Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Putri Kecil


__ADS_3

Rama pun terdiam, lalu menghembuskan nafas panjangnya. Sementara Hana masih menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya, seakan masih tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh Diandra.


"Mas, mba, tolong restui kami. Sekarang mas sama mba udah tau kan gimana Diandra? Maaf, bukannya aku sedang menjelek-jelekan Diandra, tapi memang begitulah adanya. Rumah tangga kami sudah rapuh, dan tidak pernah bisa lagi diperbaiki. Kehadiran Cheryl dalam hidupku dan Frizz adalah penguat bagi kami, kami mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Cheryl. Kasih sayang yang seharusnya diberikan oleh Diandra, tapi dia tidak pernah memberikannya pada kami berdua. Kasih sayang Cheryl yang akhirnya membuatku benar-benar jatuh cinta padanya. Aku sadar, aku memang salah telah merenggut masa depan Cheryl, karena itulah aku ingin bertanggung jawab pada hidupnya dan masa depannya. Jadi, tolong restui kami."


Rama hanya terdiam, sedangkan Hana tampak menatap Gavin dengan tatapan tajam. "Jadi kau sadar sudah merenggut masa depan putriku, hah? Kalau kau sadar lebih baik kau tinggalkan putriku sekarang juga!"


"Nggak mba, mba kan tau Cheryl lagi hamil anakku, aku ga mungkin ninggalin mereka. Apapun yang terjadi aku tetap mau nikahin Cheryl, mba. Aku ga bisa pisah sama mereka. Lagipula, mba kan udah tau bagaimana rumah tanggaku dan Diandra."


"Gavin, meskipun rumah tanggamu sedang tidak baik-baik saja, dan penyebab utama hancurnya rumah tangga kalian itu karena ulah adikku, kau jangan pernah berfikir kalau aku mau merestui hubunganmu dengan Cheryl! Asal kau tahu, aku tidak sudi memiliki menantu yang pernah menjadi bekas adik iparku! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian berdua!"


"Tapi Cheryl lagi hamil anak aku mba, apa mba tega misahin seorang anak dari ayah kandungnya? Mas, Mas Rama, tolong restui kami. Aku janji akan bahagiain Cheryl dan anak kami. Setelah Cheryl melahirkan, aku juga mau perbolehin Cheryl kuliah lagi, Mas. Aku janji ga akan membatasi Cheryl, termasuk mengejar cita-citanya yang sempat tertunda."


"Dan itu semua karena kau Gavin! Kau yang menghancurkan masa depan putriku!"


"Sabar Hana! Kau jangan berkata seperti itu, bagaimanapun juga saat ini Cheryl sedang mengandung anak dari Gavin. Kita tidak boleh gegabah seperti itu!"


"Jadi, kamu dukung hubungan mereka berdua, Mas?"


"Setidaknya pikirkan anak yang ada di dalam kandungan Cheryl! Pikirkan masa depan anak itu kalau kita memisahkan dia dari ayahnya?"

__ADS_1


"Itu hal mudah mas, saat Cheryl melahirkan kita bisa saja mengakui anak itu sebagai anak kita dan masuk dalam kartu keluarga kita! Yang terpenting saat ini masa depan Cheryl terselamatkan dari laki-laki buaya itu!"


"Cukup Ma! Masa depanku tidak hancur! Aku masih bisa merangkai masa depanku! Justru masa depanku akan hancur kalau mama memisahkan anak ini dari ayah kandungnya!" ujar Cheryl yang keluar dari kamar setelah menidurkan Frizz.


"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku, Cheryl! Kau memang sudah berubah! Sejak dulu kau anak yang begitu penurut dan tidak pernah membantah kami, tapi sejak mengenal Gavin, semuanya berubah, kau sudah sangat mengecewakan kami terutama saat kami tahu kau mengandung anak dari bajinngan itu, Cheryl!"


"Jaga bicaramu, Hana!" bentak sebuah suara yang berasal dari arah pintu apartemen. Seketika, atensi semua orang yang ada di ruangan itu tertuju ke arah sumber suara. Melihat lima orang yang baru saja datang ke apartemen itu, seketika Gavin dan Cheryl pun tersenyum. Namun, senyum itu berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Hana.


"Apa-apaan ini?" teriak Hana.


"Malam ini juga, aku akan menikahkan putraku dengan putrimu!" balas Lina yang saat ini datang bersama Fahri, seorang pemuka agama, dan dua orang lainnya yang mungkin diperintah oleh Fahri sebagai saksi.


"Kalau putraku tidak tahu diri, lalu kau sebut apa adikmu itu? Dia sudah membohongi putraku mentah-mentah sejak awal pernikahan mereka! Memangnya aku terima dengan semua sikap buruk adikmu itu, Hana!"


Hana pun terdiam, Fahri kemudian menatap Rama. "Rama, tolong ijinkan putraku menikahi Cheryl. Ijinkan dia bertanggung jawab atas semua yang dia perbuat pada putrimu, aku janji putraku pasti bisa membahagiakan Cheryl. Dia pasti bisa menjadi ayah dan suami yang baik. Tolong percaya pada putraku, Rama."


"Mas, tolong restui kami," sambung Gavin.


Rama kemudian menatap Cheryl, melihat wajah putrinya sejenak. Wajah putri satu-satunya yang amat dia sayangi dan dia banggakan sejak dulu. Putrinya yang sangat dia sayangi, meskipun saat ini dia merasa terluka dengan sikap Cheryl yang telah mengecewakannya, apalagi saat ini Cheryl tengah mengandung anak dari laki-laki yang telah menjadi adik iparnya, sungguh rasanya begitu sakit bagi Rama. Bagaimanapun juga Rama pernah menggantungkan harapan yang begitu besar pada Cheryl, sebuah harapan untuk melihat putrinya bisa sukses kelak. Namun sayangnya harapan itu harus tertunda, ataupun bahkan sudah pupus, Rama pun tak tahu. Cukup lama Rama menatap Cheryl, hingga lamunannya tersentak suara Cheryl yang memangilnya.

__ADS_1


"Papa..." panggil Cheryl sambil menatap wajahnya. Tatapan putrinya itu tampak penuh harap padanya, dan detik itu juga Rama menyadari jika dia bukanlah Cheryl kecil lagi. Ya, Cheryl saat ini sudah dewasa, dan dia berhak menentukan masa depannya. Rama kemudian menundukkan kepalanya, lalu memejamkan matanya sambil menghembuskan nafas panjangnya.


"Papa, tolong restui kami," pinta Cheryl. Rama pun membuka matanya, lalu mendekat ke arah Cheryl, kemudian memeluk tubuh putrinya.


"Papa..."


"Lakukan apa yang membuatmu bahagia, Nak. Bagiku, kebahagiaanmu jauh lebih penting dari apapun," jawab Rama sambil memeluk Cheryl. Mendengar perkataan Rama, seketika Hana pun berteriak.


"Apa maksudmu, Mas? Jadi kamu restui hubungan mereka?"


Rama pun menganggukkan kepalanya. "Kamu memang sama saja seperti mereka, Mas!" bentak Hana. Dia kemudian meninggalkan apartemen Gavin dengan begitu kesal. Saat sedang berjalan di koridor apartemen, Hana tampak mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Halo..."


Bersambung...


NOTE: Mampir juga ya ke karya bestie othor novelnya Kak Yunita Yanti dijamin ceritanya keren abis deh, nyesel klo ga mampir 🤗😍


__ADS_1


__ADS_2