TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Ekstra part 10


__ADS_3

“Daddy ...” Dia duduk di sampingku yang tengah bermain boneka bonekaan dengan putriku. Suaranya agak mencurigakan guys ... he.


“Kenapa sayang??” Aku menatapnya dalam.


“Sekarang, kan pemerintah udah ngasih kebijakan new normal?? Kita jalan-jalan yuk, semenjak new normal kita baru jalan-jalan sekali aja lho” pintanya sambil mengedip-ngedipkan matanya. Ish ...


“Oh, pemerintah sudah ngasih kebijakan new normal yah?? Tapi kok jantung aku kalau deket kamu gak pernah bisa normal sih??” Godaku sambil mencubit pipinya gemash ...


“Ish ... apaan sih??” Dia menahan senyum, lalu merunduk malu-malu.


“Emangnya Mommy mau kemana??” tanyaku.


“Mau beli seperangkat alat buat diet Daddy, nih yah, semenjak melahirkan, kenapa juga badan aku itu terasa berisi banget, kalau jalan berat, suka ngos ngosan” rajuknya, manja, lalu memainkan rambutku, maksudnya apa coba??.


“Mommy mau kurus atau langsing gituh??” tanyaku, menatapnya, yang di tatap mengangguk penuh semangat.


Aku menghela napas, jika kebanyakan laki-laki menginginkan istrinya kurus, maka tidak denganku. Aku tidak ingin istriku berbadan kurus, aku tidak suka jika melihat tulang ************ istriku menonjol, aku juga tidak suka kalau melihat bokongnya tepos, dan aku bener-bener gak suka kalau lihat pipi istriku tirus. Its big no no no. Aku sungguh


tidak suka.


Aku lebih suka jika istriku terlihat mengembang, empuk, dan kenyal, bisa di pencet-pencet, kayak squishy. Aku juga suka kalau dia tembem, apa ya?? Kelihatannya kayak menggemaskan aja gituh.


Aku sih, gak peduli apa yang suka di bilang orang, tapi Kak Yas tetap number one di hatiku. Toh, kalau misalkan dia gemuk juga karena ulahku, ya kan?? Dia membuat penghasilanku jadi tidak sia-sia.


“Jadi, gimana Daddy??? Bolehkan??” tanyanya lagi.


“Emmmhhh ... enggak!” jawabku tegas.


“Loh?? Kenapa??” tanyanya dengan wajah kecewa.


“Nanti, kalau Mommy diet, langsing, tambah cantik, nanti banyak yang suka, nanti banyak pria yang main mata sama Mommy” Aku mengerucutkan bibirku.


“Ish ... pemikiran macam apa itu??” Dia mendelik.

__ADS_1


“Aku tuh, kalau jalan suka cepet capek, ngos-ngosan juga”


“Kalau Mommy gak kuat berjalan, ya gak apa-apa, Mommy berbaring aja di atas ranjang, biar semua pekerjaan rumah Daddy yang atasi, apa aja?? Nyuci?? Ngepel?? Cuci piring?? Ngurusin Pelangi?? Semuanya Daddy bisa, Mommy gak perlu mikirin semuanya lagi” Aku tersenyum padanya, yang kini bibirnya udah manyun aja.


“Aku tuh, kalau terlalu gendut, susah gerak tau,” rajuknya lagi.


“Ya udah, jangan gerak aja, nanti biar Daddy aja yang gerakin Mommy” Aku menaik turunkan alisku.


“Ish ... dasar gak peka!” jawabnya, sambil menggendong Pelangi, lalu berlalu menuju kamarnya.


“Ya elah, cewek mah gitu, apa-apa di bilangnya cowok gak peka, aku tuh gak peka apanya coba??” Aku menggerutu sambil mengikutinya dari belakang. Mencoba membuka pintu kamar. Etapi, kok susah banget sih?? Apa di kunci yah??.


“Mommy???? Kok di kunci sih kamarnya??!!” teriakku, sambil terus memaksa membuka pintu.


“Tidur di luar!!” teriaknya.


“Whhhaaattt??? Salah aku apa??!!” teriakku kesal.


“Gak ngasih apa yang aku minta!” balasnya.


“Gak!! Tuh setrikaan numpuk, kamu setrikain, katanya mau bantuin aku, aku gendut! Susah gerak!” teriaknya.


“Ya ampuunnn ... iya deh, Mommy boleh kok Diet” teriakku, akhirnya aku mengalah, jika harus berdebat dengan istriku, aku pasti kalah, ya kan??.


Ceklek ...


Pintu kamar di buka, dia tersenyum cerah.


“Janji lho ya, kamu bakalan bolehin aku diet”.


“Janji, suer” jawabku sambil menjentikkan dua jariku, jari telunjuk dan jari tengahku, sebagai tanda kalau aku berjanji.


“Ya udah, ayo masuk” Dia tersenyum sambil menuntun tanganku memasuki kamar.

__ADS_1


“Gitu dong, jangan marah-marah melulu, ntar cepet tua lho” Aku mengikutinya dari belakang.


“Apahhh?? Apa aku terlihat sudah tua?? Apa aku juga sekalian aja beli obat buat pencegah tua ya??” eeehhh ... aku salah lagi ngomongnya.


“Enggak, Mommy tetep cantik kok, Mommy tetap terlihat muda di mata Daddy” jawabku akhirnya.


“Beneran??” tanyanya tak percaya.


“Beneran” jawabku, sambil memeluk pinggangnya dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku sibuk memainkan gawai. Membuka aplikasi Lazada untuk membeli obat penambah napsu makan.


Maafkan aku istriku, aku hanya tidak rela, jika kamu bertambah cantik, maka akan ada banyak orang yang menyukaimu, aku tidak suka jika milikku di lirik orang lain. Maka, jalan satu-satunya, untuk membuat kamu tetap ada di sampingku dengan keinginanmu saat ini adalah dengan memberimu banyak cinta, dan beberapa pil penambah napsu makan.


Semoga berhasil. Selamanya, biarkan hanya aku saja yang akan mencintaimu, dulu, kini dan selamanya. I love u so much Benazeer Yasmin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2