
Kemana lagi aku harus melangkah? meninggalkan rumah orangtuanya adalah hal paling pedih,banyak sekali kenangan yang tersimpan di dalamnya.Banyak yang menawar agar rumah itu di jual saja,bahkan dengan beraninya menawar dengan harga yang tinggi.Tidak...tidak akan pernah ia menjualnya,meski harus mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
Kini ia terus melangkah,menyusuri jalanan yang belum tentu arah tujuannya.Mencari tempat kos pun tidak ada yang mau menerimanya.Mungkin semua karena statusnya yang telah beredar di berbagi kalangan.Begitu sulit mencari tempat untuk berteduh,hingga hujan membasahi tubuh dan sebuah tas besar yang ia tenteng.Cinta berlari menuju sebuah halte bus agar tidak semakin basah kuyup.Ia duduk termangu merenungi nasibnya,kembali Cinta harus menata hidupnya yang berantakan.Tapi di mulai dari mana?bahkan ia sendiri tidak tahu.Hingga kakinya lecet Cinta belum juga dapat tempat tinggal.Apalagi kini mulai menginjak siang hari dan ia sama sekali belum mengisi perutnya.
Lelaki itu heran hingga sampai saat ini ia sama sekali tidak bertemu dengan Cinta,bahkan saat ia lihat di bagiannya pun wanita itu tidak ada."Apa Cinta sakit?"tanyanya dalam hati.
Entahlah apa yang di lakukannya waktu itu,sampai Rio tidak tahu bahwa Cinta telah di usir dari kampung bahkan dengan teganya kedua orangtuanya memecatnya dari tempat kerja.
Sudah jatuh tertimbah tangga pula,pas sekali dengan keadaan Cinta saat ini.
Rio mengambil sepedha motor miliknya di parkiran,dengan maksud ingin mendatangi rumah Cinta.Tapi sayang sesampainya di sana ia hanya mendapati rumah itu dalam keadaan di kunci dari luar."Itu artinya Cinta sedang keluar,"lirih.
"Mencari Cinta ya mas?"tanya salah seorang ibu-ibu yang sedang lewat.
"Iya bu,tapi seperti kok tidak ada,pintunya saja di gembok dari luar,"jawab Rio.
"Jelas saja gak ada mas,orang pela*ur itu sudah di usir dari kampung sini,"ucap ibu-ibu lainnya dengan sinis."Apa orangtua mas Rio tidak memberi tahu,baru tadi pagi lo ramai-ramai,"jelasnya lagi.
"Astagfirulloh bu,ngomong itu ya yang bener.Ngatain orang seperti itu apa ibu sudah merasa bener?"ucap Rio geleng-geleng kepala.
Ibu-ibu itu hanya melengos saja,mereka kemudian pergi begitu saja meninggalkan Rio yang masih kebingungan.
"Rio,"teriak sang ayah dari rumah.
Rio pun bergegas menghampiri sang ayah yang tengah memanggilnya."Bukannya kerja,kenapa kamu di rumah wanita itu?"tanya sang ayah ketika Rio sudah berada di dekatnya.
"Aku hanya mencari Cinta yah,sampai siang begini dia juga belum kelihatan di kantor,"jawab Rio.
__ADS_1
"Jangan lagi kau mencari wanita penzina itu,dia sudah di usir dari kampung ini,dan lagi ayah sudah memecatnya,tidak sudi ayah memiliki karyawan pela*ur di perusahaan kita."
"Istigfar ayah,belum tentu yang ayah katakan itu benar,"ucap Rio mengingatkan.
"Belum tentu benar bagaimana? wanita itu habis di grebek warga berduaan di kamar dengan lelaki,sedang apa lelaki dan perempuan berduaan di kamar jika tidak berzina ha..,"ucap sang ayah sinis.
Beliau lalu meninggalkan Rio yang hanya diam membisu.
Tidak mungkin itu benar,ya hatinya mengatakan itu sebuah jebakan atau mungkin lelaki yang bersama Cinta itu sedang...."Aaahhh,teriaknya frustasi.
"Aku harus mencarinya apalagi sedang hujan-hujan begini,"lirihnya.
Rio pun melepas mantelnya dan segera mengambil kunci mobil yang ia simpan di kamar.Segera ia mengemudikan mobilnya membelah derasnya hujan.Mata menelusuri setiap tepian jalan,hingga kedua matanya menangkap sosok wanita yang tengah tergeletak di sebuah halte."Cinta,"gumamnya.Rio menepikan mobilnya,tapi saat ia akan keluar,datang seorang lelaki yang mengahampiri Cinta dan kemudian menggendongnya masuk kedalam mobil yang tepat berada di depanya.
"Laki-laki ini,bahaya jika Cinta bersamanya,"Rio terus mengikuti kemana mobil itu pergi.
Lelaki ini sudah gila memang,yang ada di otaknya hanya ingin bercinta dengan Cinta saja.Tidak ada yang lain,bahkan di saat wanita yang sedang terbaring tak berdaya,ia masih sempat-sempatnya mengambil kesempatan itu.
Tidak lama mobil yang di kendarai Radit pun memasuki sebuah rumah yang cukup bagus.Tidak begitu mewah,namun cukup nyaman untuk di huni.
Dan sepertinya akan gagal lagi rencananya itu,karena saat membuka pintu mobil Cinta mulai membuka matanya,masih belum sadar sepenuhnya tapi ia sudah mulai bisa mengerakkan badannya untuk duduk dengan benar.
Lelaki itu menggerutu kesal,belum apa-apa sudah bangun Cintanya.Loyo jadinya hahaha😁😁😁
"Kau,kenapa aku bisa di sini?"tanya Cinta.
"Kau pingsan di halte tadi,dan aku membawamu kemari,turunlah kau pasti sedang cari tempat tinggalkan?"
__ADS_1
Cinta pun menurut,ia tidak punya pilihan lain selain mengikuti laki-laki ini,sejenak ia diam taj bergerak dan itu di sadari oleh lelaki itu.
"Aku tidak akan macam-macam,"ucapnya karena tahu apa yang di pikirkan oleh Cinta.
Sedangkan tidak jauh dari sana,Rio tengah memperhatikan keduanya.Di lihatnya ternyata Cinta sudah sadar,tapi kenapa ia malah mengikuti lelaki itu?
Rio pun turun,ingin melihat lebih dekat.Tapi sayangnya keberadaannya itu di ketahui oleh Radit.
"Kau mengintip?"ucapnya sekeras mungkin.
Rio pun kaget,kenapa tiba-tiba Lelaki ini bisa ada di sini.Cinta pun keluar setelah mendengar suara berisik.
"Rio,"ucapnya.
Rio mengarahkan pandangannya pada Cinta,ia meraih tangan wanita itu,berniat ingin membawanya pergi.Namun Cinta melepaskannya,"pergilah aku ingin di sini,"ucap Cinta dan itu membuat Rio semakin sedih.Terlihat sekali bahwa wanita itu memang benar-benar ingin menjauhnya.
"Kau sudah dengarkan? Cinta itu calon istriku jadi aku yang berhak membawanya,"Radit lebih menegaskan kata istri pada Rio.
Rio langsung menoleh melihat Cinta."Benar yang di katakannya Cin?"
"Ya,"jawab Cinta singkat.
Hatinya bagai di hantam palu yang teramat besar,beberapa waktu yang lalu ia mengutarakan maksud hatinya,tapi Cinta menolaknya.Hati kecilnya masih berkata bahwa ini hanya sandiwara,tapi mulut wanita di depannya membuatnya tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya.
Langkahnya mundur perlahan,seperti mati rasa.Ia pergi dengan hati yang tak bisa di utarakan.Tapi ia tak kan menyerah,sebelum janur kuning melengkung ia akan memperjuangkan cintanya.
Bersambung.
__ADS_1