Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Agak Terlambat


__ADS_3

"Bianca! Apa yang kau lakukan!" pekik Alex saat melihat Bianca yang saat ini berdiri di ambang pintu sambil tersenyum menyeringai padanya, dan juga Diandra yang saat ini tampak menutup wajahnya dari sorotan kamera wartawan yang berdiri di belakang Bianca.


"Kau tanya apa yang kulakukan? Aku hanya sedang melakukan apa yang seharusnya kulakukan. Awalnya memang aku ingin menutup rapat apa yang terjadi dengan rumah tangga kita, karena bagiku ini adalah aib! Dan aku tidak mau berurusan lagi dengan makhluk menjijikan lagi seperti kalian. Tapi, ternyata ada begitu drama di luar sana yang membuatku semakin jijik pada kalian. Bukannya aku mau ikut campur pada berita yang berkembang di luar sana. Aku hanya ingin seluruh dunia tahu jika manusia menjijikan seperti kalian tidak layak dibela! Terutama kau Diandra!"


"Apa maksudmu berkata seperti itu padaku, Bianca!" balas Diandra sambil menutup wajahnya agar tidak terlalu terekspose kamera wartawan.


"Cih, jadi kau tidak sadar dengan semua kelakuan menjijikanmu itu? Apa kau sudah lupa kalau kau sudah menghembuskan kabar busuk yang begitu menyudutkan suami dan keponakanmu seolah dirimu paling suci? Cih! Aku benar-benar merasa jijik melihat air mata palsumu itu di televisi! Aku juga tidak rela seluruh dunia ini membela manusia munafik seperti dirimu!"


"Enak sekali kau berkata seperti itu padaku! Apa kau tidak lihat siapa dirimu? Kau hanyalah seorang pengemis cinta pada Alex! Apa kau belum sadar kalau hidupmu sangat menyedihkan! Kau bahkan memberikan semua yang kau miliki pada laki-laki yang tak pernah mencintaimu dengan tulus! Kau memang kaya tapi sayangnya kau bermental PENGEMIS!"


PLAKKK


"Jaga ucapanmu Diandra! Asal kau tahu, aku tidak pernah mengemis cinta pada Alex karena dia yang terlebih dulu menyatakan cintanya padaku! Kalau kau menginginkan Alex, ambil saja karena aku tidak butuh laki-laki sampah seperti dirinya! Dan asal kau tahu, kedatanganku ke rumah ini untuk mengambil semua barang-barang pemberian Alex untukmu! Termasuk mobil mewah yang setiap hari kau pakai."


"Apa-apaan ini! Kau tidak bisa bersikap sembarangan seperti itu padaku! Sangat tidak pantas dan tidak beretika barang yang sudah diberikan lalu kau ambil begitu saja!"


"Apa kau bilang? Barang yang diberikan? Aku tidak pernah merasa memberikan barang itu untukmu! Sedangkan uang yang digunakan oleh Alex untuk memberikan barang mewah untukmu itu menggunakan uangku! Jadi, sah-sah saja aku mengambil semua barang-barang itu!"


Diandra lalu mengalihkan pandangannya pada Alex. "Alex, kenapa kau diam saja?" bentak Diandra yang melihat Alex sejak tadi hanya terdiam melihat pertengkarannya dengan Diandra.

__ADS_1


Alex lalu memejamkan matanya, kemudian menghembuskan nafas panjangnya. "Maaf Diandra, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena apa yang dikatakan oleh Bianca itu benar," jawab Alex sambil tertunduk lesu.


"Jadi kau tidak mau membantuku, Alex?"


Alex pun terdiam, sementara Bianca tersenyum menyeringai. Dia kemudian menoleh ke arah belakang lalu memberi kode pada anak buahnya untuk masuk ke dalam rumah Diandra.


Melihat beberapa orang yang masuk ke dalam rumahnya, spontan Diandra pun berteriak. "Mau apa kalian? Hei tolong jangan sembarangan masuk ke dalam rumahku!" teriak Diandra sambil berlari masuk ke dalam rumahnya, mengikuti anak buah Bianca yang hendak mengambil barang-barang miliknya.


Sementara itu, Bianca hanya tersenyum kecut melihat Alex yang saat ini berdiri di depannya. "Mungkin kau dulu sering kali menertawakanku dan menghinaku! Tapi sekarang lihatlah, seisi dunia saat ini pasti sedang menertawakanmu dan juga menghinamu!" bentak Bianca. Dia kemudian membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Alex yang saat ini hanya terdiam sambil menutup wajahnya yang kembali mendapat jepretan dari wartawan.


***


"Frizz kamu di sini saja ya, Sayang. Papa mau jemput Kak Cheryl sebentar!" ucap Gavin sebelum masuk ke dalam apartemen.


"Iya Pa."


Gavin kemudian menuju ke unit apartemennya sambil berlari, dan ketika dia membuka pintu unit apartemennya, tampak Cheryl sedang duduk di kursi sambil memegang perutnya disertai tetesan darah segar yang mengalir di kakinya.


"Mas..."

__ADS_1


"Ayo kita ke rumah sakit, Sayang!"


Gavin kemudian membawa tubuh Cheryl dalam gendongannya, dan bergegas membawanya ke rumah sakit. Frizz yang melihat Cheryl kesakitan pun mengelus pipi Cheryl.


"Kak Cheryl sakit?"


"Frizz doain Kak Cheryl biar dedek bayi di kandungan kakak bisa selamat ya!"


"Iya Kak."


Gavin pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi. Dia benar-benar takut sesuatu terjadi pada Cheryl dan buah hatinya yang ada di dalam kandungan Cheryl.


Tak berapa lama, mereka pun sudah sampai di rumah sakit. Gavin menunggu di depan ruang emergency disertai perasaan yang begitu campur aduk. Tak berapa lama, seorang dokter pun keluar dari ruang emergency tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?"


"Tuan Gavin, anda agak terlambat membawa istri anda ke rumah sakit..."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2