Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Acheve


__ADS_3

TIGA TAHUN KEMUDIAN...


Alex tampak menyeka peluh di tubuhnya, siang ini matahari begitu menyengat, namun dia ingin menyelesaikan pekerjaannya agar bisa pergi ke rumah sakit bersama Kristal, putrinya.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Alex lalu mendekat pada stroller milik Kristal yang dia taruh di sisi taman rumah Bianca. "Sayang, Papa udah selesai kerja. Kita ijin dulu sama Tante Bianca mau pulang lebih awal buat jenguk mama ya," ucap Alex pada seorang balita perempuan berusia dua tahun di dalam stroller.


"Kau sudah selesai, Alex?" tegur Bianca yang ternyata sudah berdiri di belakangnya. Alex pun membalikkan tubuhnya.


"Iya Bianca, aku sudah selesai. Aku ijin pulang lebih awal, Bianca."


Bianca menganggukkan kepalanya, lalu menatap kepergian Alex yang mendorong stroller Kristal pergi dari rumah itu. Saat Bianca berjalan memasuki rumahnya, Alex membalikkan tubuhnya lalu menatap Bianca.


"Maafkan aku Bianca, tanpa kau tahu, saat memasuki dan keluar dari rumah ini aku selalu mengucap kata maaf padamu. Tapi rasanya berapapun banyaknya kata maaf dariku, tidak akan pernah cukup untuk menghapus semua kesalahanku padamu, yang ada sebuah rasa yang amat dalam kini timbul dalam sanubariku, tapi aku cukup sadar diri, siapa aku dan siapa kamu. Sangat tidak pantas aku mengucapkan kata cinta padamu," gumam Alex. Dia kemudian berlalu meninggalkan rumah itu.


Sudah tiga tahun lamanya, Alex bekerja di rumah Bianca sambil membawa putrinya yang bernama Kristal. Bahkan, sejak kelahiran bayi itu, Alex sudah membawanya bekerja. Dia tidak punya pilihan, karena setelah kejadian itu, Diandra mengalami gangguan mental hingga membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa. Sesekali, memang keluarga Diandra dan Alex membantu merawat Kristal, tapi Alex tidak mau merepotkan mereka setiap hari, apalagi keluarga Diandra juga sudah repot mengasuh dua orang anak, Frizz dan Hazel, putra dari Gavin dan Cheryl. Adam dan Ranti juga masih harus mendapatkan perawatan intensif.


Kini, Alex tampak berjalan di sebuah koridor Rumah Sakit Jiwa. "Kamu pasti udah kangen sama mama kan, Sayang?" ucap Alex pada Kristal.


Saat masih berjalan dengan tenang, tiba-tiba kepanikan melanda rumah sakit itu, beberapa perawat tampak hilir mudik disertai raut wajah cemas. Alex yang terkejut, akhirnya bertanya pada salah seorang perawat. "Ada apa suster?"


"Ada pasien yang bunuh diri, Pak. Dia meminum seluruh cairan pembersih yang ada di toilet," jawab perawat tersebut. Alex pun ikut panik, apalagi beberapa orang perawat tersebut terlihat berlarian ke arah kamar Diandra.


Alex pun bergegas mempercepat langkahnya, dan benar saja, saat dia sudah ada di kamar perawatan Diandra, tampak tubuh Diandra yang sudah terbujur kaku, disertai busa berwarna putih yang keluar dari mulutnya.


Tubuh Alex pun seketika melemas, dan seakan dialiri oleh arus listrik. Dia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai.


"DIANDRAAAAAAAA!!!!" teriak Alex disertai air mata yang mengalir membasahi wajahnya.


***

__ADS_1


"Selamat jalan, Diandra. Bagaimanapun juga, kau pernah menjadi bagian dalam hidupku, pernah memberi kebahagiaan dalam hariku, meskipun semua itu semu. Tapi bagaimanapun juga kau pernah menjadi seorang yang mengisi hatiku dan tidak bisa kuhapus begitu saja. Semoga kau bisa beristirahat dengan tenang, Diandra," batin Gavin.


"Tante Diandra, maafkan aku. Sampai kau menutup mata, mungkin bagimu aku adalah manusia paling jahat yang pernah merebut kebahagiaanmu. Tapi, semua yang terjadi dalam kehidupan kita sudah menjadi bagian dari takdir, dan skenario kehidupan ini sudah menjadi bagian alur kehidupan yang harus kita jalani, sekali lagi maafkan aku, Tante Diandra. Semoga Tante bisa beristirahat dengan tenang," batin Cheryl.


Gavin kemudian menepuk pundak Alex. "Alex, kami pamit dulu."


"Iya Gavin, Cheryl, Mba Hana, Mas Rama, Papa Adam, Mama Ranti, terima kasih banyak," jawab Alex. Mereka kemudian meninggalkan Alex.


Sedangkan dia tampak masih menatap gundukan tanah basah yang ada di depannya, hampir seluruh orang saat ini sudah meninggalkannya, menyisakan dirinya dan Bianca.


"Bersabarlah Alex, kau tetap harus berjuang untuk Kristal."


"Iya Bianca terima kasih."


"Sama-sama, aku pulang dulu."


Saat Bianca akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Alex memanggilnya kembali.


"Ada apa Alex?"


"Maaf kalau ini terdengar kejam bagi Diandra, dan tak tahu diri dimatamu. Di depan pusara ini, aku hanya ingin meminta ijin pada Diandra, maukah kau menggantikan Diandra menjadi ibu dari Kristal?" ucap Alex sambil menundukkan wajahnya, disertai suara yang semakin lirih.


"Maafkan aku Bianca, aku memang tidak tahu diri. Sejak kita berpisah, aku tidak pernah berhenti memikirkanmu, maafkan aku. Aku memang tidak pantas berbicara seperti ini padamu, sebaiknya lupakan kata-kataku, Bianca," ucap Alex sambil menundukkan wajahnya.


Mendengar perkataan Alex, Bianca pun tertegun sejenak. Perlahan dia mendekat ke arah Alex, lalu berjongkok di depannya. "Alex, dikhianati olehmu memang rasanya sangat sakit, dan sekarang aku akan memintamu untuk mengobati luka di hatiku. Tolong obati rasa sakit ini dengan menjadi suami yang baik bagiku, kau harus menebus kesalahanmu dengan memberikan kebahagiaan padaku, Alex. Apa kau mengerti?"


Mendengar perkataan Bianca, sontak Alex pun mengangkat wajahnya. "Bianca?"


"Aku ingin menjadi ibu dari Kristal."

__ADS_1


"Jadi?"


Bianca menganggukkan kepalanya, disambut sebuah senyuman kebahagiaan dari Alex. "Terima kasih banyak, Bianca."


***


Sementara itu, Gavin dan Cheryl yang saat ini berjalan keluar dari pemakaman tampak saling berpandangan.


"Mas sedih?"


"Kita semua sedih, Cheryl. Karena bagaimanapun juga Diandra pernah jadi bagian dalam hidup kita, dia keluarga kita."


"Mas benar."


"Hadiah terbesar yang diberikan oleh waktu adalah kenangan, dan hadiah terindah dalam hidupku adalah kamu. Kau bagian terindah dalam hidupku, Cheryl. Kisah cinta ini, hanya ada aku dan kamu tanpa ada mereka, love you together."


"Love you too Om..."


"Om? Cheryl..."


"Hahahahaha...."


TAMAT


...****************...


NOTE: Terima kasih banyak yang sudah membaca kisah ini dari awal sampai akhir, maaf jika masih banyak kekurangan. Sekali lagi terima kasih sudah membaca kisah Gavin dan Cheryl. Love you all 😘🤗


Jangan lupa mampir juga ya ke novel othor yang lainnya, dijamin ga kalah seru dan bikin baper, ada Shanon sama Arsen di ADIK IPARKU KEKASIHKU dan Zack dan Nala di MAINAN TUAN MAFIA.

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih banyak 🤗😘😍💙


__ADS_2