TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Olahraga


__ADS_3

“Kaki kanan putar ke kiri, kaki kiri putar ke kanan, eh salah-salah, rentangkan tangan, pegang dengkul, lalu putarkan, hah ... bukan-bukan, putar kepala ke kiri dan ke kanan, ih apaan sih?? ini tutorial ngaco amat, yang cedera kaki kenapa yang di suruh muter kepala ya??”.


Aku mengernyitkan dahi, kala melihat berbagai macam tutorial, untuk penyembuhan kaki yang cedera karena berolah raga.


Yup, meskipun aku tidak menyukai Zain, menjadi pesepak bola, tapi aku masih berharap, Zain masih bisa menggunakan kakinya untuk menendang bola, sebisa mungkin aku akan membantu Zain untuk mewujudkan mimpinya. Ah ... aku memang istri yang baik, hheee.


“Coba sekali lagi, coba tutorial yang ini, PLAY“ aku terus mencoba semua tutorial yang ku lihat, dan memperagakannya.


“Satu, dua, satu, dua, huh huh huh ...” ku usap keringatku yang sudah menjalar di pelipis, rasanya sungguh melelahkan, dari subuh, aku sudah banyak mencoba berbagai gerakan, tapi rata-rata, semua tutorial yang ku coba, terlalu berat untuk Zain, yang masih dalam tahap penyembuhan.


“Sebentar, kaki yang cedera kalau disuruh gerakan selincah itu, pasti malah tambah cedera“.


Tok ... Tok ... Tok ...


Terdengar suara ketukan pintu,


“Kakaaaakkkk!!!!”


“Astagfirullah, bikin kaget aja sih“ pasti si bocah.


Krrriieettt ...


Pintu dibuka, tuh kan bener.


“Apa??” tanyaku ketus, merasa aktifitasku di ganggu.


“Kakak lagi apa??” Zain menyembulkan kepalanya, sambil garuk-garuk.


“Lagi rebahan, mau apa??” tanyaku lagi, berkilah.

__ADS_1


“Aku ...” Kata-kata Zain menggantung.


“Aduh kalau lama, nanti aja, aku lagi tanggung, awas, jangan ngalangin pintu“ Ku tutup kembali pintu kamarku.


“Ish, kakak!!” terdengar Zain menggerutu.


“Satu, dua, satu, dua, tangan di pinggang, lalu putarkan, satu dua, satu dua, huh huh“ Ku lanjutkan kembali aktifitasku, mencoba tutorial selanjutnya.


Selang berapa lama, aku merasa lelah dengan kjegiatan olahragaku di dalam kamar, merasa haus, aku berjalan menuju dapur, kulihat Zain sedang cemberut, duduk di kursi makan.


“Zain, kamu lagi apa??” tanyaku.


Yang ditanya tidak menjawab, malah membalikkan tubuhnya membelakangiku.


“Ish, Zain, kamu marah??” tanyaku sambil melipatkan tangan di dada.


Tapi Zain, masih membelakangiku.


“Jalan-jalan???” tanyanya antusias, sambil membalikkan tubuhnya.


“Iya,“ jawabku mengangguk,


“Aku mau kak, bentar aku siap-siap dulu“ secepat kilat Zain melesat menuju kamarnya, dan masuk kedalamnya,


“Ish, tu anak, udah kelamaan di karantina, denger kata jalan-jalan langsung semangat“ Aku menggelengkan kepala, lalu menuju kulkas mengambil minuman dingin, lalu meminumnya.


Tak lama kemudian ...


“Kak, ayo“ ajak Zain.

__ADS_1


Aku memutar tubuh, lalu memperhatikan penampilan Zain dari atas ke bawah.


Celana pendek selutut berbahan jeans berwarna hitam, kaos sport warna putih, topi warna putih, dan sepatu cats warna putih. Zain tersenyum imut ke arahku menenggelamkan mata sipitnya.


‘bisa  gak sih kalau gak usah senyum?? biar gak imut-imut banget gituh‘ hatiku meronta


“Ayo Kak“ Zain menarik tanganku, seketika aku mengerjapkan mata.


“Eeeehhhh ... sebentar kamu salah kostum!” seruku.


“Hah??? salah kostum Kak?? apanya yang salah???” tanyanya bingung, tak lupa sambil garuk-garuk, memperhatikan kembali penampilannya.


“Itu kayak dandanan mau ke emol, kita bukan mau ke emol atau semacamnya“ hardikku.


“Lalu kita mau kemana kak??” tanyanya lagi, sambil mengernyitkan dahi, tapi tidak sambil garuk-garuk.


“Kita mau ke lapangan bola“ jawabku sambil berlalu.


“Hah?? mau ngapain Kak ke sana?? ini udah jam sebelas siang, panas Kak“ Zain merengek.


“Mau ikut atau gak??” tanyaku sambil mendelik,


“I iya Kak, aku mau ikut“ Zain menunduk.


“Bagus, anak pintar, sana ganti baju lagi“ Aku menunjuk Zain, mengarahkannya untuk memasuki kamarnya lagi.


“Ish, aku bukan anak pintar!!! aku suami Kakak!!” Zain berteriak sambil berlalu.


“Cih, anak gadis, kebiasaan amat suka marah-marah“ Aku mendelik sambil berlalu, menuju kamar, untuk mengganti baju, dengan baju olahraga.

__ADS_1


bersambung ......


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers ...


__ADS_2