapa menit saja,tetapi kena


pa ia harus lembur sampai malam.Ingin ia protes tetapi dia tahu seperti apa atasannya itu.Jadi lebih baik Cinta menurut saja.


Dan semua itu hanya akal-akalan sang atasan saja,dia tahu Cinta pulang pergi dengan jalan kaki.


Maka ia dengan sengaja menyuruh lembur hingga malam.Ada rencana di balik penrintahnya.


Bersambung...


Assalamualaikum sahabatku.


Selamat hari raya idul fitri yaa mohon maaf lahir dan batin,maaf baru munculπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†repotnya pakek bingit soalnyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa jempolnya


Tambahkan jadi favorit ya..


Dukung othor jika kalian sukaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


Terimaksih semuanya...kalian yang teristimewa πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™


__ADS_2