Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 34 : Rencana Nina


__ADS_3

Hidung Josh dan Valen sudah beradu. Keduanya kini mulai terangsang dan saling melumatt bibir dengan panas. Tangan Josh yang menganggur itu segera ia mainkan di bok0ng Evelyn, hingga membuat wanita itu tersentak dan semakin tambah terangsangg.


C!uman keduanya tampak cukup panas. Kini, Josh berusaha menuntun Evelyn untuk berjalan perlahan dan naik ke atas ranjang berukuran king size itu.


"Kau sudah siap, Baby?" tanya Josh saat melepaskan ciumannya. Ia sudah benar-benar tidak tahan melihat wajah candu sang istri. Apalagi, ia sudah setengah mabuk dan tubuhnya terasa sangat panas.


Evelyn mengangguk dengan menggigit bibir bawahnya. Lalu, Josh pun mulai melucuti satu persatu pakaian Evelyn, hingga menampakan tubuh putih nan s3xy itu. Tubuh yang selalu Josh bayangkan saat melakukan solo karirnya beberapa hari terakhir ini. Ia pun segera membuka celananya yang sudah semakin sesak di dalam sana.


Pandangan Evelyn kini tertuju pada junior Josh yang sudah semakin membesar, akibat rangsangann tadi. Ia menelan paksa saliva–nya karena tertegun melihat sesuatu yang tidak pernah dirinya lihat. Apalagi itu terlihat besar, dan ia takut benda itu tidak akan muat jika masuk ke dalam miliknya.


"Ayo, Evelyn, berbaring lah," ucap Josh sembari memposisikan dirinya. Ia bersiap-siap dan mulai tidak sabar untuk memasukan sang junior ke dalam goa milik istrinya yang sudah sangat menggoda itu.


Evelyn mulai merebahkan diri dengan kedua kaki yang sudah ia buka lebar-lebar di hadapan sang suami. Ia sudah siap dilahap habis oleh pria itu. Josh mulai mengarahkan juniornya itu ke goa kenikmatann milik Evelyn. Ia mulai menggosok dan memaju mundurkannya perlahan. Membuat Evelyn melenguhh dan mengerangg, nikmat. Bisa ia rasakan darahnya terasa mengalir menuju ubun-ubun. Desiran panas itu semakin menambah rangsangann dalam dirinya.


Perlahan tapi pasti. Josh memasukannya dengan lembut, karena ia tahu ini pertama kalinya untuk Evelyn juga dirinya sendiri. Hingga setengah juniornya sudah masuk, dan Evelyn kembali mendesahh sembari meringis.


"Arghh... Sstt!"


"Sakit? Tahan sedikit, Sayang," ucap Josh. Evelyn mengigit bibirnya sembari menahan sakit di bagian bawah sana.


Perlahan Josh mulai memaju mundurkan juniornya hingga terbiasa. Lalu, ia pun mulai menghentakkan sang junior hingga masuk seluruhnya dengan sekali dorongan saja.


"Arghhh... Ssst!"


Evelyn bisa merasakan, junior besar sang suami sudah masuk memenuhi goa miliknya. Ia memejamkan mata sembari merasakan perih bercampur nikmat itu.


Josh mulai memaju mundurkan juniornya kembali, dengan sangat pelan dan penuh hati-hati, lalu menambah kecepatannya sedikit demi sedikit. Suara desahhan Evelyn, semakin membuat Josh terangsangg.


"Faster...! More...!"

__ADS_1


Mendengar bisikan Evelyn, Josh semakin mempercepat gerakannya hingga suara peraduan keduanya memenuhi seluruh ruangan bernuansa putih seperti kamar pengantin ini. Josh melumatt habis bibir Evelyn, dan membuat sang istri kesusahan bernapas dengan dirinya yang terus mendesahh.


Kini, Josh menyuruh Evelyn untuk mengubah posisinya menjadi berada di atas. Wanita itu mulai bergerak naik turun, memompa junior milik suaminya yang semakin membesar.


Kedua buah yang menggantung di depan mata Josh itu membuatnya semakin terangsangg, ia mencoba melumatt dan mengemutnya. Pergerakan naik turun itu berlangsung lama. Suara desahann Evelyn tiada hentinya terdengar.


