Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Apa Yang Terjadi Padamu?


__ADS_3

"Siapa sebenernya yang telepon, Mas?" tanya Cheryl saat keluar dari kamar mandi?"


"Bukan siapa-siapa, paling cuma iseng. Mungkin orang gila," jawab Gavin seenaknya tanpa menyadari jika Hana saat ini adalah mertuanya.


"Oh..."


"Sini bobo aja sayang, aku kelonin."


Cheryl lalu membaringkan tubuhnya di samping suaminya. Gavin kemudian mendekap tubuhnya sambil mengusap-usap kepala Cheryl hingga dia terlelap dalam pelukannya.


Setelah Cheryl tertidur, Gavin mengambil ponselnya lalu membuka akun media sosial miliknya yang sudah penuh dengan hujatan. Sejak Diandra mengadakan konferensi pers, dia tahu semua orang pasti akan menghinanya, dan menghujatnya, karena itulah untuk saat ini dia tidak memperbolehkan Cheryl memegang ponsel karena tidak ingin istrinya membaca semua hujatan yang ditujukan pada mereka. Dia tidak ingin Cheryl sedih hingga menggangu psikologisnya, dan karena alasan itulah Gavin ingin mengajak Cheryl pindah ke luar negeri, dia hanya ingin keluarga kecilnya bisa hidup nyaman.


Bagi Gavin, hidup nyaman adalah yang utama, apapun pandangan orang terhadapnya untuk saat ini dia tidak peduli. Gavin sadar berita percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Diandra pasti membuat orang-orang semakin menghujatnya. Apalagi tadi Gavin juga sempat membaca berita di salah satu akun gosip media sosial, jika percobaan bunuh diri itu dilakukan karena Diandra mendengar jika dia dan Cheryl telah menikah. Dan, Gavin sadar jika hal itu pasti akan membuat posisinya dan Cheryl kian terpojok, namun untuk saat ini dia tidak belum bisa memberikan penjelasan apapun karena dia belum memiliki bukti yang kuat tentang perselingkuhan Diandra, karena bukti-bukti foto perselingkuhan tersebut di ponsel Frizz sudah dihapus oleh Diandra.


Selain itu hasil tes DNA Frizz juga belum keluar, dan jika hanya berdasarkan asumsi tentang usia kehamilan Diandra, Gavin yakin jika itu semua hanya akan menjadi bumerang sendiri baginya. Bagi Gavin untuk saat ini yang terpenting adalah cukup menahan diri dan menjaga kondisi mental Cheryl, hingga bukti yang dimilikinya cukup. Gavin pun tampak menghembuskan nafasnya, kemudian masuk ke dalam kamar mandi, setelah itu dia keluar dari apartemennya untuk memberikan sesuatu untuk Cheryl.


***


"Mba gimana? Mas Gavin mau dateng apa nggak?" tanya Diandra dengan raut wajah cemas saat melihat Hana yang sedang berulang kali menghubungi Gavin. Hana pun menggelengkan kepalanya yang seketika membuat Diandra kini begitu kesal.


"Mas Gavin itu emang bener-bener kurang ajar! Padahal dia dulu nggak gitu, ini pasti semua gara-gara Cheryl, anak mba itu!"


"Kok kamu malah nyalahin Cheryl sih? Ini semua itu gara-gara kamu sama suami kamu yang kegatelan itu! Kalian berdua itu sama-sama salah! Kamu lagi pake selingkuh, emang kamu ga sadar apa kalo suami yang kurang kasih sayang dari istrinya itu pasti cari wanita lain, dan sialnya yang jadi pelampiasan nafsu suamimu itu putriku. Cih! Sampai kapanpun aku nggak akan pernah restuin hubungan mereka yang memalukan itu."

__ADS_1


"Makanya mba harus bantuin aku buat dapetin Mas Gavin lagi."


"Terus kita harus gimana lagi, Diandra? Semua cara udah kita lakuin termasuk pura-pura bunuh diri kaya gini, tapi Gavin tetep aja cuekin kamu. Bahkan hujatan di media sosial aja tetep ga bikin mereka tertekan."


"Pasti ada cara lagi, Mba. Yang penting mba tetep bantuin aku, sebentar aku mau telepon temenku dulu."


"Temen? Temen siapa?"


"Dia orang berpengaruh di dunia hiburan pokoknya, Mba. Dia pemilik production house."


"Pemilik production house siapa? Jangan-jangan dia selingkuhan kamu?" tanya Hana sambil mengerutkan keningnya disertai tatapan curiga.


"Bukan, Mba. Kok mba curiga gitu sih?"


"Kan cuma nanya."


'Apa? Jadi sejak tadi Alex sudah berulang kali menghubungiku? Ada apa sebenarnya?' batin Diandra.


Sementara itu, Alex yang saat ini sedang berjalan kaki selama kurang lebih dua jam, akhirnya sampai di rumah sakit tempat Diandra dirawat.


"Akhirnya sampe juga," gumam Alex yang saat ini tengah menyenderkan tubuhnya ke dinding disertai deru nafas yang begitu tersengal-sengal. Dia kemudian memandang kakinya yang kini terasa begitu sakit, dia lalu memijit betisnya sambil berulang kali menghembuskan nafasnya kembali seolah-olah sedang mengeluarkan rasa lelah yang dirasakan olehnya. Tidak hanya kaki, tapi tubuhnya pun seolah remuk, apalagi dia juga berjalan sambil membawa koper, meskipun koper itu cukup didorong olehnya, tapi tetap saja membuat seluruh tubuhnya rasanya pegal.


Saat masih sedang mencoba menetralisir tubuhnya yang rasanya sudah sangat tidak karu-karuan, tiba-tiba ponsel Alex pun berbunyi. Alex lalu mengambil ponsel yang ada di sakunya dan melihat nama Diandra di layar ponsel itu.

__ADS_1


[Halo Diandra, kamu kenapa sih dari tadi susah banget dihubungin?]


[Maaf Alex, tadi aku harus lanjutin drama aku lagi soalnya suamiku ternyata malam ini nikah sama keponakanku itu.]


[Apa? Mereka menikah?]


[Iya, makanya aku hubungin kamu. Kamu harus bantuin aku.]


[Bantu apa lagi Diandra? Kebetulan aku lagi ada di rumah sakit. Aku ke ruangan kamu sekarang ya!]


[Kamu di rumah sakit?]


[Iya, ya udah kamu kasih tau ruangan kamu dirawat, aku langsung ke situ sekarang.]


[Iya Alex.]


Alex pun bergegas pergi ke ruang perawatan Diandra. Sedangkan Diandra tampak menunggu kedatangan Alex dengan sedikit cemas karena masih ada Hana di ruangan itu. Tapi untuk saat ini, dia benar-benar sedang membutuhkan Alex.


Beberapa saat kemudian, pintu ruang perawatan Diandra pun terbuka. Namun betapa terkejutnya Diandra saat Alex masuk ke ruangan itu sambil membawa koper disertai penampilan yang begitu lusuh.


"Alex? Apa yang terjadi padamu, Alex?"


NOTE:

__ADS_1


Mampir juga ya ke novelnya bestie othor, Kak Anisyah dijamin bikin baper pake banget loh 😍😘



__ADS_2