
Sementara itu, di dalam apartemen Gavin, semua orang sedang bersiap melangsungkan akad nikah Gavin dan Cheryl. Calon pasangan pengantin itu pun sudah tampak berganti pakaian dengan pakaian yang lebih rapi.
Setelah semuanya siap, acara proses ijab qabul pun dimulai. Gavin tampak menjabat erat tangan Rama, lalu mengucapkan janji ijab qabul dengan sekali tarikan nafas, disusul dengan teriakkan SAH oleh seluruh orang yang ada di apartemen itu. Semua orang tampak begitu bahagia, tak terkecuali Gavin dan Cheryl yang tak menyangka jika malam ini mereka akan menikah.
Awalnya, Gavin memang memerintahkan Cheryl masuk ke dalam kamar untuk menghubungi kedua orang tuanya. Tetapi, dia benar-benar tidak menyangka jika Fahri dan Lina datang dan menyuruh mereka menikah saat ini juga. Sebuah kejutan yang sangat menggembirakan bagi dirinya.
Cheryl tampak mencium tangan Gavin, sedangkan Gavin balas mengecup kening Cheryl dengan kecupan begitu hangat, dan penuh perasaan. Rama yang melihat pemandangan yang ada di depannya, seketika merasa begitu bahagia melihat putrinya akhirnya menikah dengan laki-laki yang dicintai olehnya. Meskipun, tak dapat dipungkiri tetap ada rasa kecewa yang begitu besar di dalam hatinya, cita-cita Cheryl kandas, demi memilih memperjuangkan cintanya. Terlebih, cinta yang diperjuangkan putrinya adalah orang yang menjadi adik iparnya. Entah mengapa rasanya masih begitu sakit dan tidak mudah menerima semua ini, apalagi saat ini Gavin belum bercerai secara resmi dari Diandra. Entah bagaimana pandangan orang terhadap mereka berdua, sungguh hal ini terasa begitu menyesakkan dada bagi Rama. Dia pun akhirnya bangkit dari tempat duduknya lalu mendekat ke arah Cheryl.
"Cheryl!"
"Iya Pa."
Rama kemudian memeluk Cheryl, lalu keduanya hanyut dalam isak tangis. "Putri kecilku, papa harap kamu bisa hidup bahagia dengan rumah tanggamu ini, meskipun ini tidak mudah. Papa yakin kau pasti bisa menerima ujian dan resiko yang kalian ambil pada pernikahan kalian ini."
"Iya Pa, Cheryl minta doanya ya Pa, biar semua ini bisa kita lewati."
"Iya, Nak. Papa pulang dulu!"
Cheryl menganggukkan kepalaku, diiringi Rama yang melepaskan pelukan mereka. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Gavin. "Aku titip putriku, tolong jaga dia baik-baik, dan tolong jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama, seperti yang kau lakukan pada Diandra. Mengkhianati istrimu sendiri!" ucap Rama dengan tatapan sengit, lalu meninggalkan apartemen itu begitu saja.
Gavin melihat sikap Rama hanya tersenyum tipis, mencoba menegarkan hatinya, dan menyadari jika hubungannya dengan Cheryl memang tidak mudah diterima oleh semua orang, termasuk kedua orang tua Cheryl yang pastinya memiliki harapan besar pada putrinya. Cita-cita Cheryl kandas, padahal hasil yang dicapai Cheryl saat ini tidaklah mudah, dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Belum lagi status dirinya sebagai suami dari adik mereka, setiap orang tua memang berhak berharap anak gadisnya menikah dengan seorang laki-laki yang berstatus masih lajang, tidak seperti dirinya, yang masih berstatus sebagai suami dari Diandra, tante dari Cheryl sendiri. Tiba-tiba sebuah sentuhan hangat menempel di pundak Gavin.
"Om kenapa? Om masih mikirin mama sama papa?"
__ADS_1
Gavin pun tersenyum, lalu menatap Cheryl. "Om? Apa itu Om? Bukannya kita udah nikah, Sayang? Apa nggak ada sebutan lain yang lebih bagus dikit? Jangan-jangan kamu nyesel nikah sama om-om gini? Hahhahahhaha..." jawab Gavin, mencoba untuk mengalihkan perhatian agar Cheryl tidak ikut merasakan kegundahan yang ada di dalam hatinya.
"Ihhhh, kok gitu sih!"
"Abis kamu orang udah nikah masa masih panggil Om. Kamu tau kan sayang, kamu lagi hamil anak aku, kita udah jadi orang tua sayang, gimama kalo panggilnya eomma sama appa, kayak orang Korea?"
"Ah ga mau, aku cinta produk dalam negeri, buktinya lebih suka sama Mas Gavin daripada Kim Soek Jin."
"Cie, cie, cie, hahahahahaaaa!" Gavin kemudian memeluk Cheryl sambil menatap wajahnya lekat.
"Ehemmmm pengantin baru, mesra banget kaya nggak ada orang lain aja? Masih banyak tamu Gavin! Nanti aja peluk-peluknya!" protes Lina. Gavin pun melepaskan pelukannya pada Cheryl, kini keduanya pun terlihat salah tingkah.
"Ya udah, kami pulang dulu ya. Gavin, kalo kalian mau pergi, pergi besok pagi aja. Ini mama sama papa udah beliin tiket pesawat buat kalian berdua. Waktu tadi siang kamu ngomong ke mama mau pindah ke luar negeri, mama langsung inisiatif beliin tiket, untuk sementara kalian pergi ke Singapura aja dulu, yang deket soalnya Cheryl lagi hamil, ga baik naik pesawat lama-lama. Urusan aset yang ada di sini, nanti biar papa yang urus, kalo udah semuanya terjual, nanti uangnya kita transferkan buat buka usaha kalian di sana. Iya kan, Pa?"
Mendengar perkataan Lina dan Fahri, Gavin dan Cheryl tampak saling berpandangan, lalu tersenyum. Mereka tak menyangka jika kedua orang tua Gavin merestui dan begitu banyak membantu hubungan mereka.
"Terima kasih banyak, Pa, Ma," jawab Gavin dan Cheryl bersamaan.
"Iya, ya udah kalo gitu kalian istirahat aja dulu, besok kan kalian harus berangkat pagi."
"Terima kasih banyak, Ma. Cheryl pikir mama nggak restuin hubungan kami, Cheryl pikir mama bakalan malu sama hubungan kami yang terlihat salah di mata semua orang, termasuk orang tuaku."
Lina kemudian mendekat ke arah Cheryl, lalu memeluknya. "Nggak Cheryl sayang, kalian nggak salah, karena yang menyebabkan ini semua itu Diandra. Udah kamu ga usah sedih, kamu harus hidup bahagia sama Gavin ya sayang biar cucu mama sehat terus di dalam kandungan kamu."
__ADS_1
"Iya ma."
"Kalau gitu, kami pulang dulu."
"Iya Pa, Ma, terima kasih semua," ucap Cheryl dan Gavin pada semua orang yang ikut membantu pernikahan mereka malam ini.
Setelah mereka semua pergi dari apartemen itu, Gavin pun menatap Cheryl dengan tatapan nakal. "Apa?"
"Laper sayang."
"Ya udah makan, Mas."
"Laper mau makan kamu, hahahahaha..."
***
Sementara itu, Alex yang sedang berjalan memasuki mansion miliknya tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah koper yang ada di depannya. "Koper? Koper milik siapa ini?"
Bersambung...
NOTE:
Mampir juga ya ke karya bestie othor novelnya Kak Irma Kirana, dijamin ceritanya keren abis n bikin baper deh 😍😘
__ADS_1