Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Kuberi Pelajaran


__ADS_3

"Diandra? Apa maksud dokter Diandra Paramita, artis terkenal itu?"


"Iya Tuan Alex."


"Jadi saat ini dia sedang hamil?"


"Iya, usia kandungannya memasuki usia lima minggu."


Deg


Jantung Alex pun seakan terhenti. 'Lima minggu? Beberapa minggu yang lalu kami memang pergi ke Puncak bersama, jadi apakah itu artinya anak yang ada di dalam kandungan Diandra adalah anakku? Ya, aku yakin anak yang ada di dalam kandungan Diandra adalah anakku, karena dia sangat jarang pulang ke rumah apalagi berhubungan badan dengan suaminya itu. Tapi kenapa dia hamil? Bukankah selama ini dia selalu kusuruh menggunakan alat kontrasepsi? Ah, nanti sebaiknya kutemui Diandra. Lalu, apakah ini ada hubungannya dengan sikapnya yang tiba-tiba menghilang begitu saja? Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa Diandra bisa seceroboh ini?' batin Alex.


"Alex, kau kenapa? Kenapa tiba-tiba kau melamun seperti itu?" tegur Bianca yang merasa aneh tiba-tiba Alex termenung.


"Oh tidak apa-apa, Sayang. Hanya memikirkan pekerjaanku saja."


"Alasan," balas Bianca sambil melirik Alex dengan tatapan penuh curiga.


***


Sementara itu, Cheryl yang saat ini turun dari lantai atas tampak berjalan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya yang saat ini masih ada di rumah Diandra.


Melihat Cheryl yang mendekat ke arah meja makan, Diandra kemudian bergelayut manja ke tangan Gavin. "Mas, suapin aku," rengek Diandra.


"Aku sedang terburu-buru, Diandra. Lagipula tanganmu masih berfungsi kan?" sarkas Gavin.


"Mas kok ngomongnya gitu, sih. Ini permintaan anak kamu yang ada di dalam kandunganku loh," ucap Diandra dengan begitu manja.


"Gavin, turuti permintaan istrimu. Dia sedang hamil, kau seharusnya bersikap baik pada Diandra. Lagipula itu permintaan anakmu!" perintah Lina.


Gavin pun menghela nafas, lalu terpaksa menyuapi Diandra. Cheryl yang melihat tingkah keduanya pun merasa tak nyaman. Apalagi saat ini Diandra tampak begitu manja pada Gavin.

__ADS_1


"Aku sudah selesai sarapan, aku berangkat dulu," pamit Cheryl pada semua orang yang ada di meja makan.


"Hati-hati Cheryl," jawab mereka. Namun tidak dengan Gavin yang tampak termenung melihat kepergian Cheryl.


"Diandra, kau teruskan sarapanmu. Aku harus berangkat sekarang, aku ada meeting pagi ini."


"Tapiiii, Mas. Aku mau disuapin kamu..., Mas Gavin aku mau disuapin kamu... "


"Diandra!" bentak Gavin, yang membuat semua orang yang ada di meja makan tersebut terkejut. Diandra pun merasa sangat malu diperlakukan seperti itu oleh Gavin, dan hanya bisa menatap kepergian suaminya yang saat ini sudah berjalan keluar dari rumah itu.


'Brengsekkk! Ini semua gara-gara Cheryl!' batin Diandra.


Gavin pun mendekat pada Cheryl yang sudah ada di dalam mobil untuk diantar Pak Amat. "Pak Amat, biar saya yang mengantar Cheryl!"


"Iya Tuan," jawab Pak Amat, dia lalu berlalu masuk ke dalam rumah.


Gavin membuka pintu mobil yang dinaiki Cheryl, kemudian menarik tubuh Cheryl keluar dari mobil itu lalu memaksanya masuk ke dalam mobilnya.


"Kau cemburu?"


"Nggak, Om. Tante Diandra kan istri Om. Wajar dia bersikap manja."


"Terus kenapa kamu nggak habisin sarapan kamu?"


"Udah kenyang, Om."


"Ya udah, kita sarapan di sini aja ya sayang."


"Sarapan ap...."


Belum sempat Cheryl meneruskan kata-katanya Gavin sudah nelummat bibirnya begitu saja. "Empttttt... "

__ADS_1


Sementara itu, Diandra yang melihat Gavin yang saat ini sedang berciuman dengan Cheryl di dalam mobil pun tampak begitu kesal. Belum hilang rasa marah pada Cheryl saat tadi malam dia mendengar mereka sedang bermesraan, ataupun rasa sakit hatinya saat Gavin mempermalukan dia di depan keluarga besar mereka di meja makan, dan sekarang dia harus merasakan kekesalan yang seakan tiada habisnya saat melihat Gavin dan Cheryl kembali bermesraan di dalam mobil.


"Sial! Kalian benar-benar kurang ajar! Mas Gavin, memangnya apa bagusnya Cheryl? Aku jauh lebih segala-galanya dibandingkan dengan gadis ingusan itu! Lalu kau Cheryl! Kau memang keponakan yang kurang ajar dan tidak tahu diri! Hatimu benar-benar busuk sudah merebut suamiku! Aku adalah Tantemu! Wanita yang seharusnya kau hormati, bukan malah kau injak-injak harga dirinya! Haaaahhhhh!"


BRAKK


Barang-barang di kamar itu yang baru saja dibersihkan oleh Bi Asih pun kembali berantakan karena amukan Diandra.


"Cheryl! Kau akan kuberi pelajaran sekarang juga!" teriak Diandra. Dia kemudian tampak mengutak-atik ponselnya, lalu membuat akun media sosial palsu, kemudian menyebarkan foto-foto Cheryl dengan Gavin. Tapi Diandra terlebih dulu mengeblur wajah Gavin agar identitas laki-laki yang bersama Cheryl menjadi misteri karena kalau publik sampai tahu suaminya memiliki kekasih, itu sama saja membongkar aibnya sendiri kalau pernikahannya dengan Gavin sedang tidak baik-baik saja. Padahal, pernikahannya selama ini terlihat begitu sempurna di mata publik.


Diandra tersenyum menyeringai saat melihat postingan untuk mempermalukan Cheryl dengan caption "AKU SUGAR BABY" mulai ramai diperbincangkan di media sosial.


"Mampus kau, Cheryl! Hahahahahaha..."


Saat masih menertawakan postingan tentang Cheryl yang kini ramai oleh bullyan, tiba-tiba ponsel Diandra berbunyi.


"Alex?" ucap Diandra saat melihat Alex yang saat ini sedang meneleponnya.


[Halo Alex.]


[Halo Diandra, Diandra kita harus bertemu sekarang!]


[Bukankah sudah kukatakan, aku tidak bisa keluar rumah Alex!]


[Turuti perintahku atau kubongkar rahasiamu di depan suamimu!]


[Baiklah!] gerutu Diandra kesal.


[Aku tunggu di apartemen.]


Diandra pun menutup panggilan itu begitu saja, lalu berganti pakaian dan keluar dari rumahnya menuju ke tempat yang dimaksud oleh Alex dengan mengendarai mobilnya. Namun, tanpa Diandra tahu sebuah mobil juga mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2