TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Ekstra Part 12


__ADS_3

Dua hari tinggal di rumah, membuatku sangat bosan, kerjaanku hanya rebahan saja, kemarin aku sudah mendatangi Dokterku, Dokter bilang wajahku timbul bintik-bintik, karena alergi, dan aku tidak mencuci wajahku lebih dari tiga puluh menit setelah menggunakan masker. Hiks ... produk mahal memang selalu berbeda, ya kan??.


Sudah dua hari, bintik-bintik di wajahku, sudah mulai menghilang, dan berangsur sembuh. Besok, aku akan kembali masuk kantor, yesss!! Akhirnya aku bakalan ketemu sama cowok pujaanku lagi. Zain. Hhoohhoo.


Sambil menunggu malam tiba, aku melihat ponselku, scroll sana sini, hanya untuk menghilangkan rasa jenuh, sambil aku mau cari ide lagi, kira-kira besok apa yang akan kulakukan, agar Zain mau berpaling padakau, untuk mendapatkan sesuatu yang besar, tentu saja harus dengan pengorbanan yang besar, dan usaha yang sungguh-sungguh bukan?? Huh ... semangat Cin, kamu kan perempuan cantik dan pintar. Masa iya kalah sama Kak yas yang udah tua sih??.


“Menyediakan ramuan ajaib, yang akan membuat pasangan anda jadi klepek klepek” tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah tulisan yang tertera di salah satu medsos.


“Hah?? Ramuan ajaib?? Kira-kira apaan ya??” Aku keppo dong, langsung aku buka akun tersebut. Di sana sudah sangat banyak testimony, yang menunjukkan bahwa ada banyak pelanggan yang menggunakan ramuan tersebut telah berhasil.


“Sebentar, ini ada yang suaminya acuh setelah dua tahun, tapi bisa rukun lagi, ada juga pacarnya suka selingkuh, tapi setelah minum ramuan ini, dia jadi setia. Ada juga cowok yang awalnya cuek, setelah minum ramuan ini, jadi lengket kayak perangko, ah ... apa aku coba pesan ramuan ini aja ya?? Siapa tahu Zain jadi klepek-klepek sama aku setelah di kasih ramuan ini, bisa aja kan?? Semua harus di coba, kita tidak akan pernah tahu, kalau tidak mencoba, iya kan??”.


Akhirnya, aku memutuskan untuk membeli ramuan ajaib itu via online, harganya lumayan juga, bisa buat di pake beli tas branded incaranku, tapi, gak apa-apa lah, sesekali ini, lagian, kalau Zain jadi jatuh cinta sama aku, pasti apapun yang aku minta bakalan di kasih sama Zain, ya kan??.


Sore hari, pesanan itu datang. Aku segera membuka paket, yang isinya ramuan ajaib tersebut.


“Eh, ini apaan sih?? Kok kayak aer biasa ya? Gak berasa, gak berbau juga, tapi, semoga aja khasiatnya manjur, luar biasa”.


“Aku campurin, ke makanan aja kali ya? Biar gak kelihatan, sebentaaarrr ... Zain itu, suka banget makan sesuatu yang manis-manis, tapi, kalau di kasih kue, takut dia curiga lagi sama aku, ah ... aku beliin nasi uduk yang ada di restorant itu aja ah, besok pagi, ya kali aja Zain juga belum sarapan kan?? Cindy, Cindy, kamu kok pinter bangeet sih??” Aku terkekeh sendiri.


Keesokan paginya ...


Aku sudah berada di jalan menuju kantor, sepanjang jalan aku bersenandung. Dandanan udah oke, baju udah oke, semuanya udah oke, tak lupa aku juga mampir di restorant yang aku tuju, sekotak nasi uduk juga sudah di tangan. Oke, semuanya sudah sempurna. Tinggal mencampurkan ramuan ajaib itu kedalam nasi uduk ini, terus di makan sama Zain, terus Zain bakalan jadi tergila-gila deh sama aku. Hhiii ...


