Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 40 : Evelyn Pingsan


__ADS_3

Setelah berusaha mencerna semuanya. Evelyn pun kembali bangkit, ia mendekati Tuan Luise dengan tatapan sayu dan penuh tanda tanya.


"Jika memang benar aku bukan anak mereka. Lalu, di mana kedua orang tua kandungku, Dad? Apa aku bisa menemui mereka? Karena aku benar-benar tidak mengingat apapun," tanya Evelyn, menatap sang mertua. Berharap ia bisa mendapatkan jawaban yang membuatnya tenang.


Tuan Luise menghela napas sebelum dirinya menjawab pertanyaan itu. "Sayang sekali, Evelyn. Kedua orang tuamu telah tiada saat kami ingin memberitahu keberadaan dirimu. Mereka meninggal karena kecelakaan pesawat."


Mendengar itu, tubuh Evelyn seketika lemas. Eric yang tepat berada di sampingnua segera menahan Evelyn dibantu oleh Nina. Lalu, keduanya membantu membaringkan Evelyn di sofa dengan pandangan matanya yang lurus, kosong.


"Sekarang semuanya telah terungkap. Aku mau, kalian berdua mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan kalian!" tegas Tuan Luise menunjuk Maria dan Bennet.


Markus yang sudah tahu sekarang gilirannya, ia pun segera membawa paksa kedua orang tua angkat Evelyn itu bersama kedua bodyguard lainnya.


"Evelyn! Evelyn tolong kami! Kami sudah membesarkanmu... Tolong kami sekali ini saja, Evelyn!" teriak Maria tidak yang tidak mau dipenjara. Sedangkan Bennet, ia terlihat begitu pasrah berjalan keluar dengan tangannya yang sudah dipegang kuat oleh Markus.


"Evelyn! Anak kurang ajar kau! Tidak tahu diri! Kau harusnya membalas budi kepadaku!" racau Maria sebelum dirinya menghilang dibalik pintu.


Josh segera mendekat. Ia mencoba mengguncangkan tubuh istrinya agar tersadar karena baru saja memejamkan matanya.


"Mom, Dad. Kita bawa Evelyn ke rumah sakit!" kata Josh dengan raut wajah yang khawatir.


Jesslyn sang kakak segera mendekat dan mencoba memeriksa keadaan adik iparnya itu. "Bawa saja, Mom. Tubuh Evelyn melemah, dia harus segera di infus," ucap Jesslyn.


Setelahnya mereka pun segera membawa Evelyn ke rumah sakit dengan perasaan khawatir. Mungkin, Evelyn terlalu syok mendengar pernyataan Tuan Luise tentang dirinya juga keluarganya.


Sesampainya di rumah sakit. Evelyn segera ditangani oleh dokter dan beberapa perawat. Sedangkan Josh ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu. Ia bahkan tak pernah duduk selama beberapa menit sebelum dokter keluar dari ruangan.


"Dok. Bagaimana keadaan istriku? Apa dia baik-baik saja?" tanya Josh penasaran, begitupun dengan semua yang ada di sana sama penasarannya.

__ADS_1


Dokter wanita itu menghela napas sembari menyuruh mereka untuk tenang. "Tenang semuanya. Pasien tidak apa-apa, ia hanya butuh istirahat dan saya telah memberinya obat agar istirahatnya nyaman. Jadi untuk malam ini, jangan ganggu ketenangan pasien dulu," ujar dokter itu.


Josh mengangguk paham. Ia sebenarnya tidak mau berdiam diri di sini, dan berharap bisa menemani Evelyn. Tapi, demi kenyamanan sang istri ia akan menuruti dokter tadi.


Tuan Luise dan Nyonya Irish keduanya saling menguatkan. Bahkan Tuan Luise sempat menyesal karena memberitahu Evelyn secepat ini. Jesslyn berusaha berbicara dengan dokter tadi dan mendapatkan izin untuk dirinya sendiri bisa masuk demi melihat iparnya di dalam.


Josh sempat ingin ikut, tapi Jesslyn melarangnya, akhirnya ia pun pasrah dan memilih diam.


