Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Darah Segar


__ADS_3

Gavin kemudian mengambil ponselnya dan melihat nomor tak dikenal di layar ponsel itu. "Siapa mas?"


"Ga tau, nomer baru Cheryl, ga ada nama."


"Coba angkat aja, Mas." Gavin kemudian mengangkat panggilan telepon itu.


[Halo.]


[Halo..., apa kabar Mas Gavin?]


[Diandra!]


[Ya, istrimu Diandra.]


[Istri? Jangan bermimpi, Diandra! Sebentar lagi aku juga akan menceraikanmu!]


[Menceraikanku? Itu nggak akan pernah kamu lakukan, Mas.]


[Jangan pernah bermimpi!]


[Bermimpi katamu? Aku nggak mimpi, coba saja kamu ceraiin aku tapi jangan harap kamu masih bisa liat senyum di wajah Frizz kalo kamu cerein aku!]


[Apa maksud kamu, Diandra!]


[Jadi kamu yang udah culik Frizz?]


[Apa mas, culik? Helowwww... Frizz anak aku mas, aku ga mungkin culik dia!]


[Tapi kamu sudah pergunain Frizz buat kepentingan pribadi kamu, Diandra!]


[Kepentingan pribadi? Apa maksud kamu? Aku hanya ingin mempertahankan suamiku dari wanita pelakor yang juga keponakanku sendiri!]


[Jaga bicaramu, Diandra!]


[Memang itulah kenyataanny! Istri keduamu itu hanyalah pelakor tidak tahu diri!]


[Diandra!]


[Apa? Kamu ga rela istri barumu aku katain gitu Mas? Kalo kamu nggak suka, tolong temui aku sekarang!]


[Aku ingin Frizz.]


[Akan kuberikan Frizz, tapi temui aku sekarang juga!]

__ADS_1


[Baik, kamu dimana?]


[Di rumah kita.]


Gavin kemudian menutup teleponnya, lalu menatap Cheryl yang sejak tadi tengah memperhatikan dirinya.


"Ada apa mas? Dari Tante Diandra?"


"Iya."


"Dia yang bawa Frizz?"


"Iya Cheryl, sayang sepertinya kita harus nunda keberangkatan kita ke Singapura deh, aku harus selesein masalahku sama Diandra. Gimana sayang?"


"Gapapa mas. Memang seharusnya mas selesein urusan mas dulu sama Tante Diandra."


"Kalau gitu aku pergi dulu ya, Sayang. Kamu ke langsung ke unit aja ya."


"Iya Mas."


Gavin kemudian berjalan ke basemen apartemen, sedangkan Cheryl berjalan ke unit apartemen mereka. Namun, dia mengurungkan niatnya kembali ke unit karena merasa begitu mual. Cheryl pun memutuskan pergi ke mini market yang ada di bawah apartemen berniat membeli permen untuk meredam rasa mualnya.


Namun, saat berada di dalam lift, dia mendengar dua orang ibu muda seumuran dengan Diandra tengah bercakap-cakap membicarakan sesuatu hingga dia merasakan hati dan matanya begitu panas.


"Ya tahulah, artis terkenal kaya dia mana mungkin gue ga tau."


"Kasihan ya, tadi malem dia mau bunuh diri tau."


"Masa sih?"


"Iya, gara-gara itu si suami sama keponakan dia yang ga ada akhlak itu."


"Astaga, bener-bener ya mereka, kalo aku jadi Diandra udah aku cabik-cabik tuh ponakan kaya gitu."


"Iya, ga tau diri banget, udah dibantuin malah nikam dari belakang."


"Kaya apa sih muka keponakannya yang di foto itu ga terlalu jelas."


"Ga tau aku juga liatnya ga jelas, kalo kepo cari aja ke akun ig-nya dia, namanya Cheryl, di sana udah banyak hujatan tuh buat itu keponakan laknnat. Tapi, yang pasti cakepan Diandra lah. Diandra aja cakep banget gitu. Tolol banget tu suami Diandra, buang batu berlian buat dapetin batu krikil di tong sampah!"


"Iya, semoga aja cepet-cepet kena azab tuh pasangan ga ada akhlak."


"Iya bener."

__ADS_1


Cheryl yang mendengar percakapan dua orang itu hanya diam terpaku, rasanya dia begitu hancur mendengar hujatan itu, sekarang dia paham dampak dari perbuatan Diandra ternyata begitu besar untuk mereka. Dan itulah alasanya Gavin melarang keras dia membuka akun media sosialnya, dan itulah alasannya juga mengapa Gavin menyuruhnya menggunakan earphone saat keluar dari apartemennya, dan sialnya saat ini dia tidak menggunakan earphone itu.


Kini dia tahu, ternyata hujatan untuk dirinya dan Gavin sangatlah menakutkan. Hari ini saja, dia baru mendengar dua orang yang membicarakan dirinya, sedangkan saat ini, mungkin seluruh orang di negara ini sedang membicarakan dirinya.


Cheryl masih diam termenung, bahkan saat pintu lift itu terbuka dia tetap berdiri membeku, mengurungkan niatnya pergi ke mini market dan memilih menekan tombol lift untuk kembali ke unit apartemennya.


Setelah lift itu berhenti di lantai yang dituju, dengan langkah gontai, saat dia berjalan ke unit apartemennya, tiba-tiba Cheryl berpapasan dengan beberapa orang karyawan kantor yang juga sedang membicarakan dirinya.


"Lu tau gosipnya Diandra nggak?"


"Ya taulah, kasihan ya punya suami bangsatt sama keponakan bangkke."


"Iya...."


Cheryl pun menutup matanya, lalu berlari menuju unit apartemennya, diiringi air mata yang mengalir deras membasahi wajahnya. Setelah masuk ke dalam unit apartemen itu, dia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa. Hingga tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang aneh terjadi padanya.


"Astagaaaa, kenapa ini? Kenapa tiba-tiba perutku sakit sekali?" pekik Cheryl sambil meringis. Di saat itulah, dia merasakan ada sesuatu yang mengalir di kakinya. Cheryl kemudian mengangkat tubuhnya dari atas sofa dan melihat ada darah segar yang mengalir membasahi kakinya.


"Astagaaaa....."


"Mas Gavin...."


***


Sementara itu Diandra yang baru saja selesai menelepon Gavin tampak sedang sarapan bersama Frizz. "Ma, beneran papa sama Kak Cheryl sebentar lagi dateng?"


"Iya sayang, sebentar lagi papa sama Kak Cheryl pasti dateng. Frizz makan yang banyak dulu ya."


"Iya ma."


Diandra pun tersenyum melihat Frizz yang sedang menikmati sarapan. 'Anak pintar, untung ada kamu sayang. Jadi mama punya alasan buat Mas Gavin pulang ke rumah ini lagi, dan setelah Mas Gavin pulang ke sini, dia tidak akan kubiarkan pergi. Biarin aja Cheryl membusuk tuh di apartemen,' batin Diandra sambil tersenyum menyeringai.


Di saat itulah, Diandra mendengar suara langkah kaki dari arah depan. 'Itu pasti Mas Gavin,' batin Diandra kembali. Hingga akhirnya sebuah tepukan lembut pun menempel di bahunya.


"Diandra!"


Mendengar suara yang dikenalnya, Diandra kemudian mendongakkan wajahnya dan melihat seorang laki-laki di sampingnya.


"Kamuuuuuuuu..."


Bersambung...


NOTE: Yang pengen baca novel bawang, melow, bikin nangis, jangan lupa baca novel aku yang satu ini ya, aku juga nangis ngetiknya, tapi jangan bilang siapa² kalo aku nangis. 😅😅

__ADS_1



__ADS_2