
Kabar tentang Cinta si wanita malam pun menyebar hingga keseluruh karyawan.Siapa lagi dalangnya jika bukan wanita yang iri terhadapnya.Sampai-sampai karyawan lelaki tidak ada sungkan-sungkannya menggoda dengan lembaran uang yang langsung di lemparkan di depan wajahnya.Bahkan ada beberapa yang berani akan melecehkannya saat sedang sendirian.Untungnya dia bisa menghindarinya.
Sudah jadi resikonya,setidaknya Cinta masih bisa menjaga diri meski harga dirinya di injak-injak.Hanya modal sabar,dia menganggap ini adalah ujian,yakin jika suatu saat kesabaran dan keikhlasannya akan mendapatkan surganya Allah.Hanya itu tujuannya.
Pagi ini ia berangkat tidak dengan berjalan kaki,menaiki bemo menjadi pilihannya setelah mendapat gaji pertamanya."Alhamdulilah,"ia mengucap syukur atas apa yang dia dapat.Cinta membagi hasil kerja kerasnya untuk kebutuhan dan sedikitnya ia berikan pada yayasan panti asuhan yang pernah ia datangi dulu.
Meski sedikit setidaknya uang yang ia berikan pada yayasan bisa di belikan beras untuk makan anak-anak,begitu pikirnya.
Bemo yang ia naiki kini sudah berhenti tepat di depan gedung,ia turun namun ujung bajunya tanpa sengaja terinjak oleh penumpang lain yang juga akan turun.Karena terburu-buru saat melangkah akhirnya membuatnya jatuh terjungkal dari anak tangga bemo.
"Ya Allah,maaf mbak saya tidak sengaja,"ucap seorang wanita yang tadinya menginjak baju Cinta.
Cinta tersenyum,"gak papa mbak,saya juga salah kerena terburu-buru.Jika saja saya hati-hati mungkin tidak sampai begini,"jawabnya.
Tepat saat Cinta akan berdiri,seorang lelaki keluar dari mobil mewahnya.Tanpa sengaja ia melihat kejadian itu."Sepertinya aku kenal wanita itu,"batinnya.Lelaki itu pun mendekat,melihat lebih jelas lagi."Cinta,"panggilnya.
Cinta menoleh,betapa kagetnya dia saat melihat lelaki itu ."Radit,"gumamnya.Cinta bergegas pergi sebelum laki-laki itu semakin dekat.
"Aaaarg sial kabur lagi,"geramnya.Radit melihat Cinta yang berlari menuju gedung di sebelah perusahaannya."Ternyata kau di sini,"ucapnya sambil tersenyum licik.Ia pun juga tahu siapa pemilik perusahaan di sebelahnya itu,karena dulu orangtua Rio pernah bekerja sama dengannya.Dan sekarang dua perusahaan itu seperti bersaing ketat,meski perusahaannya jauh lebih besar tetapi itulah dia,tidak ada kata puas dalam kamusnya.Siapapun yang mengibarkan bendera perang maka lawannya harus jatuh terperosok hingga tidak bisa bangkit kembali.Tapi sayang perusahaan yang ingin ia hancurkan itu masih berdiri kokoh setelah orangtua itu menyerahkannya pada anak semata wayangnya.Dan lagi kabarnya perusahaan itu kini semakin berkembang saja.
Lelaki itu kini kembali ke perusahaannya,ratusan ide ia susun untuk menjatuhkan sang lawan.Apalagi ada sosok wanita yang ia idamkan berada dalam gedung itu,membuat hatinya terasa terbakar.
Bukan cinta,Ia hanya begitu terobsesi ingin memilikinya.
"Kenapa Radit bisa ada di sini?"ucapnya dalam hati setelah sampai di dalam gedung.Di lihatnya di sekelilingnya masih terlihat sepi,mungkin karena terlalu pagi ia berangkat.
"Hai Cinta nanti malam aku boxing semalaman ya,"sapa salah satu temannya.Tanpa mengubris perkataan teman kerjanya itu Cinta pergi menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan,"tanya seseorang di belakang lelaki yang menggoda Cinta.
"Ah pak Rio,maaf pak itu masalah pribadi saya,"jawabnya sambil menunduk.
"Masalah pribadi kamu bilang? pelecehan seperti itu kamu bilang masalah pribadi?"ujar Rio geram."Masuk keruanganku sekarang,"titahnya kemudian.
Sampai di ruangannya,sang karyawan pun sangat kaget,hanya gara-gara perkataan seperti itu ia harus mendapat peringatan akan di keluarkan.Tangannya mengepal kuat,sorot matanya penuh kebencian."Lagi pula ada hubungan apa,sampai-sampai aku di ancam akan keluarkan,"ucapnya dalam hati.
"Katakan pada yang lain,jika ada yang berbicara atau bertindak seperti kamu maka siap-siap saja keluar dari kantor ini,"titah Rio.
"Baik pak,"jawabnya.
Entah kenapa mendengar perkataan semacam itu membuah hatinya terasa sakit.Padahal yang bersangkutan sepertinya biasa saja.Bahkan tidak terlalu melayaninya.Tapi Rio,lelaki itu begitu tidak terima jika seseorang selalu merendahkan Cinta.
Jika di pikirkan gila memang,banyak wanita cantik juga berkerudung lainnya.Tapi kenapa ia menambatkan hatinya untuk wanita yang sudah pernah menjajakan tubuhnya kemana-mana.
"Baik pak,"jawab sang asisten.
Tidak lama ia menunggu terdengar ketukan pintu dari luar."Masuk,"jawab Rio.
Cinta masuk kedalam ruangan itu,sepasang matanya membelalak sosok lelaki yang sedang duduk di kursi kebesarannya.Sedangkan di meja terdapat papan nama sang CEO.Ia sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik perusahaan ini."Kenapa bapak tidak memberitahu saya bahwa anda adalah pemilik perusahaan ini,"tanya Cinta setelah duduk berseberangan dengan Rio.
Mendengar panggilan bapak untuknya ia sedikit risih,lebih enak di dengar saat Cinta memanggilnya dengan sebutan nama."Mau pemilik atau jabatan itu tidak penting bagi saya Cin,semua sama saja titipan dari Allah yang kelak akan di pertanggung jawabkan."
"Tetapi saya merasa tidak sopan dengan sikap saya pada anda,"ucap Cinta.
"Sudahlah jangan kau pikirkan,aku memanggilmu bukan untuk membicarakan tentang kedudukan,"jelasnya.
__ADS_1
"Aku suka sama kamu Cin,aku ingin melindungimu,aku ingin menjagamu,sudikah kau menerimaku sebagai imammu Cin? aku memang tidak tahu diri,secara terang-terangan ingin menikahimu.Apakah kamu keberatan Cin?"
"Tidak salahkah aku mendengarnya,tadi dia bilang apa? imamku? dia ingin menikahiku?"gumamnya dalam hati."Maaf pak ini jam kerja,tidak seharusnya bapak membicarakan itu,"ucap Cinta.
"Bagaimana dengan perasaanmu padaku Cin?"tanya Rio tanpa memperdulikan ucapan Cinta.
"Maaf pak,"jawab Cinta.
"Aku tahu,apakah kau sudah memiliki calon suami?"tanya Rio kemudian setelah mendengar kata maaf dari Cinta.
Cinta hanya menggeleng.
"Lalu apa yang membuatmu berkata seperti itu?"tanyanya kemudian.
"Maaf pak seperti itu tidak pantas di bicarakan di tempat kerja,bisakah saya kembali bekerja,"elak Cinta.
Rio menghela nafasnya kasar.Memang benar ini masih jam kerja,dan tidak seharusnya ia membicarakannya.
"Baiklah aku mengerti Cin,pulang kerja nanti aku tunggu di lobi ya,aku antar kamu pulang,"ucapnya kemudian.
"Baik pak,"ucap Cinta kemudian ia pamit kembali bekerja.
Ada rasa bahagia ada rasa gelisah rasanya sangat tidak tenang,ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat.Cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.Tapi,ia merasa sangatlah tidak pantas untuk lelaki itu.Apalagi setelah tahu dialah pemilik perusahaan itu."Harus bagaimana aku menghindarinya? aku sudah terlalu kotor untuk lelaki itu,aku bukanlah wanita yang pantas untuknya,"selalu itu yang ada dalam benaknya.
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya sahabatku...
__ADS_1
😉😉😉😉