
"Kamu kenapa Alex? Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Diandra sambil mengurutkan keningnya.
Alex pun hanya meringis dan terlihat salah tingkah, apalagi di ruangan itu ada Hana. Hana pun menatap Alex dengan tatapan penuh tanda tanya. 'Bukankah tadi Diandra mengatakan kalau Alex adalah pemilik production house? Tapi kenapa penampilannya seperti ini? Tunggu dulu, sepertinya aku pernah lihat wajahnya, tapi dimana?' batin Hana.
"Alex, tolong ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa penampilanmu jadi seperti ini?"
Alex pun mendekat ke arah Diandra dengan langkah ragu, namun bagaimanapun juga dia harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. "Alex, jangan banyak berteka-teki cepat katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Diandra kembali, melihat penampilan aneh dari Alex, sebenarnya Diandra merasa heran tapi dia tidak mau berasumsi terlebih dulu sebelum mendengar penjelasannya.
Setelah Alex ada di samping brankar Diandra, Alex pun mulai membuka suaranya. "Diandra, dengarkan aku..." ucapan Alex tiba-tiba terhenti, rasanya kerongkongannya seakan tercekat dan begitu berat untuk mengatakan pada Diandra apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya.
"Alex, perlu berapa kali lagi kutanyakan padamu. Apa yang sebenarnya telah terjadi?"
"Diandra, bukankah kau tahu terkadang kenyataan itu tidak seperti apa yang kita rencanakan?"
"Alex, tolong jangan banyak berbasa-basi! Cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
"Diandra tolong jangan marah padaku, kau mau tetap bersamaku kan?"
"KATAKAN DULU APA YANG TERJADI, ALEX!" bentak Diandra yang membuat Alex kaget dan reflek mengatakan yang terjadi padanya.
"Bianca, Bi-bianca sudah mengetahui hubungan kita," bisik Alex agar Hana tidak mendengar percakapan mereka.
"APA? JADI ISTRIMU SUDAH TAU HUBUNGAN KITA!" jawab Diandra sambil berteriak hingga membuat Hana terkejut dengan pengakuan Diandra yang baru saja keluar dari bibirnya.
"Apa kau bilang, Diandra?" balas Hana yang begitu terkejut mendengar ucapan Diandra. Dia kemudian mendekat ke arah Alex dan Diandra sambil menatap mereka dengan tatapan tajam yang membuat Alex dan Diandra salah tingkah.
"Coba kau ulangi lagi kata-katamu, Diandra!"
__ADS_1
Diandra dan Alex pun terdiam, sementara Hana menatap lekat wajah Alex. "Pantas saja, aku seperti pernah melihat wajahmu. Ternyata, kau laki-laki yang ada di ponsel Frizz! Kalian berdua benar-benar tidak tahu malu! Aku menyesal telah bekerja sama denganmu, Diandra! Kau ternyata sangat menjijikan! Kalian benar-benar tidak tahu diri! Kalian sudah menikah dan memiliki pasangan masing-masing dan kalian tega mencurangi pasangan kalian masing-masing! Kalian berdua memang manusia yang tidak punya harga diri! Pantas saja kau melakukan operasi keperawanan itu pasti karena kau ingin menutupi kebusukanmu itu kan?"
"O-operasi keperawanan? Jangan memfitnahku, Mba!"
"Fitnah katamu? Aku bahkan sudah memiliki bukti operasi keperawanan yang kau lakukan!"
"Mb-mba Hana jangan mengada-ada."
"Aku tidak mengada-ada karena aku sudah melihat buktinya. Aku melihat bukti itu dari Gavin!"
"Tidak mungkin," ujar Diandra lirih sambil menggigit bibir bawahnya.
"Tapi itulah kenyataannya! Gavin punya bukti kalau kau pernah melakukan operasi keperawanan di sebuah rumah sakit!"
Mendengar perkataan Hana, Diandra pun hanya diam termenung. Saat ini rasanya dia begitu hancur dan malu, semua kebohongannya telah diketahui oleh Gavin beserta keluarganya, dan dia tak bisa lagi mengelaknya. Sedangkan Alex, tampak menggengam tangan Diandra yang saat ini hanya terdiam sambil menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
Hana kemudian menatap Alex dengan tatapan sengit. "Hai laki-laki munafik, kalau kau menyukai adikku sejak dulu bukan begini caranya! Karena sikap egois kalian telah membuat banyak hati yang tersakiti! Dan, lihatlah sekarang! Kalian akan hidup dengan penuh kehinaan!" bentak Hana, sambil menatap tajam ke arah Diandra dan Alex secara bergantian.
"Aku jijik melihat wajah kalian berdua! Cuihhhh!" bentak Hana kembali lalu meludah di depan Diandra dan Alex, setelah itu dia meninggalkan Diandra dan Alex begitu saja.
"Cheryl, maafkan mama. Maaf kalau mama menyakitimu. Tapi untuk saat ini, maaf mama belum bisa merestui hubunganmu dengan Gavin, Nak. Bagaimanapun juga Gavin pernah menjadi adik iparku, dan aku hanyalah seorang ibu yang ingin melihat putriku bahagia. Tapi kebahagiaan itu, apa harus Gavin?" gumam Hana sambil berjalan menyusuri koridor rumah sakit.
Setelah Hana keluar, Diandra tampak menatap Alex dengan tatapan yang begitu tajam. "SEMUA INI GARA-GARA KAU, ALEX! PERGI DARI SINI SEJARANG JUGA! AKU MUAK MELIHATMU!"
"Kenapa kau mengusirku, Diandra?"
Diandra kemudian menatap Alex dengan tatapan sinis. "Memangnya kau siapa, Alex? Bukankah kau hanyalah seorang gembel?"
__ADS_1
"Diandra, apa kau sadar apa yang telah kau katakan?"
"Tentu saja aku sadar, Alex! Kau hanyalah laki-laki menjijikan yang saat ini sudah menjadi gembel! Aku tidak mau memiliki urusan denganmu lagi, Alex!"
"Diandra! Apa kau sudah lupa siapa itu, Frizz? Aku ayah kandung dari Frizz!"
"Frizz anak Mas Gavin, dan akan selamanya seperti itu! Yang dia tahu Frizz adalah anak kandungnya, dan aku akan menggunakan Frizz agar aku bisa kembali dengan Mas Gavin lagi!"
"Diandra!"
"Apa? Kau mau apa, Alex? Lebih baik pergi dari sini sekarang juga!"
"Enak sekali kau bicara seperti itu Diandra! Aku ayah kandung Frizz, dan aku harus hidup denganmu! Kita akan membesarkan Frizz bersama-sama!"
"Jangan pernah bermimpi, Alex! Aku tidak akan pernah mau hidup denganmu! Lebih baik kau pergi sekarang juga!" bentak Diandra kembali sambil memencet tombol emergency.
"Tidak semudah itu, Diandra!"
Tok tok tok
Tiba-tiba, ruang perawatan Diandra pun diketuk seseorang. "Security tolong usir gembel ini dari ruanganku!"
"DASAR BAJINGAN KAU DIANDRA!"
Bersambung...
NOTE: Mampir juga ya ke novelku yang satu ini, penulisan pake POV 1 dijamin keren abis dan penuh misteri. ⏬
__ADS_1