Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Apa yang terjadi


__ADS_3

"Apa yang harus aku perbuat? mereka sama-sama meminumnya,di rumah pak bos ada orangtuanya dan gak mungkin juga aku bawa ke rumah mbak Cinta.Aduuuh pusing bagaimana ini?"


"Maaf Rio,hubungannya denganku jika kau mau keluar kota apa ya? terus apa yang bisa saya bantu?"tanya Cinta.


"Maaf Cin itu alasanku saja,aku hanya ingin bicara berdua denganmu saja,Kenapa kau terus menghindariku? apa aku punya salah denganmu?"tutur Rio.


Efek obat yang di berikan Radit beberapa waktu yang lalu kini mulai bekerja,Cinta terlihat gelisah.Keringat dingin mulai membasahi keningnya."Ah tidak ada,"jawabnya singkat sambil mengipas-ngipasi wajahnya dengan tangan."Kamu merasakan panas gak sih Yo? tumben banget cuaca panas begini?" tanya Cinta.


Sedangkan asisten Rio yang sedang memperhatikan keduanya memberi pesan pada atasannya.


"Minuman yang di minum mbak Cinta tadi di campuri dengan obat perangsang pak,"begitu pesan yang Rio baca dari asistennya.Matanya membulat merasa tidak percaya,tapi kelakuan Cinta sama persis dengan waktu itu."Ayo Cin ikut aku!" ajak Rio langsung menarik tangan Cinta begitu saja.


Cinta,wanita itu merasa tersengat ribuan aliran listrik ketika tangannya di pegang Rio."Mau kemana Yo?"


"Sudah ikut saja,berbahaya jika kamu tetap di sini,"jawab Rio sekenanya.


Cinta duduk di samping Rio di bangku tengah,sedangkan asistennya mengemudikan mobil membawa atasannya ke suatu tempat.


"Apakah AC nya mati? kenapa panas sekali mobil mu?"tanya Rio pada asistennya.


Sang asisten hanya diam saja,tapi ia seperti mengetik sesuatu di handphonenya.


"Jadi kau juga merasakan panas? aku kira cuma saja,"seketika Rio langsung menoleh ke arah Cinta.Bersamaan ponselnya berbunyi,ternyata dari sang asisten yang memberi pesan.


"Bos kan juga minum apa yang mbak Cinta minum,"bunyi pesan yang di baca Rio.


"Astagfirulloh bagaimana ini,"mendadak Rio jadi gelisah.Rasa panas semakin menjadi,ia membuka kancing bajunya yang paling atas.Sedangkan Cinta sudah seperti cacing kepanasan.


Mobil berhenti tepat di depan hotel."Hei kenapa kau membawa ku ke tempat seperti ini?"teriak Rio.

__ADS_1


"Maaf pak,tapi ini tempat yang paling aman.Tidak mungkin saya membawa anda pulang,"jawab sang asisten.


Mereka pun turun,asisten Rio jalan lebih dahulu mengambil kunci kamar yang sudah ia pesan sebelumnya.


"Ini pak,"ucapnya sambil menyerahkan kunci.


Cinta sudah tidak mampu mengontrol dirinya,pandangan mulai sayu.Yang terlihat hanya Rio yang membawanya ke sebuah kamar.Detak jantung keduanya berdegup semakin kencang kala pintu itu tertutup.Cinta yang sudah dalam pengaruh obat,langsung memeluk lelaki yang ada di hadapannya."Rio..,"bisiknya tepat di telinga lelaki itu.


Ia menegang,kala bibir Cinta tiba-tiba mendarat di bibirnya.Ke dua kalinya ia merasakan bibir mungil itu.Rio yang masih bisa mengontrol dirinya segera mendorong Cinta.Ia kemudian berlari kekamar mandi berharap mendapat air dingin untuk meredakan pengaruh obat pada dirinya.


Cinta,wanita itu kini sudah tak terkondisikan.Kerudung yang ia kenakan sudah tidak menutupi rambutnya lagi.Apalagi dengan gamis yang ia kenakan,hampir separuh lepas dari tubuhnya.Ia menggeliat-geliat di kasur dengan ***.Tangannya ***dadanya sendiri yang masih terbungkus rapi.


Setelah di rasa lebih baik,Rio mengambil jubah handuk yang menggantung di kamar mandi.Ia keluar,tapi tangannya tiba-tiba di tarik oleh Cinta yang berdiri di samping pintu kamar mandi.


Cinta mendorong tubuh Rio ke ranjang,ia langsung menin**nya.Tangannya sudah tidak tinggal diam,ia ***milik Rio.


Di rumah Rio.


Kedua orangtunya merasa heran tidak melihat Rio dari semalam setelah perbincangan hingga pagi ini.Bukan pagi lagi sih, tepatnya pukul 11.00.Tidak biasanya Rio keluar rumah tanpa pamit dulu,apalagi ada orang tuanya sedang di rumah."Ini pasti karena pengaruh dari wanita *** yah,"ucap sang istri.


"Ya siapa lagi,anak kita jadi keras kepala gara-gara wanita itu,"timpal sang suami.


Di tempat kerja.


Sang asisten kini sedang menghandel semua pekerjaan atasannya."Kenapa sampai siang begini si bos belum datang juga ya? masa iya si bos masih di hotel?"tanyanya dalam hati.


Ia sudah pasrah saja dengan yang terjadi nantinya jika atasannya itu memecatnya.Ia tidak punya pilihan lain selain membawa keduanya ke hotel itu.Entah apa yang terjadi,tapi sang asisten malam senyum-senyum sendiri membayangkan keduanya.


"Aaah jahat sekali aku ini,"gerutunya.

__ADS_1


Di hotel tempat Cinta dan Rio berada.


Tanpa sadar keduanya kini masih tidur dengan berpelukan.Cinta tidur dengan berbantalkan lengan Rio sedangkan salah satu tangannya menempel dada lelaki itu.Sedangkan Rio salah satu tangannya memeluk pinggang Cinta.


Matahari semakin meninggi,tapi keduanya masih hanyut dalam tidur lelapnya.Jika saja tidak ada bunyi bel dari petugas kebersihan mungkin saja keduanya masih saja bermimpi indah.


"Aaaaaaaaaa,"teriak mereka berdua bersamaan kala sepasang mata itu sama-sama membuka matanya.Cinta buru-buru menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut yang di pakai berdua.Sedangkan Rio,melihat selimut lepas dari tubuhnya ia cepat-cepat menyambar jubah handuk yang tercecer di lantai dan memakainya.


"Maaf pak saya petugas kebersihan,dan saya akan membersihkan kamar ini,"ucap petugas itu setelah Rio mendengar bunyi bel dan membukanya.


"Nanti saja saya sedang bersiap-siap cek out,kau bisa kembali setelah 2-3 jam lagi,"titah Rio.


"Baik pak,"petugas itu pun kemudian membungkukan sedikit badannya dan pergi dari kamar Rio.


Setelah kepergian sang petugas,Rio kembali menutup pintunya.Di lihatnya Cinta sudah tidak ada di ranjang.Ia kemudian duduk di tepi ranjang."Apa yang terjadi semalam? dan tadi...apa tadi itu..kenapa bisa tidur seperti itu.Astagfirulloh haladzim,ampuni apapun dosa yang telah hamba lakukan ini ya Tuhanku,"lirihnya.


Tidak lama kemudian Cinta keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya,laki-laki itu menghampiri Cinta masih dengan beberapa jarak.Keduanya saling menatap.


"Maaf,"satu kata yang keluar bersamaan dari mulut mereka berdua.


"Aku akan bertanggung jawab atas kejadian ini Cin,"ucap Rio kemudian.


"Tidak,tidak perlu.Semua terjadi di luar kesadaran kita.Aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi,"ucap Cinta.


"Tapi Cin,"belum selesai Rio berbicara Cinta langsung pergi meninggalnya.


"Aku seperti wanita murahan,ya aku memang wanita seperti itu.Entah apa tanggapanmu tentangku Rio,"gumam cinta dalam hati.Hatinya menangis pilu,"apa artinya dengan baju dan hijab yang aku pai ini,jika aku masih tetap berkelakuan seperti dulu.Ampuni hambamu ini ya Allah."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2