
“Ehhmmhhh ... “ terdengar berkali-kali Zain menggumam, entah apa yang ada di dalam mimpinya.
Aku tersenyum, memperhatikan wajah tampannya, setiap inci dari tubuh yang tergelatak di sampingku adalah milikku.
Setelah semalam penuh, Zain mempraktekan banyak gaya, dari mulai gaya mujaer mundur sampe gaya cicak-cicak di dinding, dia coba.
Ck, ganas juga dia, dulu aku yang berharap dia bisa segera menunaikan kewajibannya, sekarang malah aku yang tak bisa menahan keinginannya. Hingga rasanya aku tak mampu melayaninya. Gejolak jiwa muda yang membara, ouuuhhhh ... aku tak sanggup.
“Kakak,“ suara serak khas bangun tidur, membuatku mengerjap.
“Hmh??” jawabku, memutar tubuh, lalu menghadapnya.
Dia hanya tersenyum, ck, rupanya dia mimpi, apa dia memimpikan aku???.
Sudah hampir jam lima subuh, tapi aku masih saja betah berada dalam pelukan suamiku, “Ah, jadi seperti ini rasanya di peluk suami“ Aku menggumam.
“Apa Kakak suka??” tiba-tiba suaranya mengagetkan aku kembali.
“Hhmmhht“ jawabku.
“Aku juga suka di peluk istriku“ Zain mengeratkan pelukannya padaku.
Aku berusaha melepaskan pelukannya “Zain, sudah siang, ayo kita shalat dulu“ Aku menyibak selimut, tapi rasanya ada yang aneh, kenapa seluruh badanku terasa ngilu, terutama di bagian tertentu.
__ADS_1
“Hhmmhh, nanti“ jawabnya sambil menaikkan selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
“Zain, ayo bangun" Aku menyibak selimut yang menutupi tubuh Zain.
“Ish, Kakak“ Zain berdiri, kemudian memunguti celana bokser bergambar doraemon yang tergelatak tak berdosa di lantai.
Aku memutar kedua bola mataku “Eeehhheee“ Zain menatapku mesum.
“Apa??” tanyaku sambil mengedikkan wajahku, dengan tubuh siaga, tangan mencengkram selimut, lalu menaikkannya ke atas tubuhku.
“Menurut Kakak???” Dia mendekat,
ya ampuuunnn ...
“Huh ... Zain ampun dah“ Aku segera menunaikan mandi, sesuai dengan perintahnya,
Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi, kulihat Zain sedang menunggu di atas kasur sambil memainkan ponselnya.
“Kakak ... “ panggilnya.
Deg ...
“Uh, aku tak sanggup, pesonanya membuatku rasanya ingin menjatuhkan diri kepelukannya lagi“
__ADS_1
“Hhmmhhtt “ Aku mencoba memalingkan wajah, lalu meraih mukena.
“Tunggu aku, kita shalat berjamaah“ Pinta Zain, aku mengangguk, lalu tertegun, Zain akan menjadi imamku dalam ibadah shalat, aku harap Zain juga bisa belajar menjadi imam yang baik bagi rumah tanggaku.
Selesai mandi, Zain mendekatiku, mengambil sajadah, lalu kami menunaikan shalat subuh berjamaah, situasi ini, begitu menyenangkan. Aku bahagia, rumah tangga seperti ini, adalah rumah tangga yang ku impikan.
Setelah mengucap salam, Zain memberikan tangannya padaku, sambil tersenyum, ck, Zain, jangan tersenyum, imanku menjadi lemah semenjak malam tadi.
Aku menyambut tangan Zain, lalu menciumnya, Zain mengusap kepalaku, lalu menciumnya. Zain, melapalkan banyak do’a untuk kebaikan rumah tangga kami, lalu aku mengaminkannya. Kalian tau?? Aku begitu bahagia.
.
Bersambung.......
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaa....
Hay, readers, maafkan jika tulisan author agak vulgar ya, atau membuat readers jadi membayangkan sesuatu yang seharusnya tidak di bayangkan.
Oh, iya, kemarin, di adegan MP nya Kak Yas dan Zain, masih ada banyak yang nanya “ Itu, MP nya udah atau belum?? Kok di gantung ??”
Hheee...jawabannya udah, kan udah di bacain do’a khas malam pertama gkgkgk.
Hanya saja author yang tidak bisa menuliskannya dengan detail, kalau ada yang nanya kenapa??? Jawabannya selain karena author, tidak tega harus menodai mata readers dengan hal yang tidak wajar, juga karena author belum berpengalaman, jadi tidak tau bagaimana cara menuliskannya.
__ADS_1
Iya, author jomblo, tapi belum karatan kok, hhhiii....