Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn


__ADS_3

Sudah 2 bulan Evelyn tinggal bersama keluarga Dexter. Statusnya tetap sama, hanya menjadi istri di atas kertas saja. Masih banyak sekali yang dirinya belum ketahui tentang keluarga ini. Nyonya Irish dan Tuan Luise saja masih begitu misterius bagi Evelyn. Begitupun dengan Josh.


Sore ini Evelyn dan Josh pulang ke rumahnya setelah seharian menemani Tuan Luise dan Nyonya Irish di rumah sakit. Wanita itu pun segera masuk ke dalam kamarnya yang berada di sebelah kamar Josh.


Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam. Evelyn terbangun ketika mendengar suara orang yang tengah berbicara. Sepertinya ia mengenal suara itu. Ia pun segera bangkit dari ranjang dan mengucek kedua matanya. Lalu, perlahan membuka pintu dan berjalan mengikuti arah suara itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Eric? Kenapa semua klien itu membatalkan transaksi? Atau ada kartel lain yang berusaha menarik semua klien–ku?"


"Sejak berita kecelakaan Tuan Luise menyebar. Sepertinya mereka semua hampir mundur dan mencari kartel lain. Dan, sepertinya memang ini ada kaitannya dengan kecelakaan itu."


"Kau sudah menyelidiki siapa yang berusaha mencelakai Daddy?"


"Kelompok mafia lain, yang sepertinya ada kaitan dengan masa lalu Tuan Luise. Mereka mulai merangkak naik. Aku mendapatkan informasi ini dari Tuan Markus."


Evelyn yang mendengar percakapan Josh dengan Eric pun hanya mampu menganga seraya mata yang terbelalak. Ia segera menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara, tangannya sudah mulai gemetar dan kakinya hampir mati rasa.


Transaksi? Kartel? Mafia?


Ketiganya membuat Evelyn bingung. Kenapa Josh dan Eric membahas tentang itu?


"Bukankah kartel itu sejenis organisasi? Mafia? Apa keluarga ini termasuk anggota mafia?" Evelyn semakin melebarkan matanya.


Sebelum dirinya ketahuan. Ia memilih segera kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Ia berjalan menuju ranjang dan mulai memposisikan untuk duduk dan mendekap kakinya.

__ADS_1


"Tuan Luise dan Josh? Mereka mafia? Bagaimana dengan Nyonya Irish? Apa dia juga istri seorang mafia?" Evelyn terus bermonolog dengan semua pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.


Tangannya semakin gemetar hebat. Apa ia sudah masuk ke dalam keluarga mafia? Mafia yang memang menurut orang-orang sangat menakutkan dan bahkan tidak segan untuk membunuh siapapun. "Apa karena ini, karakter Josh dan Tuan Luise keras dan mempunyai ambisi. Mereka mafia! Aku harus bisa keluar dari sini apapun caranya!"


Samar-samar ia bisa mendengar suara langkah kaki itu di depan kamarnya. Evelyn semakin meringkuk mencoba membenamkan kepala di antara kedua lututnya. "Aku tidak ketahuan 'kan? Aku harap, aku masih bisa hidup dan keluar dari rumah ini tanpa kehilangan anggota tubuhku," gumamnya.


Hingga malam pun berganti menjadi pagi. Evelyn yang semalam merasa takut rupanya ketiduran. Kini, ia harus bersiap-siap membersihkan diri dan ingin menanyakan tentang ini pada Nina. Mungkin wanita itu mengetahui tentang keluarga Dexter dan bisa menjawab semua pertanyaan Evelyn.


Setelah merasa siap, Evelyn pun mulai keluar dari kamar. Ia mencoba mengatur napasnya dan segera menuruni tangga. Lalu, saat masuk ke ruang makan, manik matanya tiba-tiba melebar. Ia terkejut saat melihat Josh yang sudah duduk di sana tengah sarapan.


Pria itu melirik dan mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa kau terkejut seperti melihat sesuatu yang menyeramkan? Kau pikir aku hantu?"


Evelyn berusaha menepis semua pemikirannya tentang semalam. Mungkin ia salah mendengar dan hanya salah paham tentang keluarga ini. Ia pun menggelengkan kepalanya dan segera duduk.


"Hari ini aku akan menjemput Kakakku. Kau mau ikut denganku, atau ikut bersama Eric ke rumah sakit?"


Bagi Evelyn, untuk saat ini lebih baik bepergian bersama dengan Eric. Karena bersama Josh, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan pria itu ketika sedang tidak ada siapapun di dekat mereka. Bahkan, bisa saja Josh membunuhnya dengan alasan masih tidak menerima Evelyn sebagai istrinya.


"Bagus. Aku mengajakmu hanya basa-basi saja. Memang seharusnya kau tidak usah satu mobil denganku lagi," timpal Josh dingin.


Evelyn tidak menimpali lagi ucapan Josh. Ia kembali melanjutkan sarapannya. Setelah itu, ia dipanggil oleh Eric untuk segera berangkat dan tidak sempat bertanya pada Nina.


Di dalam perjalanan. Eric bisa melihat wajah gelisah Evelyn dari kaca spion. Ia pun segera bertanya, "ada apa, Nona? Sepertinya ada yang membuat hati Anda gelisah. Atau ada sesuatu yang membuat Anda tidak tenang?"

__ADS_1


Evelyn mengerjapkan matanya. Ia yang tengah melamun memikirkan percakapan antara Josh dan Eric semalam itu terkejut saat mendapat pertanyaan. "Ah, tidak. tidak ada apa-apa," jawabnya sedikit gugup.


Eric mengerutkan keningnya curiga. Apakah wanita itu tengah menyembunyikan sesuatu. Karena sedari tadi gelagatnya sangat tidak biasa, daan hanya diam saja.


"Jika ada yang ingin Anda tanyakan, silakan Nona. Sebelum semua terlambat dan mungkin nanti Anda bisa menyesalinya. Saya akan menjamin kerahasiaan di antara kita berdua, bahkan Nina pun tidak akan saya beritahu," desak Eric.


Evelyn mengulum bibirnya tampak ragu. Ia memejamkan matanya sejenak, dan kembali membukanya, lalu bertanya. "Apa yang semalam kalian bicarakan, Eric?"


Kening Eric tiba-tiba mengerut. "Maksud Anda? Pembicaraan yang seperti apa? Aku dan Tuan Josh?" tanyanya memastikan dengan sesekali melirik ke arah spion yang menampakan wajah gelisah Evelyn.


"Ya. Aku memang tidak bermaksud untuk menguping. Tapi jujur, percakapan antara kalian berdua membuat pikiranku melayang. Aku bertanya-tanya semalam. Keluarga apa yang tengah bersamaku saat ini, mereka tampak misterius dan aku tidak banyak mengetahui tentang mereka. Lalu, semalam kau dan Josh membicarakan sebuah transaksi, kartel dan bahkan mafia. Apa itu maksudnya? Apa keluarga Dexter adalah Mafia?"


Cit!


Suara ban mobil itu berdecit saat bergesekan dengan jalan. Eric tiba-tiba menghentikan kendaraan secara mendadak, membuat Evelyn sedikit terhuyung ke depan.


"Kenapa tiba-tiba berhenti, Eric? Kau hampir membuat jantungku copot!"


Eric segera memposisikan dirinya untuk setengah menghadap ke arah Evelyn. "Jadi, dugaan kami benar. Anda mendengar percakapan kami, Nona? Sejauh mana Anda mendengarnya?"


Evelyn sedikit resah. "Aku terbangun karena suara orang berbicara dan mencoba mencari di mana sumber suara itu. Lalu, aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian. Dan percakapan kalian membuatku kesulitan tidur semalam. Aku takut, juga gelisah," ungkap Evelyn dengan menggenggam tangannya erat.


"Lupakan semua yang telah Anda dengarkan, Nona. Karena itu akan mempersulit Anda jika terus memikirkannya."

__ADS_1


Bagaimana bisa Evelyn melupakan percakapan mereka yang dirinya dengar. Sedangkan percakapan mereka begitu jelas. Ia hanya ingin sebuah jawaban. "Apa keluarga Dexter adalah keluarga mafia, Eric? Hanya itu yang ingin aku tanyakan."


Eric tidak ada pilihan lain selain menjawab dan memberitahu sedikit tentang keluarga Dexter. "Ya, Nona. Apa yang Anda pikirkan benar. Kita tengah berada di dalam lingkaran keluarga mafia. Tuan Luise sudah hampir pensiun karena masalah kesehatan, tapi melihat anaknya masih tergila-gila dengan wanita, ia tidak mungkin melepaskan semua yang telah dirinya dapatkan. Lalu, tanpa sepengetahuan Tuan Luise, Tuan Josh sudah mengumpulkan beberapa klien dan itu tentu bukan orang sembarangan. Kau harus tahu Nona, Tuan Josh tidak seperti yang terlihat oleh mata Anda saat ini."


__ADS_2