Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Bunuh Diri


__ADS_3

Alex pun tampak begitu panik saat melihat berita di televisi yang menyiarkan jika saat ini Diandra sedang dibawa ke rumah sakit akibat percobaan bunuh diri yang dilakukan olehnya. Alex benar-benar tidak menyangka jika Diandra akan begitu nekat sampai melakukan percobaan bunuh diri. Alex begitu bingung dia ingin menyusul Diandra ke rumah sakit, tapi saat ini dia tidak memiliki uang sepeserpun.


Alex pun hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar sambil meneriakkan umpatan-umpatan kesal yang merutuki keaadannya saat ini.


"BRENGSEK! BRENGSEK! Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Kenapa semua rencana yang kususun selama bertahun-tahun tiba-tiba harus hancur begitu saja. Apa aku sanggup menjalani semua ini? Biasanya aku hidup mewah tanpa kekurangan satu apapun, dan sekarang aku harus hidup di jalan seperti ini, bahkan tempat tinggal pun aku tidak punya!"


"Tapi aku tidak bisa seperti ini, aku harus bisa menemui Diandra sekarang juga karena saat ini dia sedang mengandung darah dagingku! Lagipula, hanya Diandra satu-satunya harapanku untuk tetap bisa bertahan hidup. Untuk sementara waktu aku bisa menumpang hidup di rumahnya, ya aku harus menemui Diandra sekarang juga, meskipun harus dengan berjalan kaki," ujar Alex sambil menghembuskan nafas panjangnya seraya menatap ke arah kakinya. Meskipun sempat ragu, akhirnya Alex tetap memutuskan untuk berjalan kaki ke rumah sakit.


***


Sementara itu, di apartemen Gavin...


"Mau makan kamu, Sayang!" ucap Gavin, lalu mulai melummat bibir Cheryl dengan begitu rakus, mendapat serangan tiba-tiba dari Gavin, Cheryl pun berusaha mengimbangi permainan suaminya sambil mengalungkan tangannya di leher Gavin.


Gavin kemudian membopong tubuh Cheryl tanpa melepas ciuman mereka, lalu merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Setelah itu, dia melepas semua penghalang yang menempel di tubuh Cheryl lalu tanpa aba-aba kembali menempelkan bibirnya dan memainkan lidahnya di dalam mulut Cheryl yang membuat Cheryl mengeluarkan dessahan lirih.


"Ahhh, Mas!"

__ADS_1


Mendengar dessahan Cheryl, nafsu Gavin pun seakan menggebu, dia kemudian menurunkan wajahnya, memainkan lidah kasarnya di leher lalu turun dan menyesap gundukan kenyal milik Cheryl yang membuatnya mengerrang, sementara tangannya mulai mengaduk lembah surgawi milik Cheryl yang sudah mulai terasa basah.


"Ahhhh..., ahhhh..., masss..."


"Gimana, enak kan sayang? Ini permainan pertama kita sebagai pasangan suami istri."


Cheryl pun mengangguk sambil mengontrol nafasnya disertai Rona pipinya yang terlihat memerah membuat Gavin semakin gemas. "Siap ke permainkan inti, Sayang?"


"Iya, Mas."


Gavin mulai menindih tubuh Cheryl, hangat tubuh Gavin yang menempel di tubuh Cheryl membuatnya merasakan sensasi yang luar biasa. Entah mengapa hal itu malah membuatnya lebih rileks dan tenang di tengah carut-marut persoalan yang dirasakan oleh Cheryl.


"Ahhhhh.., Mas!"


"Yes baby kamu nikmat banget, Sayang," ucap Gavin sambil mempercepat temponya, sesekali dia juga melummat bibir, dan mengissap serta merremas gundukan kenyal milik Cheryl. Dessahan dan errangan keduanya pun memenuhi sudut kamar, hingga terdengar legguhan panjang diantara keduanya saat cairan kental milik Gavin menyembur ke dalam rahim Cheryl. Cairan keduanya kini bercampur menjadi satu sampai keluar membasahi paha bagian atas.


Nafas Cheryl terenga-engah, tak jauh berbeda dengan Gavin. Saat keduanya masih menyatu, Gavin kemudian mengecup kening Cheryl. "I love you honey, ini luar biasa. Kamu selalu luar biasa sayang."

__ADS_1


"I love you too, kamu yang terbaik, Mas."


Gavin pun melepaskan kejantannannya, lalu menggulingkan tubuhnya ke samping Cheryl, kemudian menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya, dan mengecup pundak tellanjang Cheryl. Di saat itulah tiba-tiba posel Gavin berbunyi, namun Gavin mengabaikan panggilan telepon itu.


"Mas, angkat. Siapa tau penting, aku mandi dulu ya."


Terpaksa Gavin melepaskan pelukannya, lalu mengangkat panggilan telepon yang ternyata dari Hana. Melihat Hana yang meneleponnya, Gavin pun mematikan panggilan telepon itu. Namun, berulang kali Hana tetap saja menghubunginya. Akhirnya dengan perasaan kesal, Gavin pun mengangkat panggilan telepon itu.


[Ya, halo Mba. Ada apa?]


[Gavin, Diandra tadi coba bunuh diri, tolong kamu ke rumah sakit sekarang ya. Gavin, tolong... ]


TUTTT TUTTT TUUTTTT


Bersambung...


NOTE: Mampir juga ya ke karya bestie othor novelnya Kak Vita Zhao dijamin keren abis loh, nyesel kalo ga mampir 😍🤗

__ADS_1



__ADS_2