
Sekumpulan ibu-ibu sosialita sedang mengadakan arisan di sebuah cafe."Eh lihat tu sis,itu kayaknya cinta deh?"tunjuk salah satu dari mereka.
"Yang mana ya jeng?"tanya yang lainnya.
"Itu yang pakai kerudung,"ucap ibu itu.
"Aaah iya benar,itu Cinta.Tapi kok pakai kerudung ya jeng,bukannya biasanya dia pakai baju yanf terbuka gitu?"timpal yang lainnya.
"Halah jeng sudah biasa seperti itu,sekarang kan banyak wanita yang pemakai narkoba,penzina pakai kerudung.Dari luarnya saja kelihatan alim tapi dalamnya busuk.Kayak itu tu contohnya,"ucapnya sambil mrncibir ke arah Cinta.
"Betul jeng,gayanya pakai kerudung,padahal setiap malam keluyuran ke club malam,tidur sama om-om,"ucap mereka lagi.
"Eh eh eh tu si Cinta kemari itu,"sela salah satu dari mereka.
"Ada yang bisa saya bantu ibu-ibu? atau barangkali mau pesan sesuatu?"tanya Cinta.
Yang di tanya pun malah memasang wajah tidak mengenakkan.Mereka malah melengos.Tidak mengubris kedatangan Cinta.
"Baiklah,jika ada yang perlu bantuan nanti bisa panggil saya,permis,"ucap Cinta.
"Gak sudi aku pesan sama dia,jijik sekali.Tangannya saja pasti bau adhiknya om-om.Hiii,"ucap salah satu dari mereka kemudian bergidik ngeri.Yang lain pun juga menganggukkan kepala dengan memandang sinis ke arah Cinta.
"Sabar Cin,tahan air matamu.Jangan sampai kau menangis di tempat ini.Ayo tersenyumlah untuk mereka.Biarkan saja mereka menghinamu sesuka hati mereka.Toh mereka tidak tahu,jadi maafkanlah mereka cin,"ucap Cinta dalam hati.
Sedangkan teman Cinta yang lain pun ada yang mendengar percakapan ibu-ibu tadi.Sebagian dari mereka ada yang merasa jijik ada pula yang merasa kasihan.
"Pantas saja si bos menerima dia,mungkin dia pernah tidur ma si bos kali,"bisik salah satu temannya pada teman lainnya.
"Hus,bicara apa kamu itu.Ngawur saja,Sudah ayo kita kerja,kamu mau di omeli sama si bos? tu lihat Cctv nya,jadi jangan macam-macam di sini.
Dia yang membicarakan Cinta pun langsung membungkam mulutnya.Lupa akan keberadaan Cctv yang selalu mengintai gerak-gerik karyawannya.
*****
Sedangkan di tempat lain,Radit sedang memesan bermacam-macam makanan juga minuman untuk semua karyawannya.Ia sengaja memesan semuanya di tempat lain,agar apapun yang ia lakukan mendapat sambutan baik dari karyawannya atau ada niat tersebulung di dalamnya.Entahlah hanya dia yang tahu.
Setelah mendapatkan yang ia mau,Radit menjalankan mobilnya menuju cafe miliknya.Senyumnya merekah kala melihat bungkusan di telapak tangannya."Dan aku sudah tidak sabar hingga kau datang padaku,"ucapnya sinis dalam hati.
Begitu sampai di cafe,Radit membagikan apa yang sudah dia beli.Semua mendapatkan tak terkecuali Cinta.Namun Cinta masih belum memakan maupun meminumnya.Ia masih fokus dengan pekerjaannya yang belum selesai.
"Makanlah dulu cin,nanti keburu dingin,"ucap sang senior.
"Ah iya bu,sebentar lagi.Nanggung sebentar lagi selesai,"jawabnya sambil mengelap gelas-gelas yang sudah di cuci.
"Kalau begitu aku tinggal dulu ya cin,"pamit seniornya.
"Iya bu,"jawab Cinta.
__ADS_1
Ibu senior itu pun masuk kedalam ruangan atasan.Karena sebelumnya dia di panggil untuk menghadap.
"Bagaimana,apa sudah kau berikan milik Cinta?"tanya sang atasan dengan tangan bersendekap.
"Sudah pak,tapi belum di makan,"jawabnya.
"Kau awasi dia terus,setelah ia makan dan minum suruh dia keruanganku.Dan untuk kalian semua hari ini saya beri tiket nonton.Tutuplah cafe setelah Cinta masuk ruanganku.Dan ini untuk kamu,"titah sang atasan sambil memberi beberapa lembar uang pada bawahannya."Dan ingat jangan sampai yang lain tahu."
"Baik pak,saya mengerti,"patuhnya.
Ibu senior pun keluar dari ruangan atasannya.Ia sendiri agak bingung tapi ibu itu tetap menjalankan perintah atasannya.
Sedangkan Radit kini tengah masuk ke dalam ruang istirahatnya.Ia sudah tidak sabar menunggu Cinta.Niatnya malam hari saja sampai cafe tutup.Tapi ia sungguh tidak bisa menunggu lagi.
Sedangkan ibu senior mencari keberadaan Cinta.Dan ternyata Cinta sedang menikmati makanannya.Di lihatnya hanya tinggal separuh saja dari makanan yang di berikan.
"Kenapa tak kau habiskan Cin?"tanya ibu senior.
"Saya sudah kenyang bu,bisa buat nanti lagi setelah sampai di rumah,"jawab Cinta.
Ibu senior itu tahu,bahwa Cinta setiap hari pulang pergi dengan jalan kaki.Bisa di maklumi,mungkin setelah berjalan kaki perut jadi lapar.Ia sebenarnya kasihan melihat wanita ini.Tapi apa yang bisa di lakukannya.
"Cin,setelah selesai makan kamu di panggil pak Radit di ruangannya,"ucap ibu senior.
"Iya bu,"jawab Cinta.
Tok tok tok,
Cinta mengetuk pintu itu sedikit keras.
"Masuk,"jawab atasannya dari dalam.
Cinta pun masuk ke dalam,"kenapa gelap sekali,"lirihnya.Ia mencari-cari di mana letak sakelar lampu tapi tidak menemukannya.Ruangan tertutup tanpa adanya kaca membuat ruangan itu menjadi gelap kala lampu di matikan.Hanya ada sebuah jendela yang secara otomatis bisa terbuka dan tertutup sendiri dengan memencet tombol remot.Dan itu hanya atasannya sendiri yang mengerti letak remot.
"Pak,pak Radit,"panggil Cinta."Kenapa firasatku ada yang tidak beres ya,mendadak tidak enak begini,"batinnya.
"Tolong aku Cin,"teriak Radit dari dalam ruangan.
Cinta pun memasuki ruangan itu dengan jalan merambat melalui tembok-tembok.Setelah ketemu dengan handle pintu Cinta segera membukanya.
Ceklek.
Pintu pun terbuka.Terlihat remang-remang ruangan itu karena bagian jendela hanya tertutup korden dan sedikit cahaya masih bisa tembus meski tidak terlalu terang.Betapa terkejutnya Cinta melihat atasannya itu terbaring di lantai dengan mulut yang meringis sambil memegangi bagian kepalanya.
Flashback on.
Radit yang mendapat kode dari bawahannya bahwa Cinta akan keruangannya langsung menutup semua jendela dan mematikan lampu.Dengan tujuan agar Cinta tidak dapat melihat wajahnya.
__ADS_1
Minuman yang ia berikan pada Cinta sudah ia campur dengan obat perangsang.Saat masuk ke dalam ruangannya Radit tahu obat itu pasti sudah mulai bekerja.Dan ia akan memanfaatkan Cinta yang sedang dalam pengaruh obat itu.
Tapi sungguh nasib sialnya,setelah mematikan lampu bagian kamar ia akan kembali ke ruang kerjanya,Tangan Radit menyenggol gelas yang berisikan air.Dan alhasil ia malah terpeleset dengan begitu kerasnya.Hingga kepalanya terbentur lantai.
Flasback off.
"Bapak tidak apa-apa?"tanya Cinta.
"Ah tidak Cin,hanya kepalaku yang belakang sedikit sakit,"jawab Radit."Bisa kamu bantu saya memijat mijat kepalaku dengan minyak di atas meja itu,"Titahnya.
"I iya pak,"jawab Cinta terbata.
Melihat Cinta yang berdiri mau ambil Minyak,Radit membaringkan tubuhnya di kasung King Size nya.Senyumnya terbit kala melihat Cinta yang kepanasan."Sebentar lagi,"ucapnya penuh keyakinan.
Padahal Cinta kepanasan karena memang beneran gerah.Cinta pun kembali dengan minyak di tangannya.Melihat sang atasan tengah berbaring seperti itu membuatnya begitu risih.
"Maaf pak,bagaimana kalau kita keluar saja.Di sini panas,"usul Cinta yang mendapat tanggapan berbeda oleh Radit.
Radit pun tersenyum menang,ia kemudian bangkit mendekati Cinta."Sini aku bantu *** bajumu jika kepanasan,"ucapnya seketika.Ia langsung *** tubuh Cinta.*** yang sudah di ubun-ubun tidak bisa ia tahan lagi.Tangan nakalnya langsung menjalar *** tubuh Cinta.
"Pak lepas,apa yang bapak lakukan,"Cinta berusaha berontak.Tapi Radit sudah tidak memperdulikan ocehan Cinta,karena ia yakin sebentar lagi Cinta yang bakalan meminta lebih dari ini.
"Pak lepaskan saya,tolooong,"teriak Cinta.Baju dan kerudungnya sudah tidak berbentuk lagi.
Radit pu merasa heran,kenapa sampai sekarang Cinta masih terus meronta-ronta seperti ini.Padahal ia sudah mencampurkan semua obatnya.
"Pak,tolong lepaskan,"Cinta terus saja berontak.Melihat sang atasan yang semakin menggila,Cinta pun mencoba memberikan tendangan lewat tututnya.Dan tepat,tendangan itu mengenai sang adhik milik atasan.
"Auuu,"Radit meringis kesakitan.
Mendapatkan celah itu,Cinta langsung lari keluar dengan kembali merambat di tembok-tembok.Ia bergegas mengambil tasnya dan berlari keluar cafe sambil membenahi penampilannya.
"Cinta,mau kemana kau,"teriak Radit yang menyusul Cinta keluar ruangan."Aaah sial,berantakan.Kenapa bisa gagal total begini.Bukannya tadi dia sudah mulai kepanasan.Tapi kenapa dia bisa lari begini.Harusnya obat itu sudah bekerja dari tadi,"ucapnya frustasi.
Bersambung...
Assalamualaikum..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara
like
coment
vote
hadiahnyaπππ
__ADS_1
Maaf ya jika banyak typo,mohon dukungan kalian buat othor agar cerita ini lebih baik lagi.Terimakasih..ππππππ