Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Bertemu dengan ibu.


__ADS_3

Sinta memandangnya tak percaya,"bagaimana mungkin ini bisa terjadi,"teriaknya frustasi.


"Bantu aku om,kita lapor saja ke pihak rumah sakit,"ucap Sinta.


"Apa kamu sudah gila?jika kita lapor pada pihak Rumah sakit,tentu Polisi akan ikut turun tangan,"kata om itu."Aku tidak mau tahu kamu urus mayat wanita itu,"katanya lagi sambil melempar selembar cek ke wajah Sinta.


"Duh Cinta apa yang terjadi padamu sebenarnya,"Sinta bingung.Karena tidak ada pilihan lainnya lagi akhirnya ia menelephon pihak rumah sakit.Toh tidak ada kekerasan ataupun pembunuhan yang terjadi.Di kamar hotel pun juga ada rekaman Cctv yang bisa di jadikan bukti kejadian.


Tapi sebelumnya Sinta mengecek rekaman Cctv dulu kamar tempat Cinta.Dan fix semuanya tidak ada yang mencurigakan.Polisi dan pihak rumah sakit pasti mengira Cinta mengalami serangan jantung mendadak atau hal lain yang mengakibatkan Cinta bisa sampai seperti itu.Begitu pikirnya.


Tapi ia melupakan sosok om yang sudah memberinya cek tadi.


Sesuai dengan rencananya,suara mobil ambulan pun datang,Cinta di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan,dan jika harus di lakukan otopsi maka akan di lakukan setelah dapat izin dari keluarga.


Sinta pun juga turut serta masuk ke dalam mobil ambulan,karena hanya dia yang berada di lokasi kejadian.Polisi pun juga sudah ada di lokasi kejadian.


Di alam lain.

__ADS_1


Cinta masih ketakutan,ia menangis histeris.Seperti mimpi tapi kenapa ia merasakan sakit yang teramat pada kaki juga alat kelaminnya.Langkahnya terhenti melihat bara api yang besar tidak jauh dari penglihatannya."Apa ini yang di namakan neraka itu?"ucapnya ketakutan."Apa aku sudah mati? ibu ayah tolong Cinta,"teriaknya histeris.Tidak ada yang bisa ia lakukan.Jika ia terus berjalan maka ia akan masuk kedalam kobaran api itu,dan jika tetap berdiam diri maka itu juga akan menyiksa dirinya dengan kaki yang terus tertancap pada duri-duri juga bara api di sepanjang jalan.


Seseorang memanggilnya dari seberang,suaranya halus dan menenangkan hatinya sesaat.


"Ibu,"lirihnya."Ibuuu,"ia kemudian berteriak setelah tahu bahwa itu ibunya.Ibunya yang memakai kain putih bersih kulit bersih juga wajah yang bercayaha.Tempatnya pun juga berbeda,terlihat begitu nyaman dan menyenangkan.Berbanding terbalik dengan keadaanya."Ibuuu,"teriaknya sekali lagi."Ibuuu...tolong Cinta,"ucapnya pilu.


Ibu mana yang tega melihat anaknya seperti itu,bagai ribuan pisau menyayat nyayat hatinya.


"Cinta,dosa apa yang sudah kamu lakukan nak hingga kau berada di tempat mengerikan itu?"tanya ibunya.


Pandangannya beralih pada sang ibu yang menatapnya dengan wajah yang sedih."Maaf kan Cinta bu,Cinta melupakan pesan-pesan ibu,berzina dan berzina yang Cinta lakukan,hingga Cinta berada di tempat seperti ini."ucapnya lirih."Andaikan Cinta di beri kesempatan sekali lagi,tapi itu tidak mungkin."


Sang ibu begitu iba melihat keadaan anaknya."Ya Allah berikan putri hamba kesempatan sekali lagi,hamba yakin dia hanya terhasut oleh perkataan seseorang,"lirih sang ibu meminta pengampunan.


Sungguh sangat menyiksa,bergerak sakit diam juga akan lebih sakit,yang di lihatnya hanya api dan kesakitan.Pandangannya nanar,menangis pun sudah tiada guna,menyesal pun juga sudah terlambat.Inilah tempatnya,tempat yang cocok untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Ia hanya bisa berteriak memanggil-manggil ibunya.

__ADS_1


Tapi apa yang bisa di lakukan oleh sang ibu,jika Allah memberikan tempat yang sesuai.Maka itulah tempat yang seharusnya.


Seberkas cahaya putih menyinari keberadaan Cinta,sang ibu yang melihat pun merasakan kebesaran Allah,meski mustahil seorang yang sudah mati kini di hidupkan kembali."Cinta,ikuti cahaya itu nak,berjanjilah pada ibu.Gunakan kesempatan terakhir ini dengan kebaikan-kebaikan,tinggalkan semua yang di larang.Dan tentunya kamu tahu apa itu,"titah sang ibu.


Mendapatkan harapan yang ia kira sudah tidak mungkin.Air matanya menggenang karena tidak menyangka.


"Pergilah nak selagi jalan masih terbuka.Jangan lagi kau kecewakan ibu,ibu tidak ingin saat kau kembali berada di tempat itu lagi.Kau ingin bersama ibu di tempat ini kan?"ucap sang ibu.


Cinta mengangguk,ya dia tidak ingin kembali ke tempat yang mengerikan ini.


"Cepatlah Cinta sebelum cahaya itu hilang,"teriak sang ibu mengingatkan.


Cinta pun mengiyakan pesan sang ibu,ia mengikuti cahaya putih itu,meski kakinya harus lebih terluka,namun kali ini ia sangat bersemangat mengikuti cahaya yang semakin mengecil.Ia berlari mengejar cahaya itu yang semakin menjauh dan mengecil.


"Bismillah,"ucapnya perlahan.Pertama kalinya keluar dari mulutnya.Dan bersama dengan cahaya yang hilang,terbukalah kedua mata Cinta yang sudah hampir 24 jam terpejam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2