Terjerat Pesona Suami Tanteku

Terjerat Pesona Suami Tanteku
Diusir


__ADS_3

"Ah mungkin punya pembantu baru," sambung Alex kembali. Dia pun membuka otomatic door mansion itu, namun pintu itu tidak terbuka.


"Kenapa pintunya tidak terbuka? Apa Bianca sudah mengubah pasword pintunya?" ujar Alex sambil mengerutkan keningnya. Dia pun akhirnya memencet bel yang ada di samping pintu, namun tidak ada satu orang pun pelayan yang keluar dari mansion itu. Alex pun kian kesal, dia kemudian memencet bel berulang kali hingga salah seorang asisten rumah tangga membuka pintu itu.


"Kenapa lama sekali? Apa kau tuli, hah?" hardik Alex setelah pintu itu terbuka.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk ke dalam lagi, silahkan anda pergi, Tuan."


"Apaaa! Lancang sekali kau! Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!"


"Maaf Tuan, saya hanya menjalankan perintah."


"Perintah? Cuih, siapa yang berani memerintahkan seperti itu padamu! Apa kau tidak tahu siapa diriku!"


"Aku Alex, aku yang memerintahkan dia untuk mengusirmu dari sini!" teriak sebuah suara dari dalam.


"Bianca?" ucap Alex sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa sayang? Kenapa kau melakukan semua ini padaku?"


"Kenapa katamu, Alex? Apa kau tidak sadar apa yang telah kau lakukan padaku?"


"Apa maksudmu, Bianca? Aku benar-benar tidak mengerti, pasti ada kesalahpahaman diantara kita! Tolong jangan bersikap seperti ini, Bianca!"


"Kesalahpahaman katamu? Sudah cukup dengan semua pura-puramu itu, dasar laki-laki munafik! Lebih baik kau cepat pergi dari sini, aku sudah muak melihat wajahmu itu! Sudah cukup selama ini aku menjadi wanita bodoh yang percaya pada topeng manismu! Dasar laki-laki menjijikan!"


"Bianca, apa yang sebenarnya terjadi? Aku bisa menjelaskan semua kesalahpahaman ini, Sayang!"

__ADS_1


"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi! Memangnya kau mau menjelaskan apa, Alex? Bagiku semuanya sudah jelas! Kau hanyalah laki-laki munafik yang begitu menjijikan!"


"Bianca, tolong jangan berkata seperti itu padaku! Aku tidak seperti yang kau pikirkan, pasti ada kesalahpahaman, aku bisa menjelaskan semua ini, Bianca!"


"Hahahahha kesalahpahaman? Menjelaskan? Baiklah kalau begitu tolong jelaskan padaku tentang Diandra, Diandra Paramitha, artis yang sedang naik daun itu!"


Deg


Jantung Alex pun seakan berhenti berdetak mendengar nama Diandra disebut, namun dia tetap bersikap tenang, agar Bianca tidak curiga padanya. Alex pun tersenyum tipis, sambil mendekat ke arah Bianca.


"Diandra? Jadi kau pikir aku memiliki hubungan khusus dengan Diandra, Sayang? Bianca, tolong dengarkan aku, kau tahu kan bagaimana posisiku? Kuakui memang banyak wanita yang mendekatiku, termasuk artis-artis nggak penting itu, Sayang. Tapi aku tidak pernah tertarik pada mereka."


Bianca pun tersenyum kecut mendengar penjelasan suaminya. Alex kemudian mendekat pada Bianca, lalu memegang kedua tangannya, namun Bianca buru-buru menangkisnya.


"Jangan pernah sentuh aku lagi Alex! Bukankah sudah kukatakan aku sangat muak pada laki-laki menjijikan sepertimu!"


"Dengarkan aku, Alex. Aku tidak akan pernah percaya lagi padamu karena aku sudah memiliki semua bukti kecurangan yang kau lakukan di belakangku! Kau selama ini berselingkuh dengan Diandra Paramitha kan? Bahkan kalian memiliki apartemen khusus tempat kalian memadu kasih! Kau juga membayar pada petugas apartemen itu agar mereka tutup mulut untuk menutupi hubunganmu dengan Diandra kan?"


"Sayang kau tidak bisa menuduhku seperti itu."


"Apa kau tuli, Alex? Bukankah tadi sudah kukatakan kalau aku punya bukti perselingkuhanmu itu, aku memiliki banyak bukti foto-foto saat kau bermesraan dengan Diandra, serta rekaman CCTV dari petugas apartemen jika kalian berdua selalu menghabiskan waktu bersama! Jadi lebih baik kau tutup mulut busukmu itu dan cepat pergi dari sini! Apapun yang akan kau katakan aku tidak akan pernah percaya lagi padamu! Cepat pergi dari sini sebelum kupanggilkan petugas security di depan!" bentak Bianca dengan begitu menggebu-gebu.


Alex pun begitu terkejut mendengar perkataan Bianca, dia benar-benar tidak menyangka jika ternyata istrinya telah mengetahui hubungan gelapnya dengan Diandra. Dia merutuki dirinya sendiri yang mulai lengah karena masalah yang dialami oleh Diandra, selama ini dia lebih fokus pada masalah Diandra, mulai dari masalah Diandra dengan Gavin, dengan Amara, sekaligus mengurus konferensi pers yang dilakukan oleh Diandra hingga dia tak menyadari jika selama ini Bianca telah curiga padanya, dan memata-matai dirinya.


Alex pun menghembuskan nafas panjangnya, mau tak mau dia memang harus pergi dari rumah itu. Tidak ada alasan lagi baginya untuk bertahan, apapun yang dia katakan rasanya percuma karena Bianca tidak mungkin lagi percaya padanya. Perasaannya saat ini terasa begitu campur aduk, rasanya dia merasa begitu kesal, semua usaha yang dia lakukan selama bertahun-tahun seakan sia-sia.


"Aku pergi dulu, Bianca," ucap Alex sambil melangkahkan kakinya menjauhi Bianca. Namun baru beberapa langkah, tiba-tiba dia mendengar suara Bianca yang memanggilnya.

__ADS_1


"Tunggu dulu, Alex!"


Mendengar suara Bianca yang mencegahnya pergi, Alex pun tersenyum, lalu bergegas membalikkan tubuhnya sambil menatap Bianca dengan tatapan mata yang begitu berbinar.


"Ada apa Bianca? Apa kau mengurungkan niatmu untuk memintaku pergi?"


"Cih, jangan terlalu percaya diri, Alex! Aku hanya mau meminta kunci mobil dan seluruh kartu kreditmu!"


'Sial!' batin Alex, sambil tersenyum kecut. Meskipun rasanya begitu berat, Alex pun akhirnya memberikan semua fasilitas yang diberikan oleh Bianca padanya. Dia pun menaruh dompet dan kunci mobil di atas meja.


"Sekarang pergilah dan jangan pernah tampakkan batang hidungmu di depanku lagi! Akan kuurus perceraian kita secepatnya!"


Alex pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu keluar dari mansion itu, sambil berulang kali mengumpat.


"BRENGSEK! SIALLLL! KENAPA SEMUA JADI KACAU SEPERTI INI! GAVIN BERPACARAN DENGAN KEPONAKAN DIANDRA DAN MENGAJUKAN GUGATAN CERAI PADANYA! LALU BIANCA SUDAH TAHU PERSELINGKUHAN KAMI! BRENGSEKKK KENAPA TIBA-TIBA SEMUA JADI SEPERTI INI! SIALLLLL!"


Alex pun mengusap wajahnya dengan kasar, ingin rasanya dia pergi ke rumah Diandra, tapi untuk saat ini dia tidak memiliki uang sepeser pun. Alex pun hanya bisa melangkahkan kakinya tanpa tujuan, hingga akhirnya langkahnya terhenti di sebuah pos kamling karena atensinya tertuju pada sebuah berita pada siaran televisi tersebut.


"Apa-apaan ini? Diandra apa yang kau lakukan?" teriak Alex.


Bersambung...


NOTE:


Mampir juga ya ke karya bestie othor, novelnya Kak Sutihat Bastie Wibowo, dijamin keren abis loh 😍🤗


__ADS_1


__ADS_2