TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Episode 6


__ADS_3

“Tante, Om, kalian harus bertanggung jawab atas semua yang telah kalian perbuat terhadapku, “ Aku mencoba meminta pertanggung jawaban dari Tante Meta dan Om Bayu yang telah membuat kesalah fahaman ini berujung menjadi tragis bagi hidupku


“Tanggung jawab untuk apa Yas? Justru Tante yang mau meminta penjelasan dari kamu, kenapa kamu berbuat mesum di semak semak?? bikin malu saja “ Tante Meta tak mau kalah.


Sementara Om Bayu dan si Brandal hanya menyaksikan perdebatan sengit kami dengan seksama,


“Apa?? siapa yang melakukan perbuatan mesum??” Aku membela diri, aku tau Tante pasti sudah termakan omongan warga semalam


“Ya kamu, dan pria inilah Yas, warga sudah menjelaskannya semalam pada kami, “ Tante kukuh dengan pendapatnya


“Itu salah Tante, itu tidak benar, “ Aku membela diri lagi, meski sudah terlambat


“Tante tau, kamu sedang patah hati, tapi ya tidak begini juga caranya Yas, “ Tante Meta mendelikkan matanya padaku.


“Sekarang apa yang harus Tante katakan pada kedua orangtuamu?? mereka menitipkan kamu pada Tante, tapi lihat sekarang?? kamu menyianyiakan kepercayaan Tante “ Timpal Tante Meta


Aku menghela nafas, aku melirik pada si Brandalan, yang namanya aku tidak ingat,


“Kamu!! Anak kecil, kamu bantu aku jelasin semuanya dong, jangan cuman cengar cengir aja“ Hardikku padanya


“Heeee ... Kakak, jangan marah marah terus, gak apa apa, aku sukak kok dengan kesalah fahaman ini, “ Jawabnya dengan enteng


“Ish ... kamu sengaja ya?? jangan jangan semua ini sudah terencana, iya!!??” Tanyaku mengintimidasi


“Eeehhhh ... sudah , sudah, Yas, kamu diam dulu, Meta, kamu juga diam dulu “ Tiba tiba Om Bayu membuka suaranya, mencoba melerai kami. Hih, bukannya dari tadi.


“Jadi, coba kamu ceritakan kejadian sebenarnya “ Om Bayu berkata lembut


Kemudian aku menceritakan duduk perkaranya dengan sangat detail, hingga membuat mereka mengerti


“Iya kan?? anak kecil?? tunggu, tadi siapa namamu??” Aku menunjuk pria Brandal itu, meminta kekuatan atas penjelasanku, tapi yang di tunjuk malah cengengesan, senyumnya membuat mata sipitnya tenggelam.


“Aku Zain Kakak “ Jawabnya sambil garuk garuk


“Apa?? nama kamu Zain??” Aku terbelalak, kenapa namanya sama dengan nama mantanku, bagaimana mungkin aku bisa melupakan mantanku jika nama mereka saja sama.


Aku kembali menarik nafas dalam, hhhuuuhhhh ... hhhhaaaaahhhh ... hhhuuuhhhh...hhhaaaahhhh .... terapi paru paru itu kembali kulakukan,


“Ooohhh jadi semuanya salah faham toh??” Tiba tiba Tante bersuara dengan entengnya dia berkata.


“Maafkan kami Yas, kami tidak tahu,“ Timpal Om Bayu, dengan nada yang sama, ish pasangan ini begitu kompak untuk urusan ini.


“Lalu sekarang nasibku bagaimana?? tunggu, bukankah pernikahan ini seharusnya tidak sah ??” Tanyaku merasa dapat ide


“Sah kok Kakak “ Tiba tiba si bocah bersuara


“Diam kamu!!! “ Aku membentaknya lagi, membuatnya gemetaran ketakutan


“Pernikahan ini sah Yas, “ Kali ini Om Bayu yang menjawab


"Syarat pernikahan kan ada lima, yang pertama mempelai perempuan, yang kedua mempelai laki laki, yang ke tiga Wali, yang ke empat saksi, dan yang ke lima ijab qabul " Jelas om Bayu

__ADS_1


" Mempelai wanitanya kamu, " Om Bayu menunjukku, aku diam menyimak


" Mempelai prianya Zain, " Om Bayu menunjuk si Brandal, dia kicep kicep sambil cengar cengir,


" yang ke tiga, untuk Wali, semalam di wakilkan oleh wali hakim, karena tidak ada kerabat yang bisa di jadikan wali, Kakekmu sudah tidak ada, dan keluarga orangtuamu kan hanya Tante Meta, lalu Ayahmu sekarang di luar negri, gak bisa dalam satu menit, tiba tiba nongol di acara pernikahanmu semalam, sementara warga, sudah mendesak kami, untuk menikahkanmu. " Om Bayu menarik nafas, kemudian melanjutkan penjelasannya.


" Untuk saksinya, semalam di wakilkan oleh warga, dan ijab qabul sudah di ucapkan oleh Zain semalam " Lanjut Om Bayu


" Oh, iya satu lagi, Yas ini mas kawin dari Zain " Tante Meta menyodorkan sesuatu


" Apa ini tante??" aku mengambil sesuatu yang di sodorkan Tante Meta


"Uang sepuluh ribu " Jawab tante meta santay


"Haaahhhh????" aku tertunduk lemas


“Bahkan Papah dan Mamah tidak mengetahui pernikahanku, hiks “ Mataku berkaca kaca, airmataku sudah mengembang hendak tumpah, bagaimanapun aku memimpikan pernikahan yang normal dan wajar, bukan pernikahan seperti ini yang ku inginkan, dan aku yakin semua perempuan didunia ini setuju denganku.


“Itu urusan gampang Yas, biar Tante yang urus semuanya “ Tante Meta bak pahlawan kesiangan, membusungkan dadanya, seolah tidak terjadi apa apa, semua ini gara gara Tante yang tidak bertanya dulu kepadaku.


“Aku tidak menginginkan pernikahan ini, aku ingin bercerai saja“ Kata kata itu mengalir begitu saja dari mulutku


“Yah, jangan begitu dong Yas, kamu mau jadi janda perawan?? belum sehari menikah sudah mau pisah saja,“ Kali ini Tante Meta dan Om Bayu yang angkat bicara, kompak.


“Om fikir aku akan bahagia menikah dengan anak kecil ini ???” Aku merajuk,


“Kakak, aku bukan anak kecil “ Sanggah si Brandal


“Karena kakak, lebih tua dariku “ Jawabnya jujur


“Appaaaaa???? kamu bilang aku tua??” Sanggahku tidak terima


“I iya, “ Jawabnya gelagapan


“Sekarang berapa usiamu??” Tanyaku penasaran juga,


“Tu tu tujuh belas tahun kak, “ Jawabnya polos


“Whaaaaatttttttt????? Tidaaaaaaaakkkkkkkk !!!!“ Aku membelalakkan mata tidak percaya


“Jadi sekarang kamu masih sekolah ??”


“He, iya kak, “ Jawabnya masih sambil garuk garuk


“Kelas berapa??” Tanyaku lagi, sudah hampir lemas tak berdaya


“Kelas dua SMA kak, “ Jawabnya


“Tante, Om, coba kalian bayangkan, coba kalian rasakan penderitaanku di masa depan, bagaimana mungkin aku memiliki suami seorang bocah??” Kini airmataku sungguh sudah tumpah, ngeri membayangkan masa depanku sendiri bersama si brandal.


“Tenang Yas, masa depan itu takdir Allah, bahkan sedetik kedepan kita tidak tau apa yang akan terjadi pada diri kita” Om Bayu menenangkanku, tapi kali ini, kata katanya sungguh tidak bisa aku cerna

__ADS_1


“Kamu!! Ceraikan aku sekarang juga, “ Hardikku pada si Brandal


“Kakak, tenang Kakak, aku akan berusaha jadi suami yang baik buat Kakak kok “ Jawabnya meyakinkan


“Tidak, aku tidak mau masa depanku hancur di tangan bocah, mumpung sekarang belum banyak orang yang tau, lebih baik kita pisah, lagi pula, sebelumnya kita tidak pernah saling mengenal “ Aku masih ngotot dengan keinginanku


“Kakak, aku sudah jatuh cinta pada Kakak, dari semenjak pertama kali kita bertemu kok “ Jawabnya membuat kami melongo mendengar pengakuannya


“Maksudnya??? setelah semalam kita bertemu?? bagaimana mungkin, kamu menjatuhkan hatimu dalam keadaan gelap?? Kamu bahkan baru melihat wajahku dengan jelas hari ini” Tanyaku sambil menyeka air mata, di iringi ingus


yang mulai menjalar dari hidungku.


“Kita pernah bertemu sebelum ini Kakak, “ Jawabnya, membuatku mengernyitkan dahi


“Kapan??” Tanyaku


“Waktu itu, kakak yang di putusin sama pacar kakak di parkirankan??” Tanyanya memastikan


“Hah?? ka kamu siapa?? “ Aku bertanya balik padanya


“Aku yang waktu itu Kakak tabrak, he “ Jawabnya cengengesan


“Aku gak pernah ketemu brandalan sebelumnya“ Aku mencoba mengingat ingat, aku memang pernah menabrak orang, tapi waktu itu pria yang kutabrak adalah pria yang sangat tampan dan imut.


“Aku bukan brandalan Kakak“ Jawabnya merajuk


“Lalu, kenapa dengan penampilanmu?? manusia manapun pasti akan menyebutmu brandalan dengan penampilan seperti ini” Jelasku sambil terus menatapnya dari atas hingga bawah


“Heeeee ... aku sedang lari dari rumah Kakak “ Jawabnya tak lupa dengan garuk garuknya


“Kenapa kamu lari dari rumah??” Kali ini Tante Meta yang bertanya


“Aku mau di jodohin sama kedua orang tua aku Tante “ Jawabnya polos


“Ish, jangan so akrab, dia Tanteku, bukan Tantemu “ Celaku sewot


“Tante dan Om kita Kakak, “ Jawabnya so imut, emang dia imut sih.


“Hish ... aku tidak menyukaimu “ Jawabku sambil memalingkan wajah


“Nanti juga Kakak bakalan suka sama aku “ Jawabnya dengan wajah super PD.


“Sudah, sudah jangan bertengkar lagi, gak baik “ Cela Om Bayu so bijak


“Zain, nanti sore bisa perkenalkan kedua orangtuamu kepada kami??” Lagi kata kata Om Bayu membuat mataku mendelik


“Bisa Om ... hhheee “ Jawabnya cengengesan, taukan sambil apa??? sambil garuk garuk, ish, aku yakin ketombenya sudah seperti salju.


Bersambung........................


Readers jangan lupa dukung author terus yaaaa,,,,,

__ADS_1


__ADS_2