TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Tertangkap Basah


__ADS_3

Keesokan paginya di kantor ...


“Good morning semua!!!!” dengan wajah sumringah Zain menebar senyuman sambil melambaikan tangannya. Setelah cuti kerja selama satu minggu, hari ini Zain kembali masuk kerja.


“Morning!!!” teriak karyawan karyawaty satu devisi kompak.


“Ciiieee ... pengantin baru, sumringah banget sih???” Bu Ida tersenyum melihat Zain yang dari tadi berjalan sambil bersiul.


“Hhhheee ...” Zain garuk-garuk.


“Zain, gimana rasanya nikah??” goda Bu Ida.


“Nyesel Bu“ jawab Zain sambil garuk-garuk.


“Hah??? kenapa kamu bisa menyesal?? Apa istrimu galak Zain?? Apa dia sering memukulmu??” kini Bu Tiyas yang bertanya, sambil mendekati Zain.


“Bukan itu Bu??” Zain menggeleng.


“Lalu apa??” tanya mereka kompak.


“Aku nyesel kenapa nikahnya gak dari duluuuuuuu aja” Zain cengengesan.


“Ish, dasar! Anak sekarang pada mesum!” Bu Ida kembali menduduki kursinya.


“Tiyas, Rina belum datang??” tanya Bu Ida, memajukan kursi goyangnya, mendekati Bu Tiyas.


“Belum kayaknya Bu, Pak Ruben juga belum datang” jawab Bu Tiyas.


“Huh, si Tom and jerry hari ini kompak banget, sama-sama telat” Bu Ida mendelik.


“Bu Ini minumannya,” Zain datang dengan nampan berisi berbagai minuman sesuai kebiasaan para karyawan, kemudian meletakkannya di atas meja masing-masing.

__ADS_1


“Terimakasih Zainku” Bu Ida langsung mengambil segelas teh manis hangat yang di sajikan Zain, Zain tersenyum kemudian menuju mesin foto copy, hari ini Zain di tugaskan untuk memfoto copy seabrek berkas yang akan di gunakan untuk meeting nanti siang.


“Zain, apa si Ruben menghubungimu?? Kenapa sudah pukul sembilan lebih mereka belum datang juga??” Bu Ida terlihat semakin kesal.


“Tidak Bu” jawab Zain sambil tetap memijit mesin foto copy dengan lemah gemulai.


“Huh, kemana sih mereka?? Mana meeting sebentar lagi” Bu Ida mulai ngedumel.


“Selamat pagi semuaaaa!! huh ... huh ... huh ...“ tiba-tiba Pak Ruben dan Rina muncul dari balik pintu sambil ngos-ngosan.


“Kaliiiiaaaaannnn!!!! dari mana aja?? Kenapa jam segini baru nongol???!!!” Bu Ida melempar kacamatanya dengan gemas.


“Maaf Bu, jalanan macet” Rina berdiri, menundukkan kepalanya.


“Sampe jam segini??” Bu Ida melirik jam tangannya.


“Maaf Bu” Rina hanya menundukkan kepalanya tanda merasa bersalah.


“Kamu! kamu kenapa kesiangan juga??” Bentak Bu Ida menunjuk Ruben.


“Sebentar, sebentar, sebentar” Tiyas merentangkan tangannya, kemudian mengendus-endus.


“Sepertinya aku mencium sesuatu yang tidak beres” Tiyas kembali mengendus-endus, mencoba mencium sesuatu, tapi entah apa.


“Apa??” Bu Ida melirik Tiyas.


“Apa kalian tidak pulang kerumah?? Apa kalian bermalam bersama?? Uuuuhhhh ... kemajuan yang sangat pesat, si Tom dan si leher Jerapah akhirnya bisa bersatu” tebak Tiyas dengan PD nya.


“Ti tidak!!!” jawab Rina dan Ruben kompak.


“Ayo ngaku!! kalian pacaran bukan??” Tiyas menunjuk mereka dengan pulpen yang di pegangnya.

__ADS_1


“Ti tidak!! aku pacaran sama si leher jerapah?? Tidak mungkin!” teriak Ruben.


“Aku pacaran dengan laki-laki menyebalkan ini?? Itu juga mustahil” Rina melotot.


“Lalu, kenapa kalian masih menggunakan baju yang sama dengan baju yang kemarin kalian gunakan???” tanya Tiyas menyelidik.


“Ahhh ... iya benar!” teriak Bu Ida.


“I ini?? Ini karena aku memiliki dua baju dengan warna dan model yang sama!” teriak Rina membela dirinya.


“Aku juga!!” teriak Ruben.


“Aaaaa ... Bu Ida apa Ibu mempercayainya??” tanya Tiyas melirik Bu Ida.


“No no no” Bu Ida menggelengkan kepalanya


“Pak Ruben, kenapa hidungnya berdarah??” Zain datang sambil menunjuk hidung Ruben, yang terlihat darah segar sudah menjalar dari hidungnya.


“Hah?? Sayang??? Kamu kenapa?? Ambilkan tissue!!” Rina histeris, kemudian melempar tasnya sambil meraih tissue, segera ia menyeka darah yang keluar dari hidung Ruben dengan tissue tersebut.


“Sayang?? Kamu gak apa-apa kan??” terlihat Rina begitu cemas.


“eekkkhheeeemmmm .... aku kena macet???!!” Bu Ida melipat tangannya di dada.


“Aku memiliki dua baju dengan ukuran dan warna yang sama??!!!” Tiyas juga melakukan hal yang sama, melipat kedua tangannya di dada, dan menempelkan bahunya dengan bahu Bu Ida.


“Kami tidak pacaran???” Zain juga ikutan meledek mereka sambil mengedikkan muka lalu melipat tangan di dada, ikut berbaris dengan Bu Ida dan Tiyas.


“Lalu ini apa?? Sayang?? Ooouuuhhh ... anak muda zaman sekarang membuatku frustasi saja!!!”


“Eeeehhhheeee ... “ Rina dan Ruben tersenyum kecut, bak maling yang tertangkap basah, mereka hanya bisa mesem-mesem gak jelas.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Kakak readers .....


__ADS_2