
Lima belas menit aku hanya bisa terdiam mematung di ruang keluarga ini, dengan Budi dan Imam setia di sampingku. Dan Papah mertua dan Mamah mertua berada di hadapan kami, kami seperti mahasiswa yang akan di sidang skripsi.
“Ekkkhhheeeeemmm!” terdengar deheman panjang dari Papah mertua, membuat kami terlonjak kaget.
“Oh, Papah mertua, ini oleh-oleh buat Papah mertua dan Mamah mertua” Imam mengacungkan oleh-oleh yang sengaja aku beli tadi.
“Ini untuk Papah mertua, jam tangan lucu, sama seperti Papah mertua, eehheee“ Budi tersenyum menyodorkan jam tangan yang kubeli dengan gajiku selama satu bulan bekerja.
“Dan ini untuk Mamah mertua, agar semakin cantik,“ Imam menyodorkan satu set kosmetik keluaran terbaru, di beli dengan uang hasil pinjem dari Imam dan Budi.
“Apa ini??” terlihat Mamah mertua seperti tertarik dengan kosmetik yang Imam sodorkan.
“Ini kosmetik keluaran terbaru Mamah mertua, jika Mamah mertua menggunakannya, maka Mamah mertua akan terlihat sepuluh tahun lebih muda” jelas Imam dengan semangat.
“Apa sekarang aku terlihat tua??” tanya Mamah mertua sambil meraba wajahnya.
“Ah, tidak Mamah mertua, Mamah mertua terlihat sangat muda, hanya saja ini kosmetik bukan sembarang kosmetik, tapi ini adalah toonic, yang bisa membuat wajah Mamah mertua menjadi kinclong melebihi porselen”
jelas Imam lagi.
“O ya??” Mamah mertua terlihat berbinar, berbeda dengan Papah mertua, yang acuh tak acuh melihat hadiahnya.
“Jadi, ada keperluan apa kamu kesini??” tanya Papah mertua mulai mengintimidasiku.
“Papah, aku ingin bertemu dengan Kak Yas” jawabku dengan suara gemetar, tak kuasa dengan perangai Papah mertua.
“Berapa tahun usiamu?” tanya Papah mertua.
“Sembilan belas tahun Papah” jawabku jujur.
__ADS_1
“Apaaaa??? Hhhuuhhh“ Papah mertua terbelalak, lalu menarik napas panjang, dan membuangnya kasar.
“Kamu masih kuliah bukan??” tanyanya lagi.
“Tidak Papah, aku sudah bekerja” jawabku lagi.
“Bekerja?? Pekerjaan apa yang kamu dapatkan dengan Ijazah SMA mu itu??” tanya Papah mertua semakin menekanku dengan nada suaranya.
“Di sebuah kantor Papah” jawabku ragu, masa iya aku harus menjawab aku bekerja sebagai OB??.
“Di bagian apa??” tanyanya semakin menekanku.
“Di bagian administrasi Papah!!” tiba-tiba Imam berteriak, membuatku tak bisa berkutat.
Papah mertua mengerutkan keningnya “O ya??, bagaimana mungkin??” tanya Papah mertua menyelidik.
“Karena Zain anak genius Papah mertua” kali ini Budi yang menjawab.
“Berapa gaji yang kamu dapatkan tiap bulannya?? Agar kamu bisa menghidupi putri dan cucuku??” kini Papah mertua menatapku dalam.
“Eemmhh ... ittuuuhhh ... anu Pah” Aku sungguh bingung, apa yang harus kukatakan?? Gajiku tidak seberapa.
“Cih, aku tau, gajimu tidak seberapa bukan?? Gajimu tidak akan cukup untuk membiayai hidup putriku, bagaimana mungkin kau bilang mencintainya?? Sementara kamu tidak bisa menghidupinya??” Papah mertua mendelik.
“Tidak Papah, aku janji aku akan menjadi suami yang lebih baik lagi, aku akan berusaha lebih keras lagi Papah” jawabku penuh semangat.
“Hah, anak muda memang begitu, selalu melakukan segalanya tanpa fikir panjang!”
“Papah, aku mohon Papah, aku hanya ingin bertemu Kak Yas, aku janji, apapun yang Papah inginkan, aku akan mengabulkannya” Aku mengatupkan kedua tanganku di dada, kemudian kembali bersimpuh di hadapan Papah mertua.
__ADS_1
“Zaiiiinnnn!!!!” terdengar teriakan Kak yas dari kamar.
“Kakak!!” Aku berdiri, bersiap berlari menuju kamar Kak Yas.
“Zaiiiinnnn aku disini!!” terdengar teriakan itu lagi, teriakan yang sangat mengiba di telingaku.
“Kakak!!” Aku berlari menuju kamar Kak Yas, tapi Papah mertua menahan tanganku.
“Jangan berani-beraninya menemui putriku!!” Papah mertua berteriak padaku.
“Papah, lepas! Aku mau bertemu Kak Yas!” teriakku.
“Ooohhh kau berani berteriak padaku?” tanyanya menyeringai.
“Tidak Papah, bukan begitu” Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal, rasanya begitu serba salah.
“Zaiiinnn!!!” Kembali terdengar teriakan Kak Yas.
“Kakak, aku akan jempu Kakak!!” teriakku.
“Diam kamu!!” Papah mertua mencengkram tanganku kuat.
“Hhhhhiiiiaaaaatttt!!!!“
BBBBbbbbuuukkk!!!
“Papah!!!”
“Zaiiinnn!!!”
__ADS_1
Bersambung ................
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers ........................