
Semenjak kejadian itu Cinta jarang terlihat.Bahkan hampir ia tidak pernah menampakkan batang hidungnya di depan Rio.Ia seperti tidak punya muka,ia begitu malu dengan dirinya sendiri.Ia merasa apa yang di katakan orang-orang tentangnya itu benar adanya.Hanya pakaian dan topengnya saja yang alim,tapi kelakuan masih saja menjijikkan.
.
Cinta yang begitu menyakitkan,saling mencinta tapi tak bisa bersama,hanya karena ia merasa tak pantas untuk lelaki itu.Apalagi setelah kedatangan kedua orangtuanya kerumahnya semakin membuatnya sakit dan berkecil hati.Namun bibirnya masih mampu untuk tersenyum,untuk menutupi rasa pedih dan begitu terluka hatinya .Biarlah hinaan keluar dengan bebasnya dari mulut mereka,hingga suatu saat nanti Allah membuka mata mereka akan suatu kebenaran.
****
Bunyi klakson mobil membuyarkan lamunannya di pagi ini.Masih pagi-pagi buta,entah kenapa laki-laki itu sudah datang.Bahkan ia sendiri belom bersiap tinggal mengganti baju saja rasanya begitu enggan.Ia lebih memilih menikmati bersihnya udara pagi dengan menghirupnya sedalam mungkin memenuhi rongga dadanya.
"Aku sudah bilang padamu Radit,aku akan berangkat sendiri,lantas kenapa pagi-pagi begini kau datang kemari?"
"Aku ini kekasihmu jadi mau datang kapan pun itu wajar-wajar saja bukan.Yang tidak wajar itu jika kamu berduaan dengan lelaki di hotel,"sindirnya sambil merangkul pundak Cinta.
"Lepaskan,sudah aku bilang jangan menyentuhku Radit,"ucap Cinta.
"Munafik,"ucap seraya tersenyum sinis.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan Radit,Cinta masuk kedalam berniat mengganti bajunya.Tanpa ia sadari Radit mengikutinya dari belakang,ia kira lelaki itu tidak mungkin ikut masuk bahkan ia sama sekali tidak berfikir jika Radit bakal mengikutinya.Terdengar ceroboh memang,bahkan kamar pun tidak ia kunci,sedangkan Cinta masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Di depan sana warga sedang beramai-ramai datang kerumah Cinta.Pasalnya tadi ada 2 ibu-ibu yang melihat Cinta dan Radit masuk kedalam rumah.
Cinta Cinta keluar kamu,"salah satu dari warga memanggil Cinta.Pintu hanya tertutup sedikit,warga pun semakin curiga mereka pun akhirnya atas persetujuan ketua Rt menerobos masuk kedalam rumah dan langsung tertuju pada sebuah kamar yang tertutup.
Cinta yang di dalam kamar mandi pun seperti mendengar kegaduhan di luar sana,ia keluar tapi betapa kagetnya saat tepat di depan pintu ada Radit yang tengah berdiri dengan tangan kedua tangan menghalangi jalannya ia begitu geram dengan lelaki ini,dengan tidak sopannya masuk kedalam kamarnya,bahkan ia sama sekali tidak mempersilahkannya masuk kedalam rumah.Apalagi bersamaan dengan terbukanya pintu kamar secara kasar.
Keduanya sangat kaget banyak warga yang masuk kedalam rumahnya dengan cara seperti ini.Apalagi kini di tambah Radit sedang berada di dalam kamar.Inilah yang namanya di grebek warga,meski Cinta tidak melakukan apapun semua serba kebetulan.
"Tangkap saja pak Rt,"teriak salah satu warga.
"Memalukan dan menjijikkan sekali,rumah di jadikan tempat berzina.Mau jadi apa kampung kita kalau ada wanita malam tinggal di sini,"yang lain pun juga ikut memprovokasi.
"Maaf bapak-bapak ibu-ibu ini sama sekali tidak benar.Bahkan saat saya masuk ke dalam rumah ingin ganti pakaian tadi lelaki ini ada di luar,saya sama sekali tidak mempersilahkannya masuk,"Cinta berusaha menjelaskan.
"Halaah,mana ada maling ngaku.Buktinya lelaki ini sedang berdua di kamar denganmu,kamu mau mengelak apa lagi?"kata yang lainnya.
__ADS_1
"Sudah kita seret saja keluar,"teriak lainnya lagi.
Cinta,wanita itu hanya bisa menitikkan air matanya.Ia tidak mengira kecerobohannya bakalan berakhir seperti ini,meski ia tidak tahu menahu lelaki itu bisa ada di kamarnya,siapa yang percaya.Mereka hanya percaya dengan apa yang mereka lihat.Apalagi dirinya yang sampai saat ini masih cap sebagai wanita murahan."Oh Tuhanku...berikan kesabaran untukku,kuatkan aku ya Allah,"lirihnya.
Mereka semua membawa Cinta dan Radit keluar dari rumah,lebih tepatnya menyeret dengan begitu kasarnya.Di lihatnya begitu banyak sekali warga yang berdatangan untuk melihat apa yang terjadi,tidak terkecuali orangtua Rio.Mereka memandangnya dengan pandangan jijik,sedangkan Rio sendiri belum tahu kejadian ini.
"Usir saja pela*ur itu dari kampung kita,"teriak seorang ibu-ibu.
"Iya usir saja,"sambung yang lainnya.
Cinta sudah tidak mampu lagi berkata,andai ia harus di usir ia pasrahkan saja sisanya pada yang kuasa.Semenjak kematian yang menimpanya waktu itu,ia bertaubat untuk merubah segalanya,ia yakin Allah selalu memberi jalan keluarnya.
Sedangkan Radit,lelaki itu memberontak berusaha melepaskan diri,bahkan ia telah berjanji jika bisa lepas akan melaporkan mereka semua pada polisi.Ia begitu tidak terima di gelandang seperti itu.Lelaki itu tidak main-main,begitu tangannya terlepas ia merogoh handphone yang berada di saku celana hendak melaporkan tindakan yang belum tentu kebenarannya.
Melihat penampilan Radit dan mobil yang di bawanya membuat nyali warga jadi menciut,akhirnya beberapa warga pun meminta maaf pada lelaki itu.Tapi tidak pada Cinta,mereka tetap bersikokoh ingin Cinta pergi dari kampung ini.
Raditpun tersenyum licik,ia sama sekali tidak membantu Cinta.padahal karena dirinya Cinta jadi begini.Radit mengambil kesempatan dengan di usirnya Cinta dari tempat yang ia tinggali.
__ADS_1
Bersambung...