Satu jam berlalu. Entah sudah beberapa gaya yang mereka pakai, hingga Evelyn mulai kelelahan karena suaminya tak kunjung memberikan tanda-tanda berhenti.


Evelyn mencengkeram punggung Josh dengan kuat, membuat pria itu semakin mempercepat gerakannya hingga beberapa detik kemudian, Josh mendapatkan puncaknya.


"Evelynnnnn!" racau Josh saat mendapatkan pelepasannya.


Setelah itu, ia perlahan mencabut juniornya dan mencium kening Evelyn dengan mesra. Josh yang merasa kembali segar itu, melanjutkan untuk menyalurkan hasratnya hingga tertidur.


***


Josh tidak menyangka akan secepat itu, jatuh cinta pada wanita yang awalnya ia benci. Dan malam tadi, menjadi malam paling sempurna baginya. Bisa memberikan apa yang seharusnya ia berikan sejak pertama kali menikah.


Pakaian yang berserakan di lantai itu menjadi saksi bisu bagaimana panasnya permainan antara Josh dan Evelyn semalam.


Josh mengelus lembut pipi sang istri dengan tersenyum. Lalu, Evelyn terdengar melenguh dan sedikit menggeliat. Ia mulai membuka kelopak matanya dan tersenyum saat melihat wajah tampan Josh di hadapannya.


"Kau merasa lelah, Sayang?" tanya Josh sembari menyelipkan surai hitam itu di daun telinga Evelyn.


"Tidak. Tidurku sangat nyenyak, meski saat ini masih terasa sedikit sakit di bawah sana," jawab Evelyn, menggigit bibir bawahnya menahan perih dan sedikit meringis.


"Kalau begitu, kau istirahat saja seharian ini. Maaf karena telah membuatmu kelelahan," ucap Josh.


"No. Kau tidak perlu meminta maaf. Ini kan yang Daddy mau? Aku sudah tahu sebelum kecelakaan itu. Sejak saat itu, aku menunggumu setiap malam. Kau akan memberanikan diri atau tidak. Tapi, sepertinya kau masih belum berani. Dan perhatian kecilmu beberapa hari lalu membuatku semakin memendam perasaan padamu," tutur Evelyn.

__ADS_1


"Kau ingin perusahaan ayahmu, bukan? Maka libatkan aku di setiap rencana dan tujuanmu," sambung Evelyn dengan merangkul Josh. Ia memeluknya erat, berharap tidak akan pernah melepaskannya kembali.


Evelyn tidak pernah merasakan sebuah pelukan yang sehangat ini. Bahkan, ayahnya sendiri tidak pernah memeluknya.


"Aku mencintaimu, Evelyn. Maaf karena melukaimu saat pertama kali kita bertemu. Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi," ucap Josh sembari mencium kening Evelyn.


"Aku sudah memaafkan mu. Aku juga mencintaimu, Sayang."


Lama keduanya saling berpelukan. Hingga suara ketukan di pintu itu mengejutkan keduanya. Josh segera bangkit, ia meraih pakaian tidur dan memakainya. Lalu, membuka pintu itu perlahan.


"Happy honey moon...!"


Suara terompet dan taburan confetti itu membuat Josh mengernyitkan dahinya. "Kalian menggangguku saja! Pergi sana!"


Dengan cepat Josh menutup pintunya dan segera berlari menuju ranjang lalu, kembali memeluk Evelyn.


"Sekali lagi, Sayang?"


Evelyn menggelengkan kepalanya dan segera bersembunyi di balik selimut. Tapi Josh tidak menerima penolakan dan mulai kembali melakukan foreplay. Sedangkan di balik pintu, Eric dan Nina berusaha ingin mendengar apa yang dilakukan sepasang suami-istri itu, meski memang tidak terdengar apa-apa karena kamarnya yang kedap suara.


"Semalam acting tergelincirmu terlihat natural," ucap Eric.


"Ya, itu ide yang bagus bukan. Akhirnya mereka bisa merasakan bulan madu juga," sahut Nina sembari terkekeh.


"Kita bagaimana?" tanya Eric dengan mengedipkan mata, menggoda Nina.


"Kita apanya?! Kau jangan macam-macam!"


Bukannya menjawab, Eric malah menggendong tubuh Nina dan masuk ke dalam kamar, lalu menguncinya.

__ADS_1


__ADS_2