Sambil celingukan, di dalam mobil aku segera membuka nasi uduk, lalu sesuai anjuran dari orang yang menjual ramuan ajaib itu, aku meneteskan tiga tetes ramuan itu, kedalamnya. Oke, semua selesai. Tinggal kasihin aja ke Zain. Semangat Cindy!! Kamu pasti berhasil!!!.


Aku berjalan dengan penuh percaya diri. Hari kamis pekerjaan cukup banyak, semua orang terlihat so sibuk. Pada caper mereka, mau di bilang karyawan teladan pasti sama Zain. Huh ... dasar!.

__ADS_1


O iya, nasi uduknya, hampir aja lupa. Aku langsung berjalan menuju ruangan Zain. Setelah pintu aku ketuk, aku langsung masuk kedalam ruangan Zain.


“Hay Pak Zain” sapaku.


“Oh, Cindy, kamu udah sehat sekarang??” Zain tidak melihatku sama sekali, hanya sekilas melirikku tadi, waktu aku masuk ruangan.


“Udah, oh iya Pak, ini saya bawain nasi uduk, ya kali aja Bapak belum sarapan” ucapku sambil kicep-kicep, berharap Zain merespon lebih.


“Oh, iya makasih” jawabnya, sambil tetap fokus pada laptopnya.


“Sama-sama” Aku membungkukkan tubuhku, lalu kembali keluar ruangan Zain, sambil bersenandung kecil, yes ... akhirnya, sebentar lagi mimpiku akan menjadi nyata. Zaiiiinnn ... aku tunggu kamu di kursi ini” Aku segera duduk di kursiku, sambil menghitung waktu, dengan tatapan tetap pada ruangan Zain.


Tak lama ... Purnomo masuk kedalam ruangan Zain. Ngapain dia?? Aku masih tetap memperhatikannya.


Eh, Kok si Pur keluar lagi dari ruangan Zain, sambil menenteng kresek sih? Kok kreseknya kayak yang aku kasihin ke Zain tadi sih?? Jangan-jangan ... secepat kilat, aku segera berlari menuju ruangan Zain.


“Oh, iya, itu makanannya saya kasihin ke Purnomo” jawabnya santai.


“Tapi, kenapa Pak??” tanyaku prustasi.


“Ya karena saya sedang puasa senin kamis, dan sekarang hari kamis kan??” tanyanya menatapku aneh.


“Apppaaahhh??? Kenapa bapak gak bilang si??!!” teriakku tak terima.


“Ya kamu gak nanya saya, saya di kasih ya terima aja, kalau saya biarin kan sayang, jadi mubadzir, ya udah saya kasihin aja ke Pur” jelas Zain.


“Apppaaahhh???? Hhuuuaaaa ...” tanpa aba-aba aku segera berlari menuju pantry, mengejar Purnomo. Siapa tahu makanannya belum di makan.

__ADS_1


“Puuuuurrrrr!!!!” teriakku, kala kulihat Purnomo baru mau memasukkan sendok berisi nasi uduk itu kedalam mulutnya.


“Apa Mbak?? Kok teriak-teriak sih??” tanyanya, menatapku aneh.


“jangan di makan!!” teriakku, sambil merebut sendok yang di pegang Pur.


“Loh?? Kenapa Mbak?? Ini saya di kasih sama Pak Zain” tanya Purnomo sambil mengerutkan dahinya.


“Pokoknya jangan di makan!! Titik” teriakku.


“Ya tapi, saya udah makan Mbak, barusan”


“Hah??? Mana?? Ayo cepat keluarin lagi nasi uduknya!” teriakku histeris.


“Udah masuk ke perut Mbak, gak bisa di keluarin lagi”.


“Apppppaaaaahhhh??? Gaswat ini! Bisa-bisa jadi si Purnomo yang tergila-gila sama aku!!”.


“Mbak Cindy, kok Mbak Cindy cantik banget sih?? Hari ini” Purnomo menatapku sambil mengedipkan matanya.


“Apah?? Apa ramuannya sudah bereaksi?? Tidddaaaaaakkkkkkkk!!!!!”


Dasar Sial!!!!


.


ekstra part terakhir untuk Cindy.

__ADS_1


__ADS_2