
...Happy Reading...
Hanny lebih memilih untuk pulang saja malam ini, karena tidak mungkin juga dia bisa berlama-lama dirumah Alisya, sedangkan waktu malam itu sudah menunjukkan hampir dini hari.
Ada rasa kecewa yang teramat sangat yang Hanny rasakan dari diri Alisya, walaupun Hanny tidak pernah bisa akur dengan Nicholas, namun dia tetap perduli dengannya, karena memang Nicholas sebenarnya berhati baik dan selalu setia bekerja dengan suaminya bahkan sampai mengurusi hal pribadinya pun dia tidak merasa keberatan, hanya terkadang mulutnya saja yang protes, namun hatinya selalu tulus ingin membantu.
Terlepas dari itu semua, Hanny juga merasa penasaran sendiri, karena tidak biasanya Alisya bersikap ceroboh seperti itu, dia wanita berprinsip dan selalu berhati-hati dalam membuat sebuah keputusan, namun entah mengapa keputusannya kali ini sama sekali tidak menguntungkan dirinya sendiri.
"Mas, ayo kita pulang!" Hanny berjalan mendekat saat kedua pria itu menanti kabar baik dari dirinya.
"Tunggu, mana Alisya? bukannya kamu sudah berjanji membawanya kemari untuk bertemu denganku?" Tanya Nicholas yang langsung menoleh kembali kearah rumah Alisya, namun semua lampu bahkan sudah padam.
"Sudahlah, lupakan Alisya!" Umpat Hanny setelah menghela nafasnya berulang kali.
"Aku tidak bisa, pokoknya aku mau bertemu Alisya, sekarang juga!" Nicholas kembali berontak dan ingin berlari ke rumah Alisya.
"Mas, pegangi dia, ayo kita bawa dia pulang." Namun Hanny langsung menyuruh suaminya untuk menarik tubuh asistennya.
"Hah?" Walau maaih belum paham, namun tangannya reflek menarik tubuh Nicholas.
"Buruan mas, percaya padaku, tidak akan ada gunanya kita masih tetap berada disini!" Umpat Hanny yang langsung mendesak suaminya.
"Hei Bodat, kamu ingkar janji ya, katanya kamu mau mempertemukan aku dengan Alisya, lalu mana dia, dasar pembohong kamu!" Nicholas merasa tidak terima.
"Jangan berteriak dengan istriku!" Jeremy langsung protes jika ada yang bernai meneriaki Hanny didepan wajahnya.
"Tapi anda dengar sendiri kan ucapannya tadi, lalu kenapa dia tidak bisa membawa Alisya kehadapanku, why!"
"Karena masalah ini, tidak semudah yang kamu bayangkan Sarmin." Ingin sekali Hanny menyentil mulut Nicholas yang cerewet itu, tapi dia menahan dirinya.
"Maksud kamu apa?"
"Sudahlah, lebih baik kita pulang saja dulu." Hanny tetap bersikeras pulang, tidak ingin membuat keributan disana.
"NO! Sebelum aku mendengar penjelasan dari mulut Alisya sendiri aku tidak mau pulang!" umpat Nicholas kembali.
"Mas, pegang tangannya, bawa dia pulang, biar aku yang membawa mobilnya." Hanny langsung berlari menuju kursi kemudi.
__ADS_1
"Tapi yank?"
"Mas, sudah aku bilang nggak ada gunanya kita disini, kita pakai jalur cantik saja nanti!" Akhirnya dia sedikit membocorkan idenya, agar mereka semua menurut untuk diajak pulang.
"Siap sayang!"
"Aku mau bertemu Alisya dulu!" Nicholas hampir saja lolos, namun Jeremy segera bergerak.
Grep!
"Nyebut Sarmin, ayo kita pulang!"
Karena Nicholas tetap berontak, akhirnya Jeremy memilih memiting lehernya, juga memeluk tubuh asistennya itu dari belakang dan membawanya untuk masuk kedalam mobil dengan paksa.
"ALISYA, KELUAR KAMU!"
Saat Nicholas sudah tidak bisa bergerak pun dia masih sempat-sempatnya berteriak dari dalam mobil seperti orang kesetanan.
"Buruan sayang, aku kok jadi nggak tega melihatnya?" Jeremy menahannya bahkan dengan kuat, takut jika Nicholas nekad melompat dari mobil itu.
"Entah kerasukan setan mana dia, kenapa sampai bucin seperti itu, padahal belum lama dia mengenal Alisya bukan?" Hanny bahkan sampai heran sendiri.
"Hush... Mas inilah, masak ngatain Alisya setan?"
"Karena sebelum mengenal wanita itu, Nicholas tidak pernah seperti ini!" Jeremy mengingat sosok Nicholas sebelum ini.
"ALISYA, AWAS KAMU YA, AKU TIDAK TERIMA KAMU BEGINIIN!" Nicholas kembali berteriak walau tubuhnya sudah tidak bisa lagi bergerak.
"Ya ampun Sarmin, nyebut Min Sarmin!" Umoat Hanny sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Gimana ini yank, pegel tanganku nahan tubuhnya yang berat itu!"
"Cium aja mas, biar dia diam!" Ucap Hanny dengan asal.
"Dih... Ogah!" Jawab Jeremy yang langsung memelototi istrinya.
"Heleh.. dulu aja pernah ciuman kan kalian, mana mesra banget lagi!" Ledek Hanny sambil melengos ke arah belakang.
__ADS_1
"Itu terpaksa yank, biar para tamu undangan tidak ada yang curiga dengan kami." Jeremy mencoba mempertahankan harga dirinya didepan sang istri.
"Ya sudah, anggap saja aku tamu undangan, udah cium aja dia, kali ini aku izinkan, daripada dia berontak dan mengganggu konsentrasiku menyopir kan, bisa bahaya nanti!" Hanny tidak punya pilihan lain.
"Seriusan ini?" Tanya Jeremy kembali.
"Tidak ada jalan lain!"
"Sarmin, diam kamu, atau aku cium nanti!" Ancam Jeremy yang langsung menatap wajah Nicholas yang sudah kusut.
"Bos, suruh istri anda balik, aku harus bertemu dengan Alisya, aku ingin bicara dengannya!" Namun Nicholas sama sekali tidak menggubrisnya, pikirannya hanya tertuju kepada Alisya seorang.
Cup
"Hmpth... hoerk... hoerk! Nicholas yang tidak terfikir hal itu akan terjadi sontak langsung merasa mual, saat ada yang menempel dibibiirnya.
"Bos Anda sudah gila ya, kenapa benar-benar menciumku!" Teriak Nicholas sambil mengusap bibiirnya dengan kasar.
"Bukannya aku sudah memperingati kamu tadi, daripada ulahmu membahayakan aku dan istriku lebih baik aku menciummu bukan!" Jeremy langsung tersenyum menyeringai.
"Bu Bos, kenapa Anda diam saja!" Teriak Nicholas kembali.
"Pffttthh... Bodo amatlah, yang penting kalian bukan seorang Pelangi sudahlah!" Jawab Hanny yang sudah merasa jengah dengan ulah mereka.
"Tapi..?"
"Aku cium lagi nih, kalau kamu masih mau protes, bisa diam nggak!" Ancam Jeremy kembali.
Jeremy sengaja memiringkan kepalanya untuk mengancam Nicholas agar dia tidak terus menerus berontak didalam mobil.
"Okey.. Okey fine, aku diam!" Nicholas memilih mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
"Nah gitu dong, coba daritadi menurut, aku kan nggak harus merelakan bibirku untuk kamu, puiih!"
Jeremy langsung mengusap bibiirnya dilengan baju miliknya berulang kali dengan raut wajah tidak merasa bersalah, padahal tadi dia sengaja menaruh jempol di bibiir Nicholas agar bibiir mereka tidak secara langsung bersentuhan.
__ADS_1
TO BE CONTINUE...