***


Keesokan harinya, Josh berangkat ke kantor karena ada meeting mendadak. Ia sempat kesal karena tidak bisa libur untuk menemani istrinya di rumah sakit. Tapi, demi tanggung jawab kepada perusahaan dan karena sang ayah, ia pun akhirnya pergi.


Setelah satu setengah jam, akhirnya meeting pun selesai. Josh pun kembali menuju ruangannya bersama dengan Eric untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit. Tapi, tiba-tiba seseorang muncul dan membuka pintu ruangan itu.


Josh dan Eric pun spontan menoleh melihat ke arah pintu. Josh mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang tengah berjalan masuk tidak sopan tanpa permisi.


"Untuk apa kau ke sini, huh?!"


Josh mendengus kesal seraya menatap tajam ke arah Sarah. Wanita itu semakin mendekat hingga mendorong Eric untuk bergeser.


Sarah menyeringai dan menatap genit ke arah Josh. "Aku tahu Josh, kau paling suka dengan tatapanku seperti ini. Lihat, aku memakai baju yang paling kau sukai," ucap Sarah tampak percaya diri.


Josh memutar bola matanya dan terkekeh. "Kau pikir aku akan tergoda kembali? Sorry Sarah, istriku lebih berkelas, cantik dan lebih terhormat dibandingkan kau!" tekan Josh dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Kau datang ke sini hanya untuk merendahkan dirimu yang sudah rendah itu? Kau tampaknya tidak punya malu, Sarah. Ckh! Menyedihkan!" sambungnya dengan sarkas.


Mendengar itu Sarah tentu kesal. Karena bukan perkara mudah untuk dirinya bisa berdiri di ruangan ini, ia harus menyamar menjadi office girl agar bisa sampai di sini.

__ADS_1


"Kau keterlaluan, Josh! Ke mana rasa cintamu itu, huh?!"


"Apa? Rasa cinta? Sejak kapan aku mencintaimu? Karena sejak pertemuan pertamaku saja, aku hanya bermain-main denganmu, bukan berarti aku mencintai wanita sepertimu!" tegas Josh sembari menggebrak meja. "Kau bahkan hanya memanfaatkan kekayaanku. Kau tak lebih dari boneka Mario, Sarah!" sambungnya dengan penuh penekanan.


"Sekarang kau pergi dari sini, sebelum aku murka!" teriak Josh mengusir wanita itu.


"Aku tidak akan pergi dari sini! Karena aku sudah mengorbankan semuanya demi bisa sampai ke sini!" pekik Sarah dengan wajahnya yang mulai memerah.


"Eric! Bawa dia pergi! Jika perlu, angkat kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan Sarah kepada istriku dan masukan dia ke penjara!"


Mendengar itu seketika Sarah segera mendekat dan meraih tangan Josh untuk memohon. "Josh, jangan! Maafkan aku atas kesalahanku yang waktu itu. Aku benar-benar minta maaf, jangan masukan aku ke penjara!"


Josh segera menepis tangan Sarah dan mendorong tubuh wanita itu agar menjauh. "Berani sekali kau menyentuh tanganku! Dasar tidak tahu malu!"


"Cepat bawa dia Eric! Sesuai dengan keinginanku, masukan dia ke penjara, sekaligus dengan keluarga angkat Evelyn!" tegas Josh.


"Kau kan yang membuat Maria dan Bennet bisa sampai ke rumahku? Jawab Sarah!" tanya Josh kemudian dengan memelototinya.


Sarah terkejut, karena ia tidak menyangka jika Josh akan tahu tentang keluarga Evelyn. Dan apa tadi? Keluarga angkat Evelyn? Sarah terdiam mencoba mencerna ucapan mantan kekasihnya itu.


"Karena kau tidak menjawab, itu artinya sama saja kau mengakui! Ayo cepat Eric, bawa dia ke kantor polisi!"


Eric pun mengangguk dan segera menyeret Sarah, meski wanita itu meronta dan berteriak.


"Josh! Maafkan aku, Josh! Aku mohon jangan masukan aku ke penjara!"


Eric berhasil menarik Sarah untuk keluar, ia dan kedua security di sana segera membawa Sarah menuju bawah. Dan sesuai perintah Josh, Eric pun membawa Sarah ke kantor polisi untuk melaporkannya.

__ADS_1


__ADS_2