Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Rencana 2


__ADS_3

Di sebuah rumah yang mewah,seorang lelaki sedang menghisap rokoknya hingga tersisa sepucuk jari.Pikirannya terus ke wanita yang membuatnya tergila-gila.Semenjak ia tidur dengan Cinta di rumahnya ini,tidak pernah lagi ia tidur dengan wanita lain.Ia selalu menunggu Cinta di hari sabtu seperti yang pernah Cinta iyakan waktu itu.


Dan Sekarang sudah lebih dari 2 minggu lelaki itu memendam keinginannya untuk bercinta.Dengan wanita malam ia sudah pernah mencobanya,tapi si adhiknya tak mau bereaksi sama sekali.Hanya wajah Cinta yang terus terbayang-bayang.Hanya tubuh Cinta yang terus ia ingat."Betapa hebatnya wanita itu,begitu liarnya wanita itu,"gumamnya.Yaa lelaki itu menginginkannya lagi,rasa yang sama,hingga dia terus menerus mencapai puncak.


"Apa yang aku lakukan? aku sudah tidak bisa lagi menahannya.Jika aku memaksanya maka dia akan semakin jauh,Aaarrgg...membayangkannya saja aku sudah gila.Cinta,"lirihnya.Tanpa sadar lelaki itu mengelus si kecil miliknya hingga berdiri tegak.


"Cinta,"ucapnya perlahan lagi sambil terus meng***knya hingga lahar putih menyembur tanpa arah.


"Aaaaaaa,"teriaknya.Hanya sekedar membayangkannya aku jadi seperti ini."Biiiik,"panggilnya pada asisten rumah tangga yang menginap.


"Bersihkan kamarku,sebelum aku keluar, kamar ini harus bersih,"titahnya setelah asisten datang kemudian ia beranjak ke kamar mandi.


"Baik tuan,"ucap sang bibik.Sepeninggal tuannya bibik pun bergidik ngeri melihat cairan yang tercecer di lantai.Tapi mau bagaimana lagi,ini sudah jadi tugasnya.Mau tidak mau ia harus melakukannya.


****


Pagi hari Cinta sudah siap dengan gamis dan kerudung panjangnya.Pagi ini ia berangkat lebih awal,karena tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali.Sebelum berangkat ia mematutkan diri di depan cermin.


"Semangat semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin,"ucapnya menyemangati diri sendiri.


Di lihatnya jam yang menempel di dinding.Tepat pukul 06.00! wib."Kali ini aku tidak akan terlambat."


Tepat saat pintu rumahnya terbuka,sebuah mobil berhenti.Hanya memandangi Cinta, setelahnya ia kemudian melajukan mobilnya kembali dengan segera.

__ADS_1


Cinta berangkat dengan sedikit tergesa,meskipun jam masuk masih 1jam lagi,tapi ia berjaga-jaga untuk kejadian seperti kemaren yang membuatnya terlambat.


Ia berjalan menyurusuri trotoar,langkahnya terhenti sesaat kemudian dia berjalan dengan sedikit berlari.Seperti ada yang mengikuti,ia berhenti lagi lalu menoleh kebelakang.


"Rio,"kagetnya.


"Kenapa kamu kaget Cin?"tanya Rio.


"Aku kira ada penjahat yang mengikutiku,"ucap Cinta.


Rio tersenyum,"pantas saja kamu lari-lari."


"Kamu kenapa jalan kaki begini? dan mau kemana?"tanya Cinta penasaran.


"Motorku mogok, sekarang ada di bengkel belakang sana,dan aku mau ke apotek depan itu."


"Berangkat kerja Rio,"jawab Cinta.


Rio mengangkat salah satu alisnya."Dengan jalan kaki? apa dekat tempat kerjamu?"


"Aku kan tidak punya kendaraan,tempat kerjaku tepat waktu kita bertemu tanpa sengaja kemarin,"jawab Cinta.


"Bukankah itu jauh,kenapa gak naik taxi atau ojek saja Cin?"tanyanya.

__ADS_1


"Ah tidak Rio,jalan kaki lebih sehat bukan."Tidak mungkin Cinta mengatakan jika ia tidak punya uang untuk naik kendaraan itu.


Rio pun memanggut tanda ia mengerti.


Tanpa sadar Rio sudah sampai di depan apotek."Rio kalau begitu aku jalan ya,nih kamu sudah sampai,"ucap Cinta sambil menunjuk apotek di depannya.


"Ah iya Cin,tidak sadar jalan berdua gini ternyata lebih cepat sampai,"ucap Rio spontan.


Cinta hanya tersenyum,tapi tidak terlalu memikirkannya.Baginya Rio hanya asal bicara.


Ia kemudian melanjutkan langkah kakinya menyusuri pinggir jalan.


"Akhirnya sampai,"ucapnya saat sampai di seberang Cafe.Dengan langkah tergesa ia menyeberang dalam keadaan jalanan yang sudah sepi.


Ciiiitt,bunyi dorongan pintu.Cinta membuka pintu cafe selebar mungkin.Pertama kali yang ia lihat jam dinding besar yang menempel di tembok.Matanya terbuka lebar."Ini tidak salah kan? padahal aku sudah berjalan lebih cepat dari hari kemaren,"lirihnya.


"Kamu tidak salah Cin,bahkan sekarang kamu terlambat setengah jam dari jam masuk kerja,"ucap seseorang yang memandangnya dengan horor.


"Dan hari ini kau ingin potong gaji atau lembur cin?"tanyanya lagi.


"Lembur aja pak,"jawab Cinta tidak bersemangat.


"Ok,"ucapnya kemudian berjalan ke dalam ruangan pribadinya.Radit,lelaki itu tersenyum licik."Ku tunggu kau nanti malam di sini Cinta,"ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang besarnya."Kau sangat menantang dengan baju longgarmu sekarang cin,haah membayangkannya saja aku sudah seperti ini cinta."

__ADS_1


Radit kemudian bangkit,ia keluar dari ruangan pribadinya menuju tempat parkiran mobil.Entah mau kemana,ia kemudian mengemudikan mobilnya menjauh dari cafe.


Bersambung...


__ADS_2