Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Mimpikah aku


__ADS_3

Hampir dini hari Sinta dan Cinta sampai di tempat yang dituju.Meski sudah sampai Cinta masih saja tertidur."Cin bangunlah kau mau tidur sampai kapan?"ucap Sinta sambil menggoyang goyang tubuh Cinta.


"Sudah sampai ya mbak?"tanya Cinta yang mulai membuka matanya.


"Rapikan make up mu itu,lihatlah om-om yang duduk di sana itu,"ucap Sinta.


Saat ini mereka tengah berada di depan hotel ternama.Di lobi seorang om-om tengah duduk gelisah menunggu kedatangan partnernya.


Cinta turun dari mobil,ia berjalan agak sempoyongan menuju om itu duduk.Senyumnya terbit melihat wanita yang ia tunggu telah tiba.


"Ternyata aslinya lebih cantik dari yang kulihat di foto,"gumamnya.


Hampir saja Cinta jatuh jika om tadi tidak menangkap Tubuhnya.Di kiranya mabuk,om langsung saja membawa Cinta masuk kedalam hotel menuju kamar yang sudah ia pesan sebelumnya.


"Gak papa,cuma 1***saja,mbak Sinta bilang om ini tidak kuat lama-lama,"gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar Cinta langsung di *** di atas ranjang.Rasa kantuk,lelah dan remuk jadi satu.Rasanya begitu enggan itu meladeni sosok pria yang sudah melepas semua yang di kenakannya.


"Ayo cantik,katanya kamu jago.Buktikan padaku sekarang,"ucap om dengan seringaian nakalnya.


Tanpa banyak kata Cinta langsung bekerja hingga om itu sampai berkali-kali menyemburkan *** putihnya.Hingga Cinta tidak kuat lagi menyangga tubuhnya,ia ambruk di sisi om.Dengan *** om langsung melepas segala yang menempel.


Bukan hanya sekali dua kali om itu terus saja *** Cinta."Kenapa om ini tidak sesuai dengan apa yang di katakan mbak Sinta? padahal aku sudah tidak kuat lagi.Nyawaku seperti melayang jauh,"ucap Cinta dalam hati.


"Aku tidak kuat lagi om,"bisik Cinta.


"Aku tidak kuat om,"bisik Cinta lagi.Dan Cinta memejamkan matanya rapat-rapat.Napasnya terasa sangat berat tersengal sengal.Hingga kini Cinta tidak sadarkan diri.


Sedangkan om itu masih juga belum berhenti,ia kira Cinta memintanya terus,dengan senang hati om melakukannya.Seperti tidak ada ***nya,hingga pagi tiba om masih terus ***nya.Entah ***nya sudah meleleh berapa kali.Sampai jam 6 pagi akhirnya ia menyelesaikan aksinya.*** tumpah lagi dan lagi,Kali ini lebih banyak lagi.


Sedangkan Cinta? wanita itu tidak tahu lagi bagaimana nasibnya.Yang terlihat hanya matanya yang terpejam.

__ADS_1


"Tidurlah cantik,Setelah kau bangun aku menginginkanmu lagi,"ucap om itu dengan berbisik di telinga Cinta.


Lelaki itu kini tengah tidur,dengkuran halus pun mulai terdengar.


Cinta,wanita itu masih memejamkan matanya.Seperti mimpi,ia merasakan tubuhnya seperti terbakar api.Panas,badannya berkeringat sekali,kulitnya rasanya seperti akan hangusnya.Dan itu bukanlah mimpi.Itulah nyata,kenyataan yang ia hadapi di alam lain,namun ia belum sadar dengan apa yang terjadi.


Kakinya melangkah di jalanan yang penuh duri,kakinya berdarah dan bernanah,di depannya terlihat sebuah cahaya,tetapi bukan cahaya jalan keluar.Melainkan pantulan dari cahaya api yang berkobar.


Ia menangis meraung-raung,antara pecaya dan tidak,apakah ia bermimpi? tetapi kenapa sepertinya nyata sekali."Tempat apakah ini?dan kenapa aku bisa ada di tempat yang mengerikan seperti ini?"ucapnya.


Tidak ada jalan keluar lainnya.Di sebelahnya juga terdapat sebuah jalan yang halus,jalan yang di tumbuhi banyak tanaman,di pinggir-pinggirnya tumbuh macam -macam buah dan bunga.Terlihat juga beberapa orang yang memakai pakain serba putih bersih.Sangat berbanding terbalik dengan yang ia lewati dan ia pakai.


Bagian *********** terasa sangat sakt,,hingga darah bercampur nanah keluar terus merembes di kedua kakinya.Baunya begitu menyengat.


Memandang ke samping ke tempat yang indah itu dan memandang lagi ke depan,dimana saat ini tempatnya berada.Ia melangkahkan kakinya ke samping,ke tempat yang ia sukai itu.Namun semakin ia mendekat semakin jauh pula keberadaan tempat